rony kristianto

Identifikasi Keanekaragaman dan Kekerabatan Lalat Buah secara Molekuler

Posted: September 1st 2015

Hello guys ! balik lagi nih sama saya, kali ini saya bakal kasih informasi yang menarik lagi buat kalian. Kita akan membahas keanekaragaman dan kekerabatan Lalat Buah tapi dengan pendekatan molekuler. Apasih pendekatan molekulernya? Pendekatan molekulernya memakai teknik RAPD dan sekuensing DNA. Pasti bingung ya apa itu? Supaya tidak bingung, monggo disimak Gambar di atas merupakan gambar lalat buah yang berbeda spesies, yang kanan merupakan Bactrocera carambolae sedangkan yang kiri adalah gambar Bactrocera dorsalis. Secara kasat mata kedua spesies ini sulit untuk dibedakan. Kesalahan atau kesulitan dalam identifikasi sangat sering terjadi, contohnya pada tahun 1981, Kalsoven berpendapat bahwa lalat buah genus Dacus merupakan endemik Indonesia, padahal Dacus merupakan lalat buah dari Afrika, kesalahan tersebut muncul karena morfologi keduanya sangat mirip (White dan Hancock, 2007). Oleh karena itu perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang identifikasi spesies, agar dapat mengetahui hubungan kekerabatan suatu spesies dan keanekaragamannya. Saat ini, muncul suatu teknik untuk mengetahui kekerabatan … Read more


Biodiversitas dan Permasalahan Lingkungan Sungai Babarsari

Posted: June 18th 2015

Yiiiiiiihaaa, ketemu lagi nihhhh, kali ini saya gak sendirian guys, tapi bersama tim saya nih yang anggotanya ada saya (Rony), Intan, Alan, dan Mimi. Kali ini kita bakal bahas Biodiversitas di sungai Babarsari. Bagi yang belum tau biodiversitas itu sama aja keanekaragaman makhluk hidup guys. Nah yang akan dibahas kali ini tempatnya di sungai Babarsari, mungkin temen-temen sebagian udah pada tau ya tempatnya, ini sungai yang di belakang desa Tambakbayan itu. Nah sebenernya apa sih tujuan kita ngelakuin ini? Lingkungan kampus kita (Atma Jaya Yogyakarta) kan di area Babarsari, nah alangkah baiknya kalau kita mengenali hewan apa aja sih yang ada di sekitar kita, namun kali ini kita bakalan fokus ke hewan-hewan yang ada di sekitar Babarsari dulu nih, siapa tau temen-temen bisa mencoba mengenali hewan di sekitar kos mungkin. Selain itu, kita bakal menganalisa nih mengenai aktivitas di sekitaran Sungai, biar kita tau dampaknya terhadap lingkungan itu apa. Langsung aja … Read more


Penambangan “Si Kuning” Belerang di Indonesia

Posted: March 3rd 2015

Woyooo kembali lagi nih bersama saya !! Masih tetep dalam topik yang sama, yaitu Konservasi. Namun kali ini kita gak akan membahas konservasi satwa ataupun ekosistem, melainkan mengenai sumberdaya  MINERAL. Sebelumnya mungkin sudah ada yang pernah melihat, mengambil, mencium, atau bahkan merasakan BELERANG ? hahaha, tapi tenang aja di sini kita gak bakal merasakan belerang, tapi memperluas wawasan kita tentang belerang, termasuk di dalamnya potensi dan penyebaran belerang di Indonesia beserta permasalahan dalam penambangan belerang di Indonesia. Jadi ? mari kita simak Gambar 1. Belerang (Boston, 2009)  DESKRIPSI SULFUR Sulfur adalah salah satu materi dasar yang penting dalam proses kimia, berbentuk zat padat yang berwarna kuning dan banyak dipakai untuk bermacam-macam bahan kimia pokok maupun sebagai bahan pembantu, sehingga dijuluki sebagai raja kimia Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan … Read more


Green Turtle: “Lepaskan kami ! Jangan Biarkan Kami Punah”

Posted: December 5th 2014

Penyu hijau (Chelonia mydas L) merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. Dapat dikenali dari bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul (Nuitja, 1992). Penyu dewasa dapat mencapai berat sekitar 250 kg yang makannya berupa rumput laut (algae) atau lamun (seagrass) yang tumbuh disepanjang pantai sampai daerah terumbu karang (Mortimer, 1981). Menurut Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut (2009), ciri-ciri morfologi penyu hijau adalah karapas (cangkang) berbentuk oval, berwarna kuning keabu-abuan, tidak meruncing di punggung dengan kepala bundar . Gambar 1. Penyu Hijau Kenapa Perlu Mengkonservasi Penyu Hijau ? yang pertama karena penyu yang mempunyai jarak tempuh hingga ribuan mil laut ini berperan penting bagi tumbuhan dan hewan laut, karena penyu hijau ini menyebar nutrisi melalui kotorannya. Kotoran penyu hijau dapat dijadikan sebagai pupuk dan makanan bagi tumbuhan dan hewan laut lainnya. Selain itu penyu hijau juga dapat menjadi pengendali populasi lamun, karena lamun merupakan … Read more


Savana Baluran: “a little Africa” yang terancam rusak ?

Posted: September 7th 2014

Indonesia digadang-gadang sebagai negara mega diversity karena keanekaragaman hayatinya yang sangat melimpah, dari spesies hingga ekosistemnya. Ekosistem savana merupakan salah satu contoh dari jutaan kekayaan Indonesia. Savana merupakan padang rumput dan semak yang terpencar di antara rerumputan (Sabarno, 2002). Ekosistem Savana yang cukup terkenal di Indonesia adalah ekosistem savana Taman Nasional Baluran, yang terletak di Jawa bagian timur, tepatnya kabupaten Situbondo, kecamatan Banyuputih. Orang-orang sering menyebut Savana sebagai “a little Africa”, karena savana menjadi ciri khas negara Africa. Gambar 1. Ekosistem Savana Taman Nasional Baluran (sumber: dokumentasi KSB UAJY, 2014) Menurut Gunaryadi  (1996), kawasan savana pada umumnya kurang terancam oleh eksploitasi ekonomi dibandingkan hutan hujan, meskipun demikian savana juga mendapat tekanan berupa penggembalaan ternak dan penggunaan pertanian lainnya. Savana merupakan ekosistem yang kurang stabil, keseimbangannya tergantung pada iklim, api, penggunaan oleh margasatwa dan lain-lain. untuk melestarikan ekosistem savana diperlukan kegiatan manipulatif seperti pembakaran terkendali, pengaturan populasi satwa, penebangan vegetasi. Ekosistem … Read more


Hello world!

Posted: September 4th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php