Richard Kion

Review jurnal Genetika Populasi dan Strategi Konservasi Badak Jawa (Penggunaan Mikrosatelit)

Posted: September 1st 2015

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest 1822) merupakan spesies yang paling langka di antara 5 spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered atau terancam punah dalam Red List Data Book yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) tahun 1978 dan mendapat prioritas utama untuk diselamatkan dari ancaman kepunahan. Selain itu, badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I CITES (Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora) tahun 1975. Jenis yang termasuk dalam Apendiks I adalah jenis yang jumlahnya di alam sudah sangat sedikit dan dikhawatirkan akan punah. Pada saat ini penyebaran badak jawa di dunia terbatas di dua negara saja, yakni di Indonesia dan Vietnam. Di Indonesia, badak jawa hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan populasi yang relatif kecil, yakni sekitar 59-69 ekor (TNUK 2007). Di Vietnam, populasi badak jawa hanya terdapat di Taman … Read more


URANIUM

Posted: March 2nd 2015

Sekilas bagi anda yang belum mengetahui tentang uranium. Uranium merupakan salah satu logam berat yang dapat digunakan sebagai sumber energi.. Martin Klaproth merupakan orang yang berjasa menemukan unsur ini pada tahun 1789 pada sebuah mineral yang disebutpitchblende. Nama Uranium sendiri diambil dari nama planet Uranus . Uranium memilki dua isotop di alam. Sekedar catatan, isotop merupakan unsur yang memiliki jumlah proton sama, namun memiliki neutron berbeda sehingga massa atomnya berbeda . Isotop-isotop tersebut adalah Uranium-238 (U-238) sebanyak 99.3% dan Uranium-235 (U-235) sekitar 0,7%. Nah, diantara 2 isotop tersebut, isotop U-235 adalah yang paling penting karena dalam kondisi tertentu  dapat meluruh dan menghasilkan energi yang tinggi. Peluruhan ini disebut reaksi fisi . Bagaimana nasib uranium di Indonesia? Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan. Kajian … Read more


Tokhtor si pemalu dalam keadaan kritis

Posted: December 5th 2014

Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung endemik sumatera dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sumatran Ground-cuckoo, Sumatran Ground Cuckoo dan mempunyai nama latin Carpococcyx viridis. Burung ini merupakan satu dari tiga spesies Tokhtor yang ada di dunia selain Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) yang endemik Kalimantan dan Coral-billed Ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang terdapat di Thailand dan Vietnam. Dulunya, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap satu spesies yang dinamai Tokhtor Sunda. Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung penghuni permukaan tanah dengan ukuran tubuh yang besar mencapai 55 cm. Kaki dan paruh berwarna hijau. Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian atas, leher samping, penutup sayap dan penutup sayap tengah berwarna hijau pudar. Bagian bawah tubuh berwarna coklat dengan palang coklat kehijauan luas. Sayap dan ekor hitam kehijauan mengilap. Tenggorokan bawah dan dada bawah hijau pudar, bagian bawah sisanya bungalan kayu manis, sisi tubuh kemerahan. Kulit sekitar mata berwarna hijau, lila dan biru. Burung ini memiliki suara yang berulang bersiul turun lalu … Read more


Kasuari Si Burung Tak Bersayap Yang Agresif dari Papua

Posted: September 9th 2014

Burung kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius Linn 1758) adalah salah satu jenis satwa burung yang dapat dijumpai di kawasan hutan Papua. Burung jenis ini hidup di lantai hutan untuk mencari makan maupun beraktifitas lainnya. Keberadaan satwa ini selalu menjadi incaran para pemburu untuk diambil telur, daging maupun bulunya sebagai pelengkap aksesoris pakaian adat. Tidak semua suku yang ada di Papua memanfaatkan burung sebagai pemenuhan kebutuhan protein hewani maupun sebagai pelengkap aseksoris pakaian adat. Burung Kasuari mempunyai ukuran tubuh yang berukuran sangat besar, kecuali Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) yang ukuran tubuhnya lebih kecil. Burung Kasuari tidak dapat terbang. Burung kasuari dewasa mempunyai tinggi mencapai 170 cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Di atas kepalanya Kasuari memiliki tanduk yang tinggi berwarna kecokelatan. burung kasuari merupakan kelompok burung pemakan buah-buahan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan  pada saat pengeraman telur dilakukan oleh kasuari jantan. Kaki burung Kasuari sangat panjang dan kuat. Kaki ini menjadi senjata utama burung langka dan dilindungi ini. … Read more


Hello world!

Posted: September 3rd 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php