BIOLOGY

ANDALIMAN

Posted: September 6th 2015

Andaliman merupakan tanaman yang berasal dari marga Zanthoxylum. Di Indonesia tanaman ini banyak ditemukan di daerah Kabupaten Dairi, Siborong-borong, dan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Andaliman ini biasa digunakan oleh masyarakat Sumatera Utara sebagai bumbu khas batak, karena kulit luar buahnya memiliki citra rasa yang lezat yang memiliki rasa seperti jeruk dan memberikan rasa getir.

Tanaman andaliman ini memiliki tinggi 3 hingga 8 meter yang memiliki batang dan cabang berwarna merah. Pada batang, cabang, dan rating tanaman andaliman ini terdapat duri. Buah andaliman ini terdapat di antara duri-duri pada batang. Bentuk buah andaliman ini mirip dengan merica yaitu bulat kecil, berwarna hijau. Buah ini jika sudah kering makan berwarna kehitaman.

images

Sistematika tanaman analiman, adalah :

jKingdom         : Plantae

Divisio             : Spermatophyta

Subdivisio       : Angiospermae

Klass               : Dicotyledonae

Sub klass         : Rosidae

Ordo                : Rutales

Family             : Rutaceae

Genus              : Zanthoxylum

Spesies            : Zanthoxylum acanthopodium DC

 

Sejauh ini, andaliman banyak dimanfaatkan sebagai bumbu khususnya oleh masyarakat Sumatera Utara dan tidak sedikit pula orang yang mengirim andaliman tersebut keluar daerah Sumatera Utara untuk diperdagangkan. Jika pemanfaatan andaliman tersebut tidak seimbang dengan upaya pelestarian tanaman andaliman, maka tanaman andaliman akan punah. Faktor kerusakan habitat seperti penebangan pohon andaliman di daerah Sumatera Utara untuk kawasan perumahan adalah faktor utama dalam ancaman kepunahan tanaman tersebut.

Andaliman merupakan tanaman khas asal Sumatera Utara. Andaliman yang banyak dilestarikan oleh masyarakat Sumatera Utara adalah Zanthoxylum acanthopodium dan Zanthoxylum armatum. Banyak masyarakat luar Sumatera Utara yang akan mencoba melestarikannya, namun andaliman ini tidak mampu hidup lama di luar daerah Sumatera Utara karena tidak sesuainya kondisi tanahnya. Oleh karena itu, hingga saat ini andaliman ini hanya mampu hidup di Sumatera Utara saja, belum ada cara untuk melestarikan andaliman ini agar bisa hidup di seluruh daerah Indonesia.

Upaya untuk terus mempertahankan tanaman andaliman tersebut terus dilakukan. Namun, tidak banyak masyarakat di Sumatera Utara yang melakukan kegiatan usahatani andaliman untuk meningkatkan pertumbuhan dan propduksi tanaman andaliman. Hal ini disebabkan karena kurangnya modal dari masyarakat untuk melakukan kegiatan tersebut. Beberapa masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut dengan cara pembibitan tanaman andaliman, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, lalu panen.

 

Sabri, E. 2007. Efek Perlakuan Ekstrak Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium) Pada Tahap Praimplantasi Terhadap Fertilitas Dan Perkembangan Embrio Mencit (Mus Musculus). Jurnal Biologi Sumatera 2 (2) : 28 – 32.

Siregar, S. 2003. Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium D.C). Jurnal Hayati 10 (1) : 5 -13.

Tjitrosoepomo, G. 1991. Taxonomi Tumbuhan. UGM Press, Yogyakarta.


24 responses to “ANDALIMAN”

  1. Ika A says:

    Tulisan yang bagus dan memebri wawasan. Semoga tanaman andaliman terus d lestarikan di indonesia dan pemanfaatan andaliman seimbang dengan pelestarian tanamannyaa

  2. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Sayang sekali ya tanaman andaliman ini hampir punah, pdhl tanaman ini memiliki ciri khas yg unik, smoga saja pemerintah setempat dpt memberikan arahan kpd masyarakatnya utk melestarikan tanaman ini agar tdk punah

  3. lince says:

    Good.. sy sering mengkonsumsi andaliman dengan rasa nya yang khas, bumbu masakan batak yang tak tergantikan. Semoga budidaya tanaman yang menggetarkan lidah ini semakin bertambah, SEMANGAT!

  4. etti14 says:

    info yang menarik renita, sayang sekali jika tumbuhan ini punah, karena tidak semua tempat atau daerah terdapat tanaman ini. terimakasih renita

  5. Stephanie Halimawan Tanjaya says:

    Artikel cukup menarik dengan kita mengetahui adanya andaliman suatu tanaman yang wajib kita lindungi dari adanya kepunahan karena penebangan pohon.. Namun ada baiknya ditambah dengan status IUCNnya.. Agaar lebih jelas status dari andaliman sendiri.. Tq infonya 🙂

  6. monicatri says:

    Sangat menambah wawasan, semoga ada penelitian yang bisa membuat kondisi tanah hampir sesuai atau sesuai dengan tanah di Sumatera Utara, sehingga keberadaan andaliman bisa tetap lestari.

  7. Devina says:

    Sayang sekali tanaman ini memiliki lingkungan hidup yang terbatas, yaitu hanya di Sumatera Utara saja. Dan lagi, masih ada perusakan habitat andaliman yang semakin mengancam keberadaan tanaman ini.
    Kiranya pemerintah berperan dalam menghentikan perusakan habitat andaliman, dan semoga ditemukan inovasi atau pengembangan untuk melestarikan andaliman, sehingga spesies ini tidaklah punah

  8. Yani Evami says:

    Informasi yang menarik, semoga tanaman ini dapat terus dilestarikan. Saya ingin bertanya, apakah tanaman ini dapat ditumbuhkan ataupun dibudidayakan ditempat lain selain Sumatera Utara?

  9. rinda anggita nugraheni says:

    Bisa banget buat nambah wawasan nih, terimakasih yaaa

  10. Yohana says:

    Makasih bgt infonya. Jadi bisa tau kalo tanaman ini skrg sudah hampir punah. Semoga pemda bs membantu masyarkat utk memberikan modal dan nantinya tanaman andaliman ini tdk hanya dikenal di sumatra tp jg di seluruh indonesia. Blog nya sangat bermanfaat 😀

  11. Setahu saya, untuk dijadikan bumbu masih ada rasa getir. Bagaimana mengatasi orang-orang luar sumatera untuk mau menerima bumbu tersebut? Dan habitat seperti apa yang diperlukan oleh andaliman, mengapa hanya bisa ditumbuhkan di sumatera saja.

  12. arie mardi says:

    Sipppp menambah wawasan…

  13. Nila Sari says:

    Tulisan ini sangat inspiratif dan bagus bagi kita yg blm mengetahui tentang tanaman ini.semga berguna bagi seluruh indonesia…..

  14. herlina says:

    Dengan membaca artikel ini ternyata masih banyak tanaman yang harus dilestarikan karena memberikan manfaat yang bagus untuk masyarakat.

  15. rochib says:

    Lestari tanahku…lestari tanaaaaman q…hijau indonesiaq…

  16. rochib says:

    Lestari tanahku…lestari tanaaaaman q…hijau indonesiaq……

  17. septiapuspit says:

    wah baru tau loh ada tanaman yang bisa dijadiin bumbu masakan yang katanya enak.jadi pengen sih nyoba, tapi mengingat ini udah mulai langka jadi ragu nih buat nyari dan makannya

  18. nita says:

    Artikel yg menarik… bisa menambah pengetahuan lagi 😉

  19. dian says:

    Lumayan..kita bisa tau kegunanan tanaman lain yg jarang kita temui..jadii bener bangett kita harus bisa melindungi dan menjaga agar tidak punah,,dan tetap bisa dibudidayakan… ^^

  20. Nila Sari says:

    Dengan adanya tulisan tentang tanaman ini saya yg tdnya g tau sekarang jd tau.smga artikel ini berguna bagi semuanya.good job

  21. Naomi R says:

    artikel ini sgt membantu untuk menyadarkan terutama masyarakat sumatra atas keberadaan tanaman ini, dgn klasifikasi yg dijelaskan di artikel ini mgkin bsa mmbntu untuk lbih mudah dlm pelestariannya

  22. agustinuscandra says:

    Memang sangat disayangkan tumbuhan ini hanya dapat hidup di habitat yang terbatas. Mungkin sebagai mahasiswa teknobiologi, kita harus mencari cara seperti kultur jaringan ke tanaman tersebut sehingga tanaman tersebut dapat di kembangbiakkan di mana-mana.

  23. Vicario Absalom Abbas says:

    Apakah sejauh ini ada upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempertahankan tanaman andaliman ini?

  24. Elsa Rian Stevani S says:

    Informasi yang bermanfaat sehigga saya dapat mengetahui tentang tanaman andaliman yang ternyata hanya bisa hidup di Sumatera saja. Disini peran pemerintah Sumut sangat diperlukan yaitu berupa pemberian modal untuk melakukan usahatani andaliman. Selain itu perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk tidak menebang andaliman mengingat tanaman tersebut dapat diperdagangkan dan dapat menambah pendapatan warga setempat bahkan pendapatan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php