Following The Path of Nature

ULURAN TANGAN UNTUK KELESTARIAN SANG GARUDA

Posted: September 9th 2015

Sang garuda yang menjadi lambang Negara Indonesia adalah spesies endemik Pulau Jawa, dimana spesies tersebut memang telah menunjukan pesona kegagahan sebagai predator tingkat atas, dengan ketajaman pandangan dan kepakan sayap yang kuat siap menyergap mangsanya, spesies tersebut adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Elang Jawa termasuk dalam keluarga elang sebagai burung pemangsa yang berada pada tingkat teratas. Ditinjau secara taksonomi, diketahui Elang Jawa masuk dalam Kelas Aves, Ordo Falconiformes, Family Accipitridae Dengan Genus Nisaetus.

093183400_1433137341-elang_4_forum_indowebsterejslkya-res

Keberadaanya seringkali ditemukan di daerah hutan hujan di Pulau Jawa dengan ketinggian antara 500-1000 mdpl dengan home range 400 ha untuk melakukan perburuan seperti mamalia kecil, burung, ular dan kadal. Para peneliti telah memetakan seperti di Jawa Barat, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Aseupan, Gunung Karang, Gobang, Gunung Halimun, Gunung Salak, Jampang, Megamendung, dan Puncak, Gunung Gede dan Pangrango, Gunung Patuha dan Tilu, Gunung Papandayan, dan Kawah Kemonjang, serta yang terakhir yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Jawa tengah, terdapat di Gunung Pembarisan, Gunung Slamet, Gunung Cupu, Simembut, Pegunungan Dieng, Gunung Ungaran, Gunung Merapi dan Merbabu, dan Gunung Muriah, Sedangkan di Jawa Timur terdapat di Gunung Liman dan Wilis, Gunung Arjuno, Gunung Kawi, dan Kelud, Bantur, dan Lebakharjo, Dataran tinggi Yang, Taman Nasional Meru Betiri, Gunung Raung dan Dataran tinggi Ijen, serta di Taman Nasional Alas Purwo (Balen dkk., 1999)

peta elang jawa

Namun populasi dan habitatnya semakin menurun akibat adanya pembangunan, fragmentasi habitat, konversi lahan dimana hutan diubah menjadi persawahan, dan bencana alam seperti yang terjadi di Gunung Merapi, ditambah lagi kamampuan reproduksinya yang sangat rendah, yaitu dalam 1 tahun hanya dapat memberikan 1 anakan, belum lagi sifat yang dimiliki Elang Jawa ini yang masih kalah agresif dibandingkan elang lain, sehingga sering kali kalah dalam perburuan mangsa. Hal ini bertambah parah dengan meningkatnya aktivitas manusia, diikuti dangan kehausan akan kekayaan yang menuntun manusia untuk melakukan perburuan dan spesies tersebut dan dijual belikan di pasar bebas. Sungguh sangat disayangkan jika Elang Jawa yang mana merupakan lambang Negara kita menjadi punah akibat kita sendiri.

5513135e98e05a52e602a0b7faf774ca134e031

Tentunya Indonesia tidak tinggal diam, bahkan dunia pun juga tidak tinggal diam. Presiden sudah menyatakan Elang Jawa sebagai satwa nasional sehingga jenis satwa ini telah menarik perhatian dan kesadaran masyarakat. IUCN juga telah memberikan status Endangered spesies dimana keberadaan elang jawa di alam liar sangat terancam dan sangat mudah untuk menuju kepunahan. Seluruh Peneliti, ahli ekologi dan LSM Peduli Satwa di Indonesia terkhusus warga Yogyakarta, seperti pengamat burung, kelompok studi dan para mahasiswa fokus untuk melakukan survey, eksplorasi distribusi dan mempelajari ekologi dari Elang Jawa yang sudah terbukti dengan adanya pemetaan populasi di Jawa bahkan mulai merambah ke arah molekuler untuk konservasi genetik.

Secara nyata semua saling bekerja sama, tidak lupa bersama TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) dan BKSDA Yogyakarta untuk melindungi Elang Jawa dari perburuan dan perjual-belian sang garuda. Adapun aksi konservasi dalam bidang lain, yaitu edukasi pada pelajar dan masyarakat, memberdayakan masyarakat untuk ikut melindungi Elang Jawa, publikasi berkaitan dengan keberadaan Elang Jawa, dan melakukan berbagai program perlindungan seperti captive breeding, monitoring, pembuatan area yang terproteksi, nest protection, habitat management.

Ayo, sudah saatnya kita membuka mata sang Garuda membutuhkan kita.

Kepedulianmu akan memberikan keseimbangan kehidupan bagi sang Garuda, lingkungan, dan KITA.

 

 

Referensi:

1. Balen, V., Nijman, V., Sozer, R. 1999. Distribution and Conservation of the Javan Hawk-Eagle Spizaetus bartelsi. Birdlife International, Cambrige.

2. Manansang, J., Miller, P., Grier. J.W., Steal, U. 1996. Javan Hawk-Eagle (Spizaetus bartelsi) Populattion and Habitat Viability Assessment. Indonesian Department of Forest Protection and Nature Conservation, Jakarta.

3. http://www.iucnredlist.org/details/22696165/0

 

.


3 responses to “ULURAN TANGAN UNTUK KELESTARIAN SANG GARUDA”

  1. Baru tau kalau yang dimaksud elang jawa itu garuda, sayang sekali ya statusnya hampir punah. Apakah konservasi dari burung elang sendiri memberikan efek kurang baik?

    • Robert Fernando says:

      Efek kurang baik jika dalam melakukan konservasi tidak melihat berbgai aspek, karena tindakan / bantuan khusus dari manusia pada organisem tertentu terkedangan akan mempengaruhi organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu sangat perlu dikaji mendalam dalam setiap tindakan konservasi yang akan dilakukan

  2. cesiliahotnida says:

    infonya menarik, setidaknya jadi tergugah buat ikut konservasi burung.
    terimakasih.
    sebelumnya, gambar terakhir itu Elang Jawa yang di dalam masa konservasi atau dipelihara ya? kok kakinya kayak dirantai gitu. Kan kasihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php