Rendi

RAPD

Posted: September 2nd 2015

Kemajuan ilmu pengetahuan biologi saat ini mulai merambah ke bidang molekuler. Bidang molekuler sering menjadi acuan untuk menjawab permasalahan- permasalahan biologi yang selama ini tidak bisa dijawab dengan cara analisis pengamatan biasa. Salah satu metode analisis DNA adalah Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Metoda RAPD merupakan metoda baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom dengan cepat dan efisien. Tipe polimorfisme ini membuat RAPD cocok untuk studi keanekaragaman genetik, hubungan kekerabatan, peta genetik, sidik jari DNA.Sidik jari DNA banyak digunakan untuk kasus paternity dan forensic (Anggereini, 2008)Kunci RAPD bahwa primer yang digunakan dengan urutan acak, primer tidak spesifik untuk gen tertentu atau dengan urutan tertentu dan mengikat DNA komplemennya dari bermacam-macam specimen DNA. Primer yang digunakan tunggal dan menganealing tempat pelekatan primer (priming site) dengan arah yang berlawanan untuk terjadinya amplifikasi. Metoda RAPD PCR merupakan suatu pendekatan untuk menganalisis polimorfisme DNA dan menganalisis variasi genom dari populasi spesies serangga ataupun spesies-spesies … Read more


Mn

Posted: March 4th 2015

Mangan (Mn) merupakan unsur yang paling berlimpah ke dua belas dan logam paling melimpah ke lima. Mineral mangan yang paling umum adalah pyrolusite (MnO) (Ansori, 2010). Mangan digunakan dalam produksi sel baterai kering. Di bidang manufaktur kimia, mangan dipakai dalam pembuatan kaca dan sebagai pupuk. Mangan dioksida, baik alam atau sintetis digunakan untuk menghasilkan senyawa mangan yang memiliki tahanan listrik yang tinggi (Schulte & Kelling, 2004). Mangan adalah kimia logam aktif yang di tunjukkan pada simbol Mn dan nomor atom 25. Mangan adalah elemen pertama di Grup 7 dari tabel periodik unsur. Mangan merupakan unsur berlimpah di kerak bumi (sekitar 0,1%) yang terjadi secara alamiah. Mangan merupakan logam keras dan sangat rapuh. Sulit untuk meleleh, tetapi mudah teroksidasi. Mangan bersifat reaktif ketika murni, sebagai bubuk akan terbakar dalam oksigen, bereaksi dengan air dan larut dalam asam encer. Mangan menyerupai besi tapi lebih keras (Ansori, 2010). Mangan termasuk unsur terbesar yang … Read more


Selamatkan Penyu

Posted: December 6th 2014

Penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara, Keberadaannya telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasinya secara langsung maupun tidak langsung (Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, 2009). Penyu laut merupakan salah satu satwa yang memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Selain berperan diranah sosial dan ekonomi, penyu laut juga merupakan salah satu faktor penyangga ekosistem kehidupan perairan. Pada sebagian masyarakat pesisir, penyu dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi kehidupannya. Apabila pemanfaatan penyu tidak dilakukan dengan bijaksana, maka hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi secara permanen (Adnyana, 2004). Penyu menghabiskan waktunya di laut tapi induknya sewaktu-waktu kembali ke darat untuk bertelur. Induk penyu bertelur dalam siklus 2-4 tahun sekali, datang ke pantai 4-7 kali untuk meletakkan ratusan butir telurnya dalam satu kali musim bertelur. Setelah 45 – 60 … Read more


Kodok Merah (Bleeding toad)

Posted: September 5th 2014

  Di Pulau Jawa dikenal dua jenis kodok marga Leptophryne dari anak suku Adenominae, suku Bufonidae, yaitu L. borbonica dan L. cruentata. Jenis L. cruentata (Kodok Merah) hanya diketahui endemik di Jawa Barat (Iskandar, 1998). Selama ini, lokasi penyebaran Kodok Merah diketahui di dalam kawasan dan sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yaitu air terjun Cibeureum, Lebak Saar, Rawa Denok, Ciapus, Salabintana dan Curug Luhur. Pada 14 Agustus 2003, jenis Kodok Merah ditemukan di daerah Cikeris pada ket inggian sekitar 1500 meter dari permukaan laut (Kurniati, 2003). Kodok Merah (Leptophryne cruentata) berukuran kecil dan ramping. Ciri khasnya adalah wana kulitnya yang dipenuhi bintik-bintik berwarna merah darah. Kulit katak merah berwarna hitam dengan bintik-bintik merah atau kuning atau putih marmer. Kodok ini menyukai daerah dekat air yang mengalir deras di daerah berketinggian antara 1.000 – 2.000 meter dpl. Habitatnya hanya diperkirakan hanya terdapat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php