Rendi

Mn

Posted: March 4th 2015

Mangan (Mn) merupakan unsur yang paling berlimpah ke dua belas dan logam paling melimpah ke lima. Mineral mangan yang paling umum adalah pyrolusite (MnO) (Ansori, 2010). Mangan digunakan dalam produksi sel baterai kering. Di bidang manufaktur kimia, mangan dipakai dalam pembuatan kaca dan sebagai pupuk. Mangan dioksida, baik alam atau sintetis digunakan untuk menghasilkan senyawa mangan yang memiliki tahanan listrik yang tinggi (Schulte & Kelling, 2004).

Mangan adalah kimia logam aktif yang di tunjukkan pada simbol Mn dan nomor atom 25. Mangan adalah elemen pertama di Grup 7 dari tabel periodik unsur. Mangan merupakan unsur berlimpah di kerak bumi (sekitar 0,1%) yang terjadi secara alamiah. Mangan merupakan logam keras dan sangat rapuh. Sulit untuk meleleh, tetapi mudah teroksidasi. Mangan bersifat reaktif ketika murni, sebagai bubuk akan terbakar dalam oksigen, bereaksi dengan air dan larut dalam asam encer. Mangan menyerupai besi tapi lebih keras (Ansori, 2010).

Mangan termasuk unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu. Mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik, kekerasan 2 – 6, berat jenis 4,8, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial. Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori, sedangkan yang berkomposisi karbonat adalah rhodokrosit, serta rhodonit yang berkomposisi silica (Pusat penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batu bara, 2005).

mangan

Mangan diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu manganese ore dengan kadar Mn lebih dari 40 %, ferrugineous manganese dengan kadar Mn 15 sampai 40%, dan manganiferous iron ore dengan kadar Mn 5 sampai 15% (Wells, 1918). Mangan dikelompokkan menjadi manganese ore dengan kadar Mn mencapai 35 % dan ferro 7 manganese dengan kadar Mn 78% (Corathers, 2002).

Cebakan mangan dapat terjadi dalam beberapa tipe, seperti cebakan hidrotermal, cebakan sedimenter, cebakan yang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, cebakan metamorfosa, cebakan laterit dan akumulasi residu. Sekitar 90% mangan dunia digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja, sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi antara lain untuk produksi baterai kering, keramik dan gelas, kimia, dan lain-lain (Pusat penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batu bara, 2005).
Indonesia, memiliki potensi mangan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Data yang dilansir Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2010 menyebutkan bahwa sumberdaya mangan di Indonesia, 10,62 berupa bijih dan 5,78 juta ton merupakan logam. Sementara cadangan yang ada 0,93 juta ton berupa bijih dan logam sebanyak 0,59 juta ton (energy today, 2013).

Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Pusat penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batu bara, 2005).

mangan

Tidak hanya itu potensi mangan yang cukup besar dan tersebar di seluruh kabupaten di pulau Timor, NTT tersebut juga menyimpan potensi emas di wilayah Flores. Dari segi susunan batuannya, 40% dari propinsi NTT terdiri atas batuan Kompleks Bobonaro, yang selama ini dikenal memiliki kandungan mangan tinggi. Dari segi kualitas, logam mangan di provinsi NTT ini merupakan salah satu yang terbaik dan termasuk kualitas nomor satu di dunia. Cadangan mangan di NTT pada saat eksplorasi diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri logam di Indonesia dan pasar ekspor untuk puluhan maupun ratusan tahun ke depan. (Energy today, 2013).

Kegunaan mangan sangat luas, baik untuk tujuan metalurgi maupun nonmetalurgi. Sekitar 85-90 % kegunaan mangan adalah untuk keperluan metalurgi terutama pembuatan logam khusus seperti german silver dan cupro manganese. Keperluan nonmetalurgi biasanya digunakan untuk produksi baterai, keramik, gelas, dan glasir. Mangan juga digunakan untuk pertanian dan proses produksi uranium (Murthy, 2009).

Sayangnya, eksplorasi potensi mangan tersebut  masih dilakukan secara tradisional. Bahkan mangan masih diekspor dalam bentuk ore, dan belum bisa dilakukan pemrosesan lebih lanjut menjadi ingot dan produk hilir. Itu sebabnya penambangan mangan dilakukan masih dalam skala kecil. Dan kebanyakan saat ini masih dalam proses eksplorasi, masih sedikit yang sudah masuk dalam tahap produksi. (Energy today, 2013).

 

Ansori, C. 2010. Potensi dan Genesis Mangan Di Kawasan Kars Gombong Selatan Berdasarkan Penelitian Geologi Lapangan, Analisis Data Induksi Polarisasi dan Kimia Mineral. Buletin Sumber Daya Geologi, Volume 5.

Corathers. 2002. U.S. Manganese. Geological Survey Minerals Yearbook. USGS.

Murthy, B.V.S. 2009. Geophysical Exploration for Manganese-some First Hand Examples from Keonjhar District Orissa. Journal India Geophysics Union. Vol.13, 149-161.

Schlute, E.E. & Kelling. A. 2004. Soil and Applied Manganese. Understanding Plant Nutrients. Madison: University of Wisconsin.

Wells, E.H. 1918. Manganese in New Mexico. Buletin Of The New Mexico State School of Mines, No. 2

Pusat penelitian dan pengembangan teknologi mineral dan batu bara. 2005. Informasi mineral dan batu bara. http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Mangan/ulasan.asp?xdir=Mangan&commId=22&comm=Mangan

Energi today. 2013. Kekayaan Mangan Itu Terserak Di Bumi NTT. http://energitoday.com/2013/03/04/kekayaan-mangan-itu-terserak-di-bumi-ntt/

 


2 responses to “Mn”

  1. adyajati says:

    Bagus sekali blog ini sudah memberikan materi mengenai mangan 😀 Tetapi kenapa mangan sendiri belum dikembangkan dengan baik di Indonesia, padahal sangat berpotensi di Indonesia?

  2. ancilla says:

    disebutkan kalau mangan dapat dimanfaatkan di bidang pertanian, mau tanya, mangan dibuat untuk apa ya di bidang pertanian?? pupuk kah atau sebagai insektisida atau ya lain??
    sama mau tanya juga, setiap mineral jika digunakan secara berlebihan atau rerlalu sering terpapar pasti kan ada dampak buruknya terutama untuk lingkungan dan kesehatan. kalau dampak buruk dari penggunaan dan paparan dari mangan sendiri apa ya?? makasiii 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php