Retno Wulandari

Si Maskot Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jabar yang Berstatus Endangered

Posted: December 5th 2014

Hai teman-teman semuaa.. ini dia si Maskot PON Jawa Barat  🙂 keren kan…..

Tau gak sihh……………..???? ternyata dibalik itu Presbytis comata atau masyarakat Jawa Barat mengenalnya dengan sebutan Surili ini statusnya udah Endangered (EN) padahal Surili ini udah dijadiin fauna identitas Kabupaten Bogor juga looohh, waahhh  sedihhh nya  yah hu hu hu 🙁 T_T

Nah loohh, kalau kondisi ini terus dibiarin dan suatu saat hewan unyu ngegemesin ini sampe bener-bener punah???

Nah ini dia, yuukkk dibaca kebawah lagiiii temen-temen hihihihihihiiii …

maskot 3

maskot 1maskot 2

pc 1

Gambar 1. Grizzled Leaf Monkey (Presbytis comata) (http://www.arkive.org/grizzled-leaf-monkey/presbytis-comata/image-G57116.html)

pc 5

Gambar 2. Presbytis comata (http://news.detik.com/bandung/read/2011/11/07/155840/1762130/486/si-linop-jadi-surili-keempat-di-kebon-binatang-bandung?nd771104bcj)

pc 2

Gambar 3. Grizzled Leaf Monkey (Presbytis comata) (http://www.arkive.org/grizzled-leaf-monkey/presbytis-comata/image-G57116.html)

Deskripsi

Deskripsi dari Presbytis comata yaitu umumnya tubuh Surili dewasa mulai dari kepala hingga bagian punggung hitam atau coklat dan keabuan. Sedangkan warna rambut jambul dan kepala berwarna hitam. Rambut yang tumbuh di bawah dagu, dada, dan perut, bagian dalam lengan, dan kaki serta ekor berwarna putih keabuan. Warna kuliah muka dan telinga hitam pekat agak kemerahan. Anak yang baru lahir berwarna putih dan memiliki garis hitam mulai dari kepala hingga bagian ekor (Anton, 2010).

Kehidupan

Pada kehidupannya Surili menempati hutam primer dan sekunder mulai dari hutan pantai hingga hutan pegunungan pada ketinggan sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Komposisi pakan Surili terdiri dari daun muda atau kuncup daun (64%), buah dan biji (14%), bunga (7%), dan sisanya 15% berbagai jenis makanan lain seperti serangga. Penyebaran Surili di Indonesia yaitu merupakan hewan endemik pulau Jawa khususnya di bagian Barat dan provinsi Banten (Anton, 2010).

Menurut Oates dan Davies (1994), taksonomi dari Surili (Presbytis comata) atau Javan surili itu adalah :

Kerajaan  : Animalia

Filum     : Chordata

Kelas      : Mammalia

Ordo      : Primates

Famili     : Cercopithecidae

Genus    : Presbytis

Spesies   : Presbytis comata

Surili (Presbytis comata) merupakan satwa liar (lutung) endemik Jawa Barat dan Banten. Satwa ini dilindungi oleh perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, memiliki status konservasi endangered species (terancam punah) berdasarkan red list IUCN 2009 dan termasuk dalam CITES Appendix II. Surili merupakan satwa arboreal dan bersifat folivora. Tipe penggunaan ruang secara arboreal dan persentase jenis pakan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan surili sangat tergantung pada keberadaan vegetasi hutan. Kerusakan habitat dapat mengancam kondisi populasi surili dan dapat mempengaruhi perilaku surili dalam mencari lokasi yang aman dari gangguan tersebut untuk bertahan hidup (Dewi dan Sari, 2010).

Namun sayangnya menurut Nijman dan Richardson (2008) saat ini data Presbytis comata sudah masuk dalam daftar The IUCN Red List of Threatened Spesies dalam kategori Endangered spesies (EN) atau terancam punah.

1

Gambar 4. Status Endangered Presbytis comata (http://www.iucnredlist.org/details/18125/)

Surili sering ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Halimun-Salak, Hutan Lindung Situ Lembang, Cagar Alam Kawah Kamojang, dan Cagar Alam Rawa Danau. Maraknya kegiatan eksploitasi hutan pasca reformasi pada hutan di sekitar dan di dalam tempat-tempat tersebut sedikit banyak telah mengancam kelestarian satwa primata ini. Hal ini dikarenakan, hampir sama dengan satwa primata lainnya, surili juga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitar habitatnya (Prasanai dkk., 2008).

Hal ini berarti satwa ini akan terancam punah dalam waktu dekat apabila tempat yang menjadi habitatnya rusak dan tidak dilakukannya sistem pengelolaan yang baik dalam hal habitat, inventarisasi berkala dan aktivitas reproduksinya. Selain itu, seiring adanya kebutuhan ekonomi masyarakat dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan hewan-hewan yang terancam punah, terkadang terdapat perburuan Surili yang mana telah mengakibatkan penurunan 50% dari jumlah Surili dalam dekade terakhir. Diperkirakan juga pada tahun 1996 bahwa jumlah Surili hanya kurang dari 2.500 ekor (Nijman dan Richardson, 2008).

Info lagi temen-temen kalau ternyata Surili ini sekarang menjadi fauna identitas Kabupaten Bogor. Selain itu saat ini Surili juga dijadikan maskot Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat

Upaya Konservasi

      1. Karena populasinya yang semkin menurun ini, IUCN Redlist memasukkan Surili dalam status konservasi Endangered (terancam punah) sejak tahun 1988 hingga sekarang. CITES juga memasukkannya dalam daftar Apendiks II. Sedangkan oleh pemerintah Indonesia, Surili termasuk dalam satwa yang dilindungi sejak 5 April 1979, berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 247/Kpts/ Um/ 1979
      2. Pemerintah juga melakukan usaha konservasi dengan melindungi Surili yang ditetapkan pada UU No. 5 tahun 1990 SK Menteri Kehutanan 10 Juni 1991, No. 301/Kpts-II/ 1991.
      3. Selain itu status dilindunginya primata endemik ini juga tertuang dalam lampiran PP No 7 Tahun 1999.

Adanya balai-balai yang peduli menjaga dan mengkonservasi Surili seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, yang mana pada bulan Agustus telah berhasil menggagalkan penjualan Surili. Perdagangan Surili ditawarkan melalui jejaring sosial (info lebih lanjut:

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/08/19/064600629/Perdagangan-Surili-Hewan-Maskot-PON-Digagalkan

    )

Setelah adanya beberapa upaya konservasi dan perlindungan yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat untuk melindungi Surili, saya juga memiliki beberapa rencana aksi personal yang setidaknya dapat membantu menjaga dan mengkonservasi Surili ini. Berikut berbagai rencananya,

  1. Oleh karena kondisi tersebut (yang telah dijelaskan diatas) maka saya berfikir diperlukan langkah awal dalam upaya konservasi Surili ini melalui identifikasi kondisi terkini populasi dan habitatnya misalnya dengan mencari data dari sumber-sumber yang terkini, jelas dan dapat dipercaya. Selain itu, ketika mudik sembari jalan-jalan saya dapat berkunjung khususnya di TN Gunung Pangrango yang merupakan tempat terdapatnya Surili. Sehingga dapat diketahui rencana aksi yang tepat dalam pengelolaan Surili agar dapat lestari kembali dikawasan-kawasan Taman Nasional terlebih di TN Gunung Pangrango.
  2. Seperti yang telah dijelaskan bahwa terdapat beberapa oknum yang memperdagangkan Surili ini. Nah, hal yang saya mau lakukan salah satunya dengan mensosialisasikan kepada teman-teman, keluarga, dan orang-orang luas melalui media sosial yang saya punya dengan memperkenalkan ini looh… kalau sebenarnya Kota Bogor punya fauna endemik yang sekarang-sekarang ini telah menjadi fauna identitas Kab. Bogor dimana jumlahnya sekarang telah menurun dan status di IUCN telah Endangered (EN)
  3. Mencari informasi tentang link-link ilegal yang disitu melakukan perdagangan (jual-beli) hewan langka yang dilindungi seperti salah satunya Surili ini, dan kemudian memberitahukan kepada pihak yang berwenang seperti polisi, pemerintah daerah, dan LSM yang bergerak dibidang konservasi agar cepat ditindak.
  4. Lagi-lagi untuk langkah awal lebih mensosialiasikan lagi lewat media sosial mengenai bagaimana pengaruh dan pentingnya HUTAN bagi hewan-hewan lainnya terlebih hewan primata yang membutuhkan habitat hutan.
  5. Nah, berhubung Surili ini dijadikan maskot dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat, saya ingin menyampaikan pendapat dan masukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor khususnya agar tiap diadakan Pekan Olah Raga Nasional selajutnya Surili tetap dijadikan maskot. Hal ini secara tidak langsung dapat membantu untuk mensosialisakan kalau Jawa Barat memiliki hewan endemik yang statusnya terancam punah dan butuh perhatian lebih.

Semoga dengan banyaknya perangkat hukum yang melindungi hewan langka ini ditambah dengan penetapannya sebagai flora identitas kabupaten Bogor, dijadikannya maskot PON Jawa Barat, dan ditambah sedikit usaha dari saya sebagai mahasiswa mampu menggerakkan kita semua serta masyarakat luas yang belum mengetahui agar dapat ikut serta menyelamatkan Surili  dari kepunahan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Grizzled Leaf-monkey. http://www.theprimata.com/presbytis_comata.html. Diakses 1 Desember 2014.

Anonim. 2010. Grizzled Leaf Monkey. http://www.arkive.org/grizzled-leaf-monkey/presbytis-comata/image-G57114.html. Diakses 1 Desember 2014.

Anton, A. 2010. Panduan Lapangan Mengenal Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Conservation International Indonesia, Jakarta.

Dewi, R. K, dan Sari. 2010. Analisis Kesesusian Habitat Preferensi Surili di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prasanai, K. et al., 2008. Rehabilitation of Javan Gibbon Habitat in the Corridor Halimun- Salak Mountain. Diakses secara berkala. http://www.google.co.id/primate/surili, [26 agustus 2009].

Oates, J.F. and Davies, A.G. 1994. What are colobines? in Colobine Monkeys: Their Ecology, Behaviour and Evolution. eds. A.G. Davies and J.F. Oates. Cambridge University Press, Cambridge.

Nijman, V. & Richardson, M. 2008. Presbytis comata. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. www.iucnredlist.org. Diakses pada tanggal 01 Desember 2014.


15 responses to “Si Maskot Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jabar yang Berstatus Endangered”

  1. pradhyaparamitha says:

    luthuuu bangett monyetnya unyu unyu 🙂
    rencana aksimu udah bagus dn lengkap lan., jadi bingung mau tangepin apa,dukung banget soal publikasi hewan ini ke umum, karena orang awam masih asing dengan hewan ini.

    • retnowulandari says:

      Iya mit, tengkyuuu..
      bantu publikasi juga yah, supaya lebih banyak lagi orang orang yang tau dan aware sama si Surili ini ..

  2. Inge says:

    nice article…
    ancaman terbesar juga datang dari sisi habitatnya yang rusak…
    buat yang mau ikutan gabung, mungkin bisa baca file pdf ini…
    http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2008/04/20080420_adopsipohon_tnggp-ci-gedepahala.pdf
    di situ ada info ttg program adopsi pohon di TN GG Pangrango… ada CP’nya juga…
    semangat konservasi 😀

    • retnowulandari says:

      Waaahhh makasih.. makasihh.. Inge sangat membantu 🙂
      Iyaa ini habitatnya udah dikesampingkan sama masyarakat padahal masyarakat juga masih jadiin Surili ini maskot dan fauna identitas daerah mereka -___-

  3. alanpeter says:

    Keren !!! Kira – kira selain dari pemerintah, aksi ril apa yang akan kamu lakukan untuk mempertahankan Surili ? Yang nyata dan sederhana 🙂

    Kunjungi blog saya : http://blogs.uajy.ac.id/alanpeter/2014/12/05/seaweed-seaweed-truuulaaalaaa-seaweedforlife/

    • retnowulandari says:

      ok baik Peter, nanti saya akan berkunjung ke blog anda 🙂
      hmmm… untuk langkah awal sebagai mahasiswa saya baru mencoba beberapa aksi seperti yang saya utarakan di blog (bagian bawahnya) Peter 🙂

  4. luhshyntia says:

    ternyata surili maskot Pekan Olah Raga Nasional, kita aja tidak habis pikir ternyata yang menjadi maskot PON sudah terancam punah. saya sangat mendukung jika surili tetap dijadikan maskot khas jawa barat.

    • retnowulandari says:

      Iya maka nya sin, padahal telah dijadikan fauna identitas suatu daerah dan dijadikan maskot PON pula tetapi status konservasinya tak sejalan dengan hal tersebut.. Maka dari itu, saya juga meminta bantuan saudari Luh Shyntia C.F untuk dapat membantu mensosialisasikan lewat sosmed dulu tidak apa-apa hehe..
      terima kasih atas kunjugannya ke blog saya teman 🙂

  5. nitabawole says:

    Rencana aksi penyelamatan yang sungguh baik, kira-kira menurut kamu dengan adanya rencana aksi penyelamatan ini, seberapa efektif ka hewan suruli ini akan bertahan hidup?
    thank you 🙂

    • retnowulandari says:

      Kalau untuk seberapa efektif saya sendiri belum tahu pasti, namun saya yakin dengan langkah awal kecil dari saya bisa membantu dan setidaknya menyadarkan beberapa orang akan pentingnya pelestarian dan konservasi hewan langka 🙂

  6. mariajanina says:

    waawwww,, ! aku baru tau Maskot PON Jawa Barat .. luar biasa ya spesies Presbytis comata digunakan sebagai maskot pon tapi sayang ya sudah hampir punah spesies yang luar biasa ini ,,, thx ya informasinya jadi tau kita sebagai masyarakat yang harus melestarikan dan menjaga spesies ini

  7. elviena says:

    mungkin ada baiknya lagi apabila spesies Surili ini juga dipromosikan lewat media sosial karena menurut saya masih banyak orang yang asing mendengar kata surili, begitu pula dengan saja. jadi dalam promosi tsb tidak saja mengenai bagaimana pengaruh dan pentingnya HUTAN namun lebih ke tokoh Surili sendiri yang dikemas dalam cerita menarik 🙂

  8. dennamesselia says:

    nice action, aku dukung lan..aku ingin bertanya apakah kegiatan jual beli surili ini semakin marak terjadi sekarang ini?

  9. ronykristianto says:

    Saya baru tau ada hewan ini haha
    Wulwul kenapa kamu memilih Surili untuk dikonservasi ? selain karena dia berstatus Endangered (mungkin lebih ke peranannya bagi ekosistem). Aksimu cukup banyak dan semuanya bagus serta realistis, namun saya sedikit tidak setuju untuk aksi nomor 5 karena masih banyak hewan endemik Indonesia (khususnya jawa barat) yang terancam punah dan perlu sosialisasi untuk kepentingan konservasi. Kalau yang saya tangkap dari aksimu nomor 5 ini, kamu ingin mensosialisasikan Surili lewat maskot PON, namun secara tidak langsung hewan-hewan yang terancam punah lainnya tidak mendapat kesempatan untuk disosialisasikan. Ini cuma pendapat saya wulan hehehe, Terimakasih

  10. Elviena says:

    ada baiknya jika langkah sosialisasi lewat media sosial lebih ditekankan pada pengenalan spesies surili ini sendiri..karena menurut saya masih banyak orang yang merasa asing mendengar kata surili, demikian juga dengan saya (sblm sya di tugas sblmnya juga membuat blog ttg ini)hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php