BIOLOGY

KONSERVASI GENETIK

Posted: August 29th 2015

Keanekaragaman Hayati

          Apa yang anda pikirkan saat melihat gambar tersebut ? Sungguh indah bukan ? Kenakeragaman hayati di alam ini sangatlah melimpah, terdapat berbagai jenis binatang dan tumbuhan yang mampu bertahan hidup hingga saat ini. Jenis binatang dan tumbuhan ini tersebar di seluruh bagian dunia dan harus dilestarikan agar mampu mengatasi perubahan lingkungan di masa depan. Pelestarian spesies tersebut dapat dilakukan dengan konservasi genetik.

           Konservasi genetik adalah salah satu cara aplikasi genetik untuk melestarikan berbagai jenis binatang dan tumbuhan sebagai mahkluk hidup yang dinamis yang mampu mengatasi perubahan lingkungan. Seperti yang ditulis oleh Bonde dkk., (2008) dalam jurnal marine animals and their ecology, konservasi genetik merupakan metode genetik yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati. Konservasi genetik ini membantu pengelola satwa liar dalam mengidentifikasi serangkaian unit konservasi binatang.

          Binatang yang menempati suatu tempat telah mengalami proses adaptasi dan isolasi geografis di suatu habitat. Hal itu memungkinkan terjadinya variasi genetik diantara populasi-populasi yang ada. Oleh karena perlu dilakukan analisis genetik dari binatang tersebut untuk konservasi genetik dengan metode RAPD (Randomly Amplified Polymorphyce DNA).

Rusa (Cervus timorensis)

            Saya yakin anda pasti mengetahui nama binatang tersebut. Binatang tersebut adalah Rusa. Rusa adalah salah satu satwa liar yang telah menjadi industri peternakan yang penting. Rusa ini hewan mamalia pemamah biak yang memiliki tanduk (Silakan liat dibagian kepala rusa). Pemanfaatan rusa yang berlebihan membuat populasi rusa di alam akan berkurang.

Konservasi genetik di Indonesia sudah dilakukan, seperti pada penelitian konservasi genetik Rusa Timor (Cervus timorensis) di Papua dengan analisis genetik menggunakan metode RAPD (Randomly Amplified Polymorphyce DNA). Metode RAPD adalah teknik penting dalam menyelidiki fenomena genetik berbagai organisme yang tersebar luas seperti hewan verterbrata, invertebrate, dan tanaman. Metode RAPD ini mampu mengidentifikasi penanda genetik untuk membedakan spesies-spesies yang berkerabat dan dapat digunakan dalam pembuatan peta genetik, identifikasi strain spesies. Konservasi genetik dengan metode RAPD tidak memerlukan informasi awal dari genom yang akan diteliti, metode ini juga metode yang cepat untuk mendeteksi polimorphisme.

Metode RAPD dalam konservasi genetik rusa dilakukan dengan cara pengambilan contoh materi yang mengandung DNA dari organisme yang akan diteliti, lalu isolasi dan purifikasi DNA. Amplifikasi DNA, kemudian elektrophoresis. Deteksi hasil RAPD dan analisis data, Seperti yang ditulis oleh Murwanto, A. (2008) dalam jurnal ilmu peternakan, data yang dihasilkan dari analisis RAPD dalam konservasi genetik dapat digunakan untuk mengetahui keragaman genetik antar dan intra populasi, jarak genetik, analisis klaster populasi rusa timor di Papua. Oleh karena itu kita dapat mengetahui hubungan kekerabatan antar binatang.

Dari hasil penelitian analisis genetik dengan menggunakan metode Randomly Amplified Polymorphyc DNA (RAPD) untuk konservasi genetik Rusa Timor (Cervus timorensis) di Papua, dihasilkan rusa yang di daerah Merauke belum diketahui sub spesiesnya. Rusa yang di daerah Manokwari sub spesies rusa Maluku (Cervis timorensis mollucensis).

Konservasi genetik dengan menggunakan metode RAPD memiliki kelebihan. Kelebihan ini seperti mengetahui keragaman genetik antar dan intra populasi. Data yang dihasilkan dapat digunaan untuk menentukan hubungan kekerabatan serta proses evolusi dan ekologi organisme. Data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk mempelajari taksonomi, melakukan konstruksi ulang phoilogeni.

Sejauh ini, analisis genetik dengan metode RAPD dalam konservasi genetik rusa di Indonesia belum banyak dilakukan, namun di luar negri analisis genetik rusa dengan metode ini sudah banyak dilakukan. Semoga, Anda dan para peneliti berinisiatif untuk melakukan analisis genetik dengan menggunakan metode RAPD dalam upaya konservasi binatang rusa di Indonesia ataupun binatang lain yang unik di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan agar keanekaragaman hayati di Indonesia atau di seluruh dunia tetap terjaga dan terus bisa dilestarikan karena itu semua adalah anugerah dari Tuhan.

 

Terimakasih.

Renita Nurhayati M.

 

Refrensi :

Murwanto, A. 2008. Pentingnya Analisis Genetik Dengan Menggunakan Metode Randomly Amplified Polymorphyc DNA (RAPD) Untuk      Konservasi Genetik Rusa Timor (Cervus imorensis) Di Papua. Jurnal Ilmu Peternakan 3 (2) : 72-83.

Bonde, R., Peter, M., dan Hunter, M. 2012. A Review of the key genetic tools to assist imperiled species conservation : analyzing West Indian manatee populations. Journal of Marine Animals and Their Ecology 5 (1) : 8 – 19.


14 responses to “KONSERVASI GENETIK”

  1. Yuwinda Ginung Pradina says:

    Bagus, sangat menginspirasi sekali. Semoga para ahli biologi dapat memanfaatkan metode RAPD dalam upaya konservasi genetik agar keanekaragaman hayati di alam tetap terjaga dan lestari 🙂

  2. Yohana Marliana Naibaho says:

    Tulisan yang mengedukasi. Memang keanekaragaman hayati di alam ini sangat melimpah. Semoga tidak hanya para peneliti saja yang ingin melakukan konservasi genetik, tetapi mahasiswa sebaiknya juga mau melakukan konservasi ini. hahahah

  3. Amelia Paramitha Indratno says:

    Waooooow, sangat menginspirasi sekali Semoga banyak masyarakat juga membantu dalam konservasi rusa tersebut atau konservasi keanekaragaman hayati lainnya, sehingga rusa tersebut tidak punah dan terus lestari.
    Semoga perkembangan molekuler seperti konservasi genetik ini lebih banyak digunakan di Indonesia.

  4. rinda anggita nugraheni says:

    Dari uraian artikel yang diberikan diatas, sangat bagus dapat memberikan tambahan ilmu bagi yg membutuhkan ilmu tentang konservasi ini. Semoga akan ada artikel-artikel yang lain. Trimakasih

  5. Alfonsa Cindy Maranatha Wijaya says:

    Menarik sekali informasinya. Semoga konservasi genetik dengan metode RAPD ini bisa lebih dikembangkan lagi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

  6. Devina says:

    Sangat menarik, kiranya cara ini dapat dikembangkan untuk konservasi satwa atau tumbuhan lain yang sudah atau mulai terancam punah 😀

  7. Maria Diana Widyawati says:

    Tulisan yang bagu, cukup menginspirasi, dan memberikan wawasan baru terutama mengenai konservasi genetik. Semoga kegiatan seperti tersebut dapat terus dilakukan dan dikembangkan di Indonesia terutama. Tidak hanya untuk Rusa Timor, tetapi juga untuk hewan lain bahkan tanaman supaya tidak terjadi kepunahan.

  8. Monica Tri Kumala Dewi says:

    Sangat menarik sekali untuk dibaca, sangat menambah wawasan. Dengan adanya informasi seperti yang tertulis di atas, semoga para peneliti di Indonesia berkenan untuk mencoba metode RAPD tersebut, sehingga keanekaragaman hayati lainnya juga tetap lestari.

  9. Yani Evami says:

    Sudah sangat bagus, semoga metode ini dapat terus berkembang dan dapat membantu konservasi lebih baik. Semangat !

  10. renitanurhayati says:

    Terimakasih komentarnya 🙂

  11. stephanie says:

    Konservasi genetik ini bagus diterapkan dalam ilmu lingkungan untuk mengetahui variasi genetik serta kekerabatan antar binatang yang ada dialam, dengan metode RAPD ini apa dapat juga digunakan untuk menentukan subspecies?! Tq..:)

  12. Grace Nathania says:

    Nice blog, semoga makin banyak metode yang ditemukan untuk keperluan konservasi. Terus menulis ya! 🙂

  13. martha24 says:

    Terima kasihhh informasinya sangat menarik dan menabah wawasan. Semoga metode RAPD dapat terus berkembang khususnya di Indonesia dan lebih semangat lagi memasuki dunia molekuler. Semangat terus menuliss and keep bloging:)

  14. Elsa Rian Stevani S says:

    Informasi ini menarik sekali dengan melakukan konservasi genetik metode RAPD dapat diketahui hubungan kekerabatan spesies sehingga dapat mencegah adanya kawin silang dalam yang mungkin dapat merugikan. Selain metode praktis dan cepat juga mempunyai banyak kelebihan sehingga Indonesia (khususnya kita) perlu mengembangkan konservasi genetetik metode RAPD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php