'Logi Blog

Blog Archives


Multiguna Bambuku

Posted: February 29th 2016

\hai, bertemu lagi denganku Ranti… masih sama seperti biasanya dalam blog ini adalah Tugas. Hehe.. Walaupun tugas, memang hal seperti ini perlu dipublikasikan. Nah, sekarang yang akan ku publikasikan adalah soal Konservasi Sumber Daya Lokal. Bicara tentang topic KSDL ini, pernah kah kamu memperhatikan lingkunganmu dan melihat apa potensi Sumberdaya Alam yang ada di sana? Syukurlah jika diantara kita masih ada yang memperhatikan hal tersebut karena sudah tidak jamannya kita bergantung dengan kegiatan kota yang potensi sumberdaya alamnya pun makin terbatas. Karena sebentar lagi pun semua kembali ke alam. Maka dari itu kita harus memperhatikan hal ini juga. Baiklah, sebagai contohnya aku akan menjelaskan tentang Sumber Daya Alam yang ada di daerahku di Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Disini ada peta yang menunjukkan jalan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta menuju rumahku (bayangkan kamu tempuh jalan jauh ini setiap hari sepertiku…hehe) SEMANGAT!! Lihatlah di lokasiku tinggal masih hijau, banyak Sumber Daya Alam … Read more


Klasifikasi Sumberdaya Alam

Posted: February 29th 2016

Sumberdaya alam beragam bentuk atau macamnya. Untuk mempermudah dalam kajian atau komunikasi maka dilakukan pengelompokan atau klasifikasi. Dalam literur tentang bidang ini akan banyak ditemukan perbedaan atau variasi. Hal ini bisa dimengerti karena dasar yang digunakan dalam menentukan klasifikasi tersebut berbeda. Pada bagian ini akan dijabarkan beberapa klasifikasi sumberdaya alam dengan dasar yang berbeda-beda. 1. Klasifikasi SDA berdasarkan sumber asalnya. Ada dua kelompok: a. Biotik (biotic): SDA yang diperoleh dari biosfer (material hidup dan organik). Contoh: hutan, binatang/satwa dan material yang berasal darinya. Dengan demikian bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, termasuk dalam kelompok ini. b. Abiotik (abiotic): SDA yang berasal dari material tidak hidup dan anorganik. Contoh: lahan, air, logam 2. Klasifikasi SDA berdasarkan tahapan perkembangannya. Ada empat kelompok: a. SDA potensial (potential resources) SDA yang berada di suatu daerah dan dapat dimanfaatkan di masa mendatang. Contohnya: air di sungai bawah tanah di Gunungkidul, sebelum bisa … Read more


Rangkok Badak-ku yang mempesona

Posted: September 2nd 2015

Rangkong Badak, dari namanya mungkin sebagian orang belum tahu penampakan dari burung ini. Namun setelah melihat foto dari Rangkong Badak anda dapat setuju bahwa burung ini dalam keadaan langka di temukan. Terdapat beberapa spesies Rangkong dan Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) adalah Rangkong terbesar di Asia dengan panjang tubuh bisa mencapai 110 cm. Burung ini biasa ditemukan di bagian atas tajuk hutan dan santapannya berupa buah-buahan, serangga, reptil kecil, hewan pengerat, dan burung-burung kecil. Makanan buah yang biasanya dibuang sembarang tempat oleh Rangkong dapat menjadi faktor penting dalam persebaran biji pohon. Paruh berwarna kuning gading dengan bangunan yang menyerupai cula badak terbuat dari tulang yang berada di atas paruh. Sumber: images.fineartamerica.com Perilaku reproduksinya sangat unik. Pada waktu bereproduksi hidup berpasangan, betina yang dapat bertelur 1 sampai 2 butir telur akan mengeraminya dalam sarang yang tertutup. Sarang tersebut hanya diberi lubang sebesar paruh untuk Rangkong Badak jantan menyuapi sang betina. Sarang tersebut … Read more


Mikrosatelit demi kamu, Gajah…

Posted: September 1st 2015

Gajah, khususnya Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) kini berada dalam status terancam punah (Critically Endangered) dan masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-undang  No 5 Tahun 1990. Estimasi populasi tahun 2007 adalah antara 2400-2800 individu, namun kini diperkirakan jumlah individu merosot karena pembunuhan yang terus terjadi. Salah satu dari 9 kantong populasi Gajah Sumatera  adalah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau.   Sumber: alamendah.org Lalu apa yang bisa kita lakukan??? Bagimu, Biologis yang peduli akan ekologi, konservasi dan keseimbangan alam, yuk baca. Informasi tentang jumlah individu dan kondisi genetic populasi adalah hal yang perlu diketahui sebelum memulai konservasi. Ada salah satu pendekatan untuk mengetahui kondisi genetic populasi  dan sudah banyak dipergunakan untuk analisis studi populasi genetik dan aliran gen dalam populasi hewan yaitu marka molekuler. Penggunaan marka molekuler telah menjadi tren sejak ditemukannya berbagai metode pendekatan berbasis DNA sebagai penyandi kehidupan. Mikrosatelit dapat dipergunakan untuk analisis tersebut. Mikrosatelit atau … Read more


Hello world!

Posted: September 1st 2015

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php