Richard Kion

Tokhtor si pemalu dalam keadaan kritis

Posted: December 5th 2014

Close-up-of-a-Sumatran-ground-cuckoo

Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung endemik sumatera dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sumatran Ground-cuckooSumatran Ground Cuckoo dan mempunyai nama latin Carpococcyx viridis. Burung ini merupakan satu dari tiga spesies Tokhtor yang ada di dunia selain Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) yang endemik Kalimantan dan Coral-billed Ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang terdapat di Thailand dan Vietnam. Dulunya, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap satu spesies yang dinamai Tokhtor Sunda.

Sumatran-ground-cuckoo-on-the-forest-floor

Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung penghuni permukaan tanah dengan ukuran tubuh yang besar mencapai 55 cm. Kaki dan paruh berwarna hijau. Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian atas, leher samping, penutup sayap dan penutup sayap tengah berwarna hijau pudar. Bagian bawah tubuh berwarna coklat dengan palang coklat kehijauan luas. Sayap dan ekor hitam kehijauan mengilap. Tenggorokan bawah dan dada bawah hijau pudar, bagian bawah sisanya bungalan kayu manis, sisi tubuh kemerahan. Kulit sekitar mata berwarna hijau, lila dan biru. Burung ini memiliki suara yang berulang bersiul turun lalu naik dengan nada WE-ow-WE-ow-WE-ow-WE-ow-WE-ow.

Burung Tokhtor Sumatera hidup di permukaan tanah dan memakan vertebrata kecil dan invertebrata besar. Burung endemik Sumatera yang sangat langka dan terancam punah ini termasuk binatang pemalu.

Sejak terdiskripsikan pada 1916, burung ini tidak pernah terlihat sekalipun hingga pada November 1997 di Taman Nasional Bukit Barisan, seekor Tokhtor Sumatera berhasil difoto untuk pertama kalinya. Burung ini terdokumentasi kedua kalinya lewat kamera trap di Taman Nasional Kerinci Seblat pada Tahun 2006

tokhtor

Burung tokhtor masuk dalam daftar redlist IUCN yang di setujui oleh birdlife international pada tahun 2012 dengan status konservasi Critically Endangered (Kritis). ancaman utama spesies ini adalah deforestasi dan perburuan liar. Dan diperkirakan populasi burung tokhtor ini berjumlah 50-249 ekor yang tersebar di daerah sumatera.

untuk aksi konservasi yang konkrit yang bisa dilakukan saya sebagai mahasiswa adalah dengan :

  1. mempublikasi berita-berita yang terkait dengan konservasi spesies yang terancam punah
  2. melakukan aksi-aksi sosial untuk mengajak banyak orang melakukan konservasi
  3. menjadi pelaku konservasi dan pemerhati lingkungan.

referensi

http://www.iucnredlist.org/details/22724459/0

http://www.birdlife.org/datazone/speciesfactsheet.php?id=9787

http://www.arkive.org/sumatran-ground-cuckoo/carpococcyx-viridis/image-G56123.html


5 responses to “Tokhtor si pemalu dalam keadaan kritis”

  1. leonardo says:

    Tokhtor merupakan hewan yang baru saya tau keberadaannya, dan sangat disayangkan jika terus dibiarkan tanpa adanya usaha konservasi yang dilakukan. Menurut anda, kapan usaha-usaha konservasi yang anda rencanakan tersebut dapat terealisasi??

  2. agnes9 says:

    topik yang menarik. salah satu aksi yang kamu lakukan yaitu “melakukan aksi-aksi sosial untuk mengajak banyak orang melakukan konservasi”.saya ingin menanyakan, langkah apa saja yang akan kamu lakukan untuk mengajak masyarakat melakukan konservasi itu? selamat beraksi! 🙂

  3. disa says:

    informasi yang sangat menarik ical 🙂
    berkaitan dengan aksi yang kedua,melakukan aksi-aksi sosial untuk mengajak banyak orang melakukan konservasi. siapa saja sasaran kamu untuk melakukan konservasi ini? apakah dari kalangan mahasiswa atau kalangan masyarakat lainnya? thanks

  4. christianbunardi says:

    Sangat disayangkan sekali jika burung ini sampai punah, kita tidak dapat lagi mendengar kicauan WE-ow-WE-ow-WE-ow-WE-ow-WE-ow. Aksi konservasi yang ingin anda lakukan sudah bagus, semoga dapat terealisasikan agar burung Tokhtor tidak mencapai kepunahan.

  5. franstheowiranata says:

    Wow miris melihat kondisi Tokhtor yang kritis. Hal ini tentu saja membuat kita sebagai mahasiswa menjadi mahasiswa biologi sebuah tantangan. Makin lama populasi burung ini makin kritis tentu saja kita sudah harus membuat suatu kampanye yang kita lakukan lewat sosmed untuk membuka pikiran masyarakat kita betapa pentingnya KEHATI kita. #SaveTokhtor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php