'Logi Blog

Buah Lokal Berjaya

Posted: May 8th 2016

Pada era ini, orang-orang diyakini yang makan buah segar, seperti apel dan jeruk setiap hari, resiko kematian akibat serangan jantung atau strokenya berkurang sekitar sepertiga, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah makan buah. Rutin Konsumsi Buah Minimalkan Risiko Jantung dan Stroke

Banyaknya media-media seperti diatas yang menyatakan bahwa makan buah adalah hal yang baik untuk kesehatan tubuh, sangatlah benar. Hal ini meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi buah penting untuk kesehatan tubuh. Kesadaran ini membuat masyarakat menjadi lebih banyak mengkonsumsi buah yang juga mengakibatkan banyaknya permintaan ketersediaan buah di pasaran.

Berbagai macam sayuran dan buah-buahan dapat tumbuh subur di Indonesia. Meski demikian, produk pangan impor juga merajalela di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih sangat bergantung terhadap buah impor. Impor buah diperoleh dari beberapa negara yaitu Tiongkok, Thailand, Amerika, dan lainnya. Buah Impor Pilihan Konsumen

Pembagian distribusi yang dirasakan belum adil , oleh produsen khususnya yang berskala usaha kecil dan tidak mampu melakukan usaha pendistribusian sendiri ternyata memberikan situasi yang tidak merangsang untuk melakukan kegiatan produksi. Padahal tujuan distribusi adalah membantu pendistri-busian barang dari produsen (petani ) ke konsumen akhir sehingga produk dapat dinikmati konsumen tepat waktu, namun kenyataannya Kelembagaan yang pernah dibangun selama ini tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya dan hanya menguntungkan pada pihak tertentu dan merugikan petani. Sumber

Buah impor memiliki tampilan yang lebih cantik sehingga banyak diminati masyarakat Indonesia. Jumlah nilai buah impor yang masuk ke Indonesia tahun lalu mencapai angka USD 700 juta. Saat ini produsen minuman sari buah di Indonesia lebih memilih buah impor karena standarisasi yang baik dan kontinuitas pasokan yang terjamin. Buah-buahan impor diminati tidak hanya memasuki ranah konsumsi, namun di Bali buah-buahan impor sudah memasuki ranah ritual. Sebagian masyarakat di Bali lebih meminati buah impor untuk bahan sajen dalam upacara. Secara tidak langsung buah impor menunjukkan kelas sosial seseorang. Bahkan ada sebagai orang menilai doanya akan lebih sampai jika menggunakan buah impor. Sumber

Menanggapi kasus ini, kami sekelompok mencoba mencaritahu tentang keberadaan buah impor yang ada di suatu lokasi. Kami memilih lokasi sekitar jalan Godean, Sleman. Survey buah-buah dilakukan di dua toko buah yaitu toko buah “Maera Buah “ di Jalan Godean km 8,5  Dan toko buah “Ricky Buah” di Jalan Godean km 15.

Pada toko buah pertama terdapat beberapa buah lokal seperti bengkuang, semangka, melon, belimbing, pisang, apel manalagi, kesemek, alpukat, jambu biji, salak, mangga, manggis, jeruk, nanas, buah naga, papaya, dan duku. Sedangkan buah impor yaitu apel 4 jenis, jeruk 3 jenis, dan pir.

Maera Buah

Sumber : Google Maps

Toko buah kedua terdapat buah lokal seperti melon, semangka merah dan kuning, buah naga, kesemek, bengkuang, jambu biji, belimbing, manggis, jeruk,  duku, pisang, mangga, dan papaya. Sedangkan buah impor yaitu apel 3 jenis, jeruk 2 jenis dan pisang.

Ricky Buah

Sumber: Google Maps

Kedua toko buah tersebut sebagian besar masih bergantung pada buah lokal. Terdapat juga buah lokal musiman (misalnya dukuh) dan buah lokal umum seperti pisang, belimbing dan lainnya dari masyarakat sekitar toko yang dijual langsung ke toko tersebut.

Kumpulan Buah

Dokumentasi Pribadi

Satu buah yang menurut kelompok kami menarik dan jarang terdapat pada toko-toko buah saat ini yaitu Buah Kesemek. Kesemek menyukai daerah beriklim sejuk dan lembab. Di dataran rendah, kesemek tidak bisa berbunga atau berbuah, kecuali kesemek hutan (D. hassellii) yang biasa tumbuh di dataran rendah. Di Indonesia, kesemek banyak dijumpai di Brastagi dan Toba Sumatera Utara, Garut dan Ciloto Jawa Barat, dan Magetan, Malang dan Batu Jawa Timur. Sumber

Kesemek
Rupanya buah ini menjadi kesempatan yang menarik bagi para penanam buah karena sudah langka di jumpai di toko-toko buah. Upaya mengembangkan tanaman yang sudah sulit untuk dijumpai di pasaran disambut baik oleh masyarakat.

Pemerintah menyadari pentingnya pengembangan usaha untuk mencegah devisitnya produksi buah di Indonesia. Maka dari itu, pengubahan cara pandang masyarakat Indonesia yang lebih memilih buah impor terus diupayakan. Selama ini, pemerintah sudah mengupayakan untuk memantapkan buah lokal dengan meningkatnya ketersediaan pangan serta meningkatnya diversifikasi konsumsi pangan. Untuk mencapai sasaran tersebut kebijakan yang ditempuh dengan meningkatkan ketahanan melalui upaya peningkatan produksi, daya beli masyarakat, pemasaran dan distribusi , kemampuan penyediaan buah lokal serta kebijakan harga itu sendiri.

Rencana untuk meningkatkan daya jual produk lokal sudah ada namun dalam kenyataan masih sering dijumpai kelemahan dalam mengembangkan produk-produk pertanian yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap masalah-masalah pemasaran dalam produk buah lokal tersebut.  Hal ini menyebabkan efiesiensi pemasaran menjadi rendah karena tingginya biaya pemasaran. Sumber

Banyak kelebihan dari buah local di bandingkan dengan buah  impor. Tutur ketua Agritektur, “ Buah dari luar harus diawetkan dulu, ada proses bioteknologi, jadi sayuran atau buahnya tetap segar walau perjalanan jauh. Padahal makanan itu tidak didesain untuk perjalanan panjang.Kalau lokal, meskipun bukan bahan pangan organik, memiliki rasa yang lebih baik dan nutrisi lebih tinggi karena dipanen saat benar-benar matang. Bahan pangan juga dijual segar setelah dipanen,” Sayuran dan Buah Lokal Lebih Sehat dari Produk Impor 

Pada dasarnya keputusan dari perkembangan Indonesia di segala aspeknya bergantung pada masyarakatnya sendiri, apakah dia mencintai apapun tentang Indonesia atau tidak.

Oleh:

Anna Puspa

Stevanus Dwiky

Bonifasius Donny

Elisabeth N Toby

Muryaningsih


2 responses to “Buah Lokal Berjaya”

  1. Rencana untuk meningkatkan daya jual produk lokal sudah ada namun dalam kenyataan masih sering dijumpai kelemahan dalam mengembangkan produk-produk pertanian yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap masalah-masalah pemasaran dalam produk buah lokal tersebut. Hal ini menyebabkan efiesiensi pemasaran menjadi rendah karena tingginya biaya pemasaran. Sumber

Leave a Reply to investasi saham Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php