Rinda Anggita Nugraheni

Konservasi Terhadap Keberadaan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dalam Habitatnya

Posted: September 6th 2015

Menurut Santoso (2010), badak jawa merupakan spesies paling langka di antara 5 spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered atau terancam punah dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).  Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah (Soehartono dan Mardiastuti, 2002).

Gambar 1. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

(Santoso, 2010)

Penyebaran badak jawa di dunia terbatas di Indonesia dan Vietnam. Di Indonesia, badak jawa hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan populasi relatif kecil, yaitu kurang dari 44 ekor (Ellis 2010).  Adapun populasi badak jawa yang ada di Vietnam sudah dinyatakan punah akibat perburuan (Ellis, 2010). Jumlah populasi badak jawa yang sedikit dan hanya terdapat di satu areal memiliki risiko kepunahan yang tinggi. Oleh karena itu, upaya untuk menjamin kelestarian populasi badak jawa dalam jangka panjang merupakan salah satu prioritas program konservasi badak jawa di Indonesia (Rahmat et.al. 2008).

Penyebaran badak jawa di TNUK pada umumnya berada di daerah bagian selatan Semenanjung Ujung Kulon yaitu daerah Cibandawoh, Cikeusik, Citadahan, dan Cibunar. Pada bagian utara Semenanjung, penyebaran badak jawa terdapat di daerah Cigenter, Cikarang, Nyiur, Nyawaan, Cimayang, Citerjun, dan Cijengkol (Rahmat et.al.,  2008).

Kelangsungan hidup badak jawa di TNUK terancam oleh berbagai faktor seperti bencana alam (ledakan Gunung Krakatau, gempa bumi, dan tsunami), invasi langkap (Muntasib et al.,2000), persaingan dengan banteng (Muntasib et.al.,2000), dan penyakit. Badak jawa juga menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari manusia seperti pemukiman, perladangan liar, dan perambahan hutan. Badak jawa juga menghadapi perburuan liar guna memperoleh culanya. Akibat berkembangnya anggapan bahwa cula badak mempunyai khasiat dalam pengobatan tradisional cina. Selain itu, sebagai satwa yang memiliki sebaran terbatas, inbreeding yang dapat mengakibatkan terjadinya penuranan kualitas dari genetik berpotensi terjadi (Rahmat dkk, 2008).

Gambar 2. Keresahan badak akan habitat aslinya

(Rahmat dkk, 2008)

Untuk menyelamatkan badak jawa di TNUK diperlukan adanya langkah strategis dan rencana tindakan konservasi dalam jangka panjang secara in situ yang secara operasional mampu mempertahankan dan mengembangkan populasi tersebut pada suatu tingkat yang aman dari ancaman kepunahan. Strategi yang dimaksud adalah membuat rumah kedua (second habitat) bagi badak jawa (Rahmat, 2009).

Menurut Rahmat (2009), kesesuaian habitat untuk badak terdapat beberapa antara lain :

  1. Kesesuaian habitat berdasarkan kemiringan lereng

Badak jawa cenderung menyukai daerah berlereng dfctar hingga agak curam (Rahmat et al. 2008). Tempat ini djpilih sebagai tempat untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik makan, minum, dan berkubang.

  1. Kesesuaian habitat berdasarkan jarak dari rumpang

Rumpang merupakan suatu areal yang berada di tengah atau dipinggir hutan yang relatif terbuka. Rumpang ini bisa ter-bentuk secara alami maupun buatan. Rumpang yang ter-bentuk secara alami biasanya disebabkan oleh adanya pohon-pohon ang tumbang atau akibat terjadinya kebakaran .

  1. Kesesuaian habitat berdasarkan jarak dari kubangan

Kubangan merupakan salah satu komponen fisik habitat yang sangat penting bagi perilaku kehidupan badak jawa. Kubangan bagi badak jawa mempunyai fungsi yang sangat erat dalam proses penyesuaian diri terhadap beberapa perubahan keadaan lingkungan. Selain untuk berkubang dan minum, kubangan juga berfungsi sebagai tempat membuang kotoran dan air seni (Rahmat et al. 2008).

  1. Kesesuaian habitat berdasarkan jarak dari pantai

Badak jawa di TNUK akan mendatangi pantai atau sumber air payau untuk memenuhi kebutuhan akan garam mineral. Dengan demikian ada kecenderungan badak jawa menyukai tipe habitat yang berdekatan dengan pantai (Rahmat et al. 2008).

Yah, begitu sedikit uraian mengenai sekilas keberadaan badak jawa yang udah punah keberadaan dari habitatnya. So, buat kalian guys kalo kalian merasa mencintai hewan khas Indonesia, jaga dan lestarikan ya agar keberadaannya gak punah. biar anak cucu kita tahu deh. Uhuuuy Salam Lestari !! ♥®

Referensi :

Santoso S. 2010. Statistik Multivariat konsep dan aplikasi dengan SPSS. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

SoehartonoT,Mardiastuti A. 2002. CITES Implementation in Indonesia. Nagao Natural Environment Foundation, Jakarta.

Rahmat UM, Santosa Y, Kartono AP. 2008. Analisis preferensi habitat badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 14(3):115-124

Muntasib EKSH. 2000. The changes of feeding pattern of banteng (Bos javanicus) and its effect to Javan rhino (Rhinoceros sondaicus) in Ujung Kulon National Park, West Java. Journal of Media Konservasi 7(3):71-74.

 Rahmat UM. 2009. Genetika populasi dan strategi konservasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Jurnal Manajemen Hutan Tropika 15(2):83- 90.

 


10 responses to “Konservasi Terhadap Keberadaan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dalam Habitatnya”

  1. laili says:

    tengs kakak,bs nambah pengetahuan bats nii
    smoga bermanfaat

  2. monicatri says:

    Sangat menambah pengetahuan.. semoga manusia semakin sadar untuk tidak melakukan perburuan liar terhadap badak jawa, sehingga populasi nya tidak menurun secara drastis.

  3. Maysahna Nanda Ally says:

    Good job! Artikel ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan edukatif. Great! Thankyou.

  4. Renita Nurhayati says:

    informasi yg luar biasa. Tetapi sayang sekali, hewan besar dan lucu itu hampir punah. Kepunahan hewan badak itu dsebabkan karena keegoisan dr manusia karena mengincar culanya. Memang d perlukan hukum yg tegas bagi siapa yg melakukan perburuan liar agar mereka jeraa. Mari kita bersama2 mulai menjaga dan melestarikan hewan tsb agar tidak punah 😀

  5. Suhardi says:

    Makasih kakak berkat artikel ini tugasku jadi terjawab semua

  6. inggit says:

    Good job.!

  7. nella wulandari says:

    menarik. jadi paham kalau badak jawa termasuk hewan langka yang hampir punah.

  8. sylviemonica says:

    Senang membaca tulisan anda, semoga setiap orang akan peduli denga kelestarian badak jawa

  9. Naomi R says:

    Menarik, smoga artikel ini dapat membantu orang untuk mempermudah dalam melestarikannya sehingga kepunahan tidak terjadi dan populasinya terus meningkat ! 🙂

  10. mariadiana says:

    Tulisan yang bagus. semoga kegiatan ataupun tindakan konservasi dalam jangka panjang secara in situ seperti yang tersebut di atas benar-benar mampu mempertahankan dan mengembangkan populasi pada suatu tingkat yang aman dari ancaman kepunahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php