rivanakhaliska

Molecular Sexing pada Serinus canaria

Posted: September 2nd 2014

Pada kebanyakan spesies burung, penentuan jenis kelamin sangat sulit dilakukan. Saat ini, penentuan jenis kelamin pada hewan selama hidupnya dapat dilakukan dengan teknik genetik molekuler. Spesies burung dianggap sebagai monomorfik secara seksual, jadi sangat sulit untuk membedakan antara jantan dan betina berdasarkan dari analisis morfologi, khususnya pada burung yang masih muda. Dalam hal ini, DNA berperan penting dalam membantu membedakan antara burung jantan maupun betina. Sebagian besar teknik yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin pada burung monomorfik meliputi laparascopy dan laparotomy burung, pemeriksaan kloaka, analisis biokimia, pembedahan, dan analisis sitogenetik. Semua metode tersebut memiliki banyak kelemahan seperti membutuhkan waktu yang lama, mahal, ketepatan rendah atau terkadang dapat membahayakan organisme. Metode molekuler seperti PCR (Polymerase Chain Reaction) terbukti dapat menjadi piranti serbaguna dan berharga dalam konservasi satwa liar dan untuk studi genetik, perilaku, dan jenis kelamin. Penelitian mengenai penentuan jenis kelamin pada burung monomorfik pernah dilakukan di Iran, yaitu menggunakan burung … Read more


Waspadai Air Minum Isi Ulang!!!

Posted: May 9th 2014

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di dunia. Air dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk air minum. Air yang layak diminum harus memenuhi tiga persyaratan kelayakan yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologis. Syarat air minum adalah harus aman diminum artinya bebas mikroba patogen dan zat berbahaya dan diterima dari segi warna, rasa, bau, dan kekeruhannya (Soemirat, 2004). Masalah yang timbul sekarang adalah masalah kualitas air minum yang tampaknya menimbulkan kecemasan di masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesahatan RI pada tahun 2003-2004 di daerah Jabotabek ¬†menyebutkan bahwa secara mikrobiologis air minum isi ulang di di daerah Jabotabek tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu ditemukan bakteri aerob pada air minum isi ulang di DKI Jakarta 32%, Bogor 12,5%, Tangerang 20%, dan Bekasi 38%. Selain itu ditemukan pula air minum isi ulang yang masih mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli … Read more


Hello world!

Posted: September 10th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php