'Logi Blog

Air! Air! Sumber air su’ ada…

Posted: December 4th 2015

Halo teman-teman. Senang sekali rasanya bisa mendapat kesempatan lagi untuk menulis sesuatu yang berguna. Beberapa waktu lalu saya menulis tentang upaya identifikasi makhluk hidup dengan metode molekuler dan pemberian informasi tentang satwa Indonesia yang harus dilindungi. Sekarang saatnya merencanakan aksi nyata yang akan dilakukan untuk upaya konservasi tersebut. Pada saat ini, saya tidak akn membahas tentang burung rangkong atau gajah Sumatra lagi. Lokasi dan wilayah teritori hewan-hewan itu yang begitu luas nampaknya sangat sulit untuk saya ikuti dan mengusahakan konservasinya. Maka kali ini saya sebagai pemula yang akan merencanakan kegiatan konservasi akan memulainya dengan merancang rencana konservasi sumber kehidupan yaitu AIR.

Air sangat penting bagi kehidupan makhluk di bumi karena sebagian besar dari sel-sel makhluk hidup terdiri dari cairan. Dalam hal ini, yang sangat dipengaruhi oleh keberadaan air adalah tanah dan akan berimbas pada tumbuhan-tumbuhan. Penggunaan dan ketersediaan air yang tidak seimbang akan berakibat buruk pada lingkungan sekitarnya, maka diperlukan satu langkah untuk mengendalikannya seperti konservasi air. Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin dan pengaturan waktu aliran yang tepat sehingga tidak terjadi banjir yang merusak pada musim hujan dan terdapat cukup air pada musim kemarau.

Makin meluasnya lahan kritis dan penyebarannya merubah fungsi hidrologi daerah aliran sungai, sehingga perlu dilakukan konservasi ini untuk mencegah hilangnya volume besar air melalui aliran permukaan. Konservasi yang paling sederhana dapat dilakukan oleh kita yaitu penggunaan air hujan dengan seefisien mungkin. Pendekatan yang sederhana untuk mengefisienkan penggunaan air  dapat dengan pemilihan tanaman yang sesuai pada lahan tersebut atau dengan konservasi air menggunakan mulsa, atau gulud.

Teknik konservasi air dapat dengan mengurangi penguapan air permukaan sebanyak-banyaknya di daerah-daerah cekungan atau lembah, sehingga air yang tersimpan dapat digunakan sebagai sumber air pada musim kemarau maupun dalam waktu yang lebih pendek. Pada pegunungan juga dapat dilakukan konservasi air.  Konservasi air pada pegunungan atau daerah kering sudah sering dapat dijumpai di lingkungan sekitar, contohnya penggunaan embung sebagai tempat penyimpanan air. Selain dapat menyimpan air, embung dapat digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan dan tempat pemancingan.

Konservasi air yang saya nilai sangat penting ini akan saya lakukan dengan menyimpan sediaan air permukaan menggunakan embung. Embung merupakan bangunan yang sengaja dibangun dan berfungsi selain sebagai pemanen aliran permukaan dan air hujan, juga sebagai tempat resapan yang akan mempertinggi kandungan air tanah. Embung dapat menjadi alternatif penyimpanan air hujan untuk persediaan selama musim kering. Saya berencana akan membangun embung di tempat yang kekeringan misalnya pada lahan sisa kebakaran. Hutan yang baru saja dilanda kebakaran akan berkurang kemampuannya dalam menyimpan air permukaan sehingga dapat saja terjadi longsor, terutama pada tanah yang memiliki kemiringan permukaan yang tinggi.

Pembangunan embung pada daerah sisa kebakaran diharapkan dapat menyimpan sediaan air pada lahan tersebut sehingga pada musim kemarau tanaman juga dapat kesempatan untuk tumbuh. Embung akan dibangun pada lahan dengan kemiringan 5-30% agar limpasan air permukaan cepat mengisi embung dan sebaliknya air dari embung dapat dengan mudah disalurkan ke lahan kering sisa kebakaran secara gravitasi. Tanah bertektur liat dan lempung sangat cocok untuk pembuatan embung. Namun jika kondisi tanah tidak mendukung pembangunan embung, maka perlu dilapisi dengan terpal besar untuk mencegah air dapat hilang melalui perkolasi.

Embung yang akan dibangun pada lahan yang tanahnya cocok (liat atau lempung), maka tidak diperlukan terpal, sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan embung. Namun pada lahan yang memelukan bantuan terpal untuk pembangunan embung, maka biaya akan lebih tinggi. Rencana pembangunan embung ini juga masih dalam rencana kasar karena saya belum mengetahui tektur tanah dari lahan yang akan dibangun embung. Embung ini sendiri rencananya akan dibuat seluas 20m x 20m x 4m. Pada lahan yang membutuhkan terpal, kira-kira membutuhkan dana kasar sekitar Rp 30 juta/8hari dan beberapa bahan termasuk terpal Rp 8 juta/900m2. Sedangkan pada lahan dengan tanah liat hanya butuh biaya jasa penggerukan dengan alat berat sekitar Rp30juta/8hari dan beberapa bahan tidak termasuk terpal adalah Rp 2,6juta/900m2.

Dana yang besar ini, mengharuskan saya untuk mendapatkan sponsor atau bahkan hibah dari pemerintah. Maka diperlukan pembuatan proposal pengajuan hibah pada pemerintah. Selain bantuan dari hibah, saya juga akan mengajak penduduk sekitar atau relawan dengan bentuk sosialisasi untuk bergotong royong membangun embung ini. Setelah pembangunan embung berjalan dengan baik, masyarakat dapat memanfaatkan air yang tertampung sebagai sumber air untuk tanaman hutan sisa kebakaran atau perkebunan pada lahan tersebut. Selain itu, relawan-relawan yang mengadakan aksi penghijauan sangat diapresiasikan dalam mengembalikan ekosistem lahan sisa kebakaran ini.

Pembangunan embung ini hanya dapat menyimpan dan mengairi lahan sisa kebakaran dalam radius tertentu. Sehingga, jika kebakaran terjadi sangat luas maka akan diusahakan pembangunan embung pada titik yang lain untuk mendukung konservasi air ini. Adapun kelebihan dari embung ini diantaranya:

  1. Dapat menyimpan air berlimpah pada musim hujan sehingga aliran permukaan, erosi dan bahaya banjir di daerah hilir dapat dikurangi serta dapat dimanfaatkan di musim kering
  2. Dapat menunjang pengembangan usaha tani di lahan kering khususnya subsektor tanaman pangan, perikanan dan peternakan
  3. Menampung tanah tererosi, sehingga memperkecil sedimentasi ke sungai

Sementara kekurangannya adalah:

  1. Perlu tambahan biaya dan tenaga untuk pemeliharaan, karena daya tamping embung berkurang akibat adanya sedimen yang ikut tertampung
  2. Jika dilapisi plastik tentunya akan membutuhkan tambahan biaya.

hmmm.. sepertinya rencana ini sangat berat yaa.. Tapi saya coba dulu saja, karena hutan sangat vital dan perbaikan tanah kering sangat sulit untuk kembali seperti semula.

Rencana yang sederhana?
Banyak sekali rencana sederhana yang bisa dilakukan. Sementara ini, personal action yang mungkin dapat dilakukan adalah mengikuti kegiatan-kegiatan sosial mendukung pelestarian lingkungan dan ikut menyumbangkan uang saku untuk beberapa komunitas pecinta lingkungan. Selain itu, personal action yang dapat dilakukan adalah ikut mengembangkan ide-ide perbaikan lingkungan berdasarkan dari beberapa ilmu yang telah diperoleh selama menjadi mahasiswa. Ide-ide tersebut misalnya perbaikan kualitas tanah dengan mikroba, dan mempercepat suksesi perbaikan lahan yang gundul, yang mana dari ide-ide tersebut akan diajukan pada pemerintah untuk menjadi proyek seperti proyek embung diatas.

Semoga rencana dapat terealisasikan setelah lulus dari fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Amin..

Subagyo, et al. 2005. Teknik Konservasi Lahan Kering. Pusat Penelitian Tanah. Bogor


19 responses to “Air! Air! Sumber air su’ ada…”

  1. beathrine says:

    Wawww upaya yg bagus. Hebat kamu memperhatikan hal kecil seperti air yg padahal sangat kita butuhkan dlm kelangsungan hidup shari-hari. Boleh juga tu saya diajak dalam proyeknya nanti kalau terealisas hehhee.
    tetapi yg saya masih bingung mengapa Pembangunan embung akan dilakukan pada daerah sisa kebakaran? Saya masih kurang mengerti maksudnya. Trims, smoga rencana terealisasi yaa. Keep caring your environment!

    • Ranti says:

      halow beathrine. maaf mungkin artekel saya tidak begitu kamu pahami. maksud saya di sini membangun embung pada lahan sisa kebakaran karena saya ingin mengantisipasi supaya tidak terjadi aliran air permukaan yang berlebih. Seperti yang kita tau bahwa lahan yang miring tanpa pohon berakibat besar menjadi longsor. Maka akan saya usahakan hal tersebut tidak terjadi. Sebenarnya banyak tempat yang baik untuk pembangunan embung ini, tapi sepertinya lahan sisa kebakaran lebih membutuhkan pembangunan ini untuk mencegah bencana longsor terjadi dengan menahan berlebihannya aliran air pada permukaan lahan miring sisa kebakaran.. btw, trims sudah berkomen…

  2. Berliani Christy says:

    Bisa dibilang ini proyek yang besar ya Ranti… tapi semoga saja dapat terealisasikan pada akhirnya ya, sehingga dapat meminimalkan peluang terjadinya bencana lainnya. sarannya, selain dibangun embung, boleh juga dibarengi dengan reboisasi. sehingga dengan penataan dan pengelolaan yang baik nantinya embung dan lingkungan sekitarnya dapat pula dijadikan sebagai sarana rekreasi. sukses ya untuk rencananya..

    • Ranti says:

      hallo berly. ya, ini memang proyek besar dan semoga saja dapat terealisasikan. ya, saya juga sangat mendukung gerakan penanaman yang mana nanti sumber air dapat diperoleh dari embung ini. rekreasi bukan sebagai tujuan utama sih ya, tapi kalau proyek ini sudah berjalan dengan baik dan pohon2 dapat tumbuh dengan lancar di sekitaran embung tersebut, akan dikembangkan menjadi tempat wisata. trims komennya 🙂

  3. yuniafrischilla says:

    selain 3 kelebihan yang sudah ditulis diatas, apakah ada lagi kelebihan serta manfaat dari rencana pembuatan embung ini?
    semoga rencana ini segera terealisasi ya… thanks

  4. ayusuraduhita says:

    aksi yang baik ranti! Lanjutkan dan komitmen ya agar aksimu dapat berjalan dengan lancar

  5. handiprihanto says:

    Air sangat diperlukan oleh banyak makhluk hidup baik itu manusia, hewan dan tumbuhan dalam kegiatannya setiap hari, dengan proyek konservasi air ini diharapkan dapat mengatasi krisis air di berbagai tempat. semoga rencana proyek ini dapat diwujudkan, trmksh infonya

  6. yosephsurya says:

    tidak ada yang tidak mungkin, ya siapa tau proposalmu berhasil disetujui pemerintah.. bisa sebagai aksi nyatamu melakukan konservasi

  7. Andreasandhika says:

    Wow, ini rencana besar dan kalau terealisasi ini merupakan sebuah prestasi tersendiri. Lanjutkan hal yang tidak mudah ini, karena pasti ada rintangan-rintangan yang menghadang.
    Semangat dan Selamat Membangun Negeri Tercinta demi Kebaikan Bersama.

  8. Ganang Madyasta says:

    Hmmm… Mungkin selain hal-hal yang telah kamu paparkan bisa ditambahkan dengan menghemat air. Banyak air yang terbuang gara-gara kelalaian kita seperti lupa mematikan kran air, membuang botol yang masih berisi air, dan masih banyak lagi. Semoga rencanamu dapat terealisasikan dengan baik. 🙂

  9. hervierarosita says:

    🙂 artikel yang menarik. Aksi yang tergolong besar ini akan mudah terealisasi apabila kamu mendapatkan banyak dukungan. saya juga akan mendukung aksi ini, karena tanpa air, kita manusia bisa apa?

  10. Krisna Dewantara says:

    Bagus sekali dengan tujuan merestorasi daerah bekas kebakaran hutan, namun untuk pembuatan embung sebaiknya menginisiasi masyarakat dan membuat proposal atas nama masyarakat agar nantinya pemanfaatan embung dapat langsung dirasakan dan masyarakat mau mengelola embung tersebut secara berkelanjutan. Mungkin untuk embung dilahan miring harus benar2 diperhatikan tekstur tanah, kalau salah justru akan memperparah terjadinya longsor.
    Mungkin penyederhanaan konservasi air dapat membuat sistem penampungan air hujan sederhana menggunakan drum.
    Ada banyak sekali sistem lain selain embung yang dapat diaplikasikan dengan biaya rendah. Coba saja untuk berinovasi

  11. lince says:

    action plan yang bagus ranti 🙂 Semoga ini aksimu ini nyata ya. Saat ini air sudah mulai krisis, yookkk kita bangun kesadaran masyarakat untuk gunakan AIR dengan bijak. FIGHTING !

  12. agustinuscandra says:

    sudah seharusnya sebagai mahasiswa yang tugasnya belajar dan mendalami ilmu yang ada, kita harus menggunakan ilmu itu untuk dapat melestarikan alam kita. Seperti yang dikatakan Ranti, sebagai anak teknobiologi yaitu dengan cara menggunakan bakteri tanah dalam upaya konservasi air. Sehingga apa yang kita pelajari tidak menjadi sia-sia dan dapat digunakan bagi kelangsungan hidup manusia.

  13. yulianrozi says:

    Menarik. Saat ini air memang banyak menjadi masalah, terutama di daerah sekitar hotel atau mal yang besar. Konservasi sumber air sendiri nantinya akan sangat penting bagi kita semua.

  14. aksi yang baik ranti! Lanjutkan dan komitmen ya agar aksimu dapat berjalan dengan lancar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php