Pelangi Asmara

Permintaan Tolong para Nepenthes

Posted: December 4th 2014

Perkenalkan, aku Nepenthes atau di Indonesia sering disebut “kantung semar”. Tumbuhan karnivora yang cantik dan memiliki beragam jenis yang unik. Mengapa unik? Aku memiliki daun yang berbentuk kantung yang aku gunakan untuk makan. Nyam nyam…. Aku dan teman-temanku memiliki bentuk kantung yang berbeda-beda dan gradasi warna yang beragam pula.

nephentes sumatrana

Gambar 1. Nepenthes sumatrana

nepenthes dubia

Gambar 2. Nepenthes dubia

Nepenthes_peltata9

Gambar 3. Nepenthes peltata

Nepenthes-klossii

Gambar 4. Nepenthes klosii

Foto diatas adalah aku dan teman-temanku. Cantik bukan? Beberapa jenis dari kami merupakan tumbuhan endemik Indonesia lho yang tidak ditemukan di negara manapun, hanya di Indonesia.

Namun yang keberadaanku di hutan Indonesia sudah terancam. Bagaimana tidak, rumahku yang sangat nyaman banyak di rusak oleh manusia untuk dijadikan perkebunan, dijadikan perumahan, pohon-pohon teman kami juga banyak ditebang untuk diambil kayunya. Selain itu kebakaran yang sering melanda juga merusak rumah kami dan tentunya merusak diri kami sendiri.

nepenthes burn 2

Gambar 5. Nepenthes yang terbakar

nepenthes lose 2

Gambar 6. Hutan yang gundul

Kami para Nepenthes banyak hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan dan juga ditemukan di Sulawesi, Maluku, dan Papua namun dalam jumlah sedikit. Kami tersebar mulai dari hutan di daerah pantai sampai di dataran tinggi. Saat ini di Pulau Sumatera dan Kalimantan sedang maraknya masalah degradasi dan kebakaran hutan. Foto di atas  adalah salah satu temanku yang terkena musibah kebakaran hutan, sedangkan foto kedua adalah hilangnya rumah kami, yaitu hutan akibat penebangan. Sangat menyedihkan.

Karena rupa kami yang cantik, manusia juga sering mengambil kami untuk dijual kepada para kolektor tumbuhan atau yang hanya sekedar penasaran dengan kami. Harga jual kami dipasaran cukup tinggi lho, apalagi untuk teman-teman kami yang termasuk langka bisa mencapai harga puluhan juta rupiah.

Padahal menurut Pak Muhammad Mansur (peneliti pada Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)), kami para Nepenthes yang memiliki akar serabut sangat sensitif jika dicabut begitu saja dari tempat hidup kami. Dalam waktu satu minggu biasanya kami akan mati jika tidak tahu cara merawatnya. Pembeli yang membeli Nepenthes tersebut rugi karena telah membeli mahal, alam juga rugi karena kehilangan kami karena kami merupakan tumbuhan yang lama tumbuh. Lebih lanjut, Pak Muhammad Mansur mengatakan bahwa pembeli-pembeli kantung semar lebih banyak dari dalam negeri, karena mereka yang di luar negeri biasanya akan menolak jika bukan hasil budidaya. Mereka tahu jika yang berasal dari alam akan lebih cepat mati jika dicabut. Mereka yang dari luar negeri  biasanya membeli yang hasil budidaya, karena lebih kuat.

Sangat disayangkan ya, kebanyakan pembeli tidak tahu akan hal tersebut. Karena ulah-ulah manusia tersebut, aku dan teman-temanku dalam keadaan yang terancam. Berikut ini beberapa teman-temanku yang masuk dalam kategori Endangered menurut IUCN Red List, yaitu Nepenthes adnata dan Nepenthes boschiana. Teman-temanku yang masuk dalam kategori Critically Endangered menurut IUCN Red List, yaitu Nepenthes aristolochioides, Nepenthes clipeata, Nepenthes dubia, Nepenthes klossii, Nepenthes lavicola, Nepenthes aristolochioides, Nepenthes rigidifolia, dan Nepenthes sumatrana. Kami semua endemik Indonesia lho. Sangat disayangkan jika kami harus punah di rumah kami sendiri.

Nah, sekarang kita minta pendapat salah satu Mahasiswa Teknobiologi yuk, apakah bisa membantu para Nepenthes yang sedang terancam ini.

N : Nepenthes

MT : Mahasiswa Teknobiologi

N         : Selamat siang kak, saya Nepenthes. Ingin bertanya, dengan keadaan kami yang sedang terancam ini, apakah ada hal yang bisa dilakukan untuk menolong kami? kami para Nephentes sedang dalam keadaan yang terancam di negara kami sendiri.

MT      : Selamat siang adik Nepenthes yang cantik. Saya turut sedih dengan keberadaan kalian yang merasa terancam di negeri sendiri. Jangan khawatir, saya akan berusaha membantu. Banyak sekali spesies dari Nephenthes yang sampai saat ini belum diidentifikasi. Untuk kedepannya saya dapat mengidentifikasi jenis-jenis Nepenthes untuk memudahkan untuk menentukan apakah termasuk dalam jenis langka atau tidak. Identifikasi dapat dilakukan dengan morfologi maupun molekuler.

Kemudian saya dapat belajar untuk cara pembudidayaan Nepenthes dan memparaktekkan budidaya tersebut. Kemudian mensosialisasikan cara pembudidayaan dan sosialisasi tentang Nepenthes hasil budidaya yang ternyata lebih unggul dalam hal ketahanan hidup sehingga para Nepenthes yang ada di alam tidak terusik. Saat ini sudah ada beberapa penelitian tentang pengembangbiakan Nepenthes, baik dengan biji, stek, maupun kultur jaringan. Cara-cara tersebut dapat saya pelajari dan praktekan sehingga dapat mengembangkan Nepenthes dengan baik.

Di Indonesia terdapat Kebun Raya Cibodas dimana disana juga merupakan tempat konservasi Nepenthes yang langka dan terancam punah. Selain itu terdapat Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI) yang merupakan komunitas pecinta tanaman karnivora yang banyak bergerak di bidang konservasi Nepenthes. Saya dapat berperan serta dalam komunitas dan badan pemerintahan dalam rangka konservasi Nepenthes. Dalam rangka mendukung konservasi, tentunya saya juga tidak akan membeli Nepenthes yang dijual yang merupakan hasil tangkapan dari alam.

Ikut memantau perdagangan Nepenthes di dunia maya maupun nyata dan melaporkannya dapat juga menjadi tindakan yang real dapat dilakukan. Seperti yang banyak diketahui, masyarakat saat ini banyak menggunakan media online untuk berdagang organisme langka. Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dimana Nepenthes termasuk tumbuhan yang dilindungi. Hal ini berarti pemanfaatan langsung dari habitat tidak boleh dilakukan, misalnya mengambil dari hutan lalu dijual. Sehingga melaporkan perdagangan yang terjadi merupakan hal yang dibenarkan.

N         : Lalu bagaimana dengan rumah kami yang di rusak? Kami juga tidak bisa hidup jika rumah kami dirusak.

MT      : Ikut berperan dalam penghijauan hutan adalah hal yang dapat saya lakukan. Sekarang ini sudah banyak gerakan penanaman pohon dan banyak gerakan yang menentang perusakan hutan sehingga bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut diharapkan memberikan pengaruh yang besar dalam mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum dan peraturan yang telah dikeluarkan. Seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa penegakkan hukum di luar pulau jawa sangat lemah. Sehingga sebagai orang diluar pemerintah saya hanya dapat terus mendesak pemerintahan agar memberlakukan dengan baik undang-undang yang sudah dikeluarkan.

N         : Terima kasih kasih, semoga usaha tersebut efektif dan berjalan dengan baik sehingga kami para Nepenthes dapat terus lestari di rumah kami sendiri.

Demikianlah kisah sekaligus curahan hati para Nepenthes yang sedang gundah gulana di negeri sendiri. Semoga pertolongan segera terwujud dan tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca. Lebih baik lagi jika ada yang tergerak untuk membantu menyelamatkan para Nepenthes. Terima kasih 🙂

 

 

 

Akhriadi, P dan Hernawati. 2006. A field guide to the Nepenthes of Sumatera. Published by PILI- NGO Movement and Nepenthes Team.

Clarke, C. 1997. Nepenthes of Borneo. Natural History Publications, Kinabalu

Departemen Kehutanan. 2003. Kumpulan peraturan perundang-undangan bidang kehutanan dan konservasi. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat.

http://www.tempo.co/read/news/2014/04/14/095570466

www.iucnredlist.org

http://tanamanbuas.proboards.com/

Witarto, A.B. 2006. Protein Pencerna di Kantong Semar. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. http://www.lipi.go.id.

 

 


9 responses to “Permintaan Tolong para Nepenthes”

  1. Jacqueline says:

    hai Nepenthes 🙂 bagaimana kalau kamu di budidayakan saja oleh para petani, sehingga populasimu tetap banyak dan keindahanmu dapat dinikmati oleh masyarakat luas??

    • pelangiasmara says:

      hai kak Jacqueline. ide yang bagus, bisa meningkatkan pendapatan para petani juga ya. tapi sekarang mungkin yang harus difokuskan dulu adalah menemukan cara yang paling efektif untuk pengembangan Nepenthes sehingga kemudian bisa diaplikasikan oleh banyak kalangan

  2. novia11 says:

    Waw ternyata hampir semua Nepenthes itu endemik yaa, yang ingin saya tanyakan apakah di CITES sudah melindungi perdagangan flora ini?jika sudah masuk dalam kategori apa?

    • pelangiasmara says:

      dari hasil pencarian, belum ada Nepenthes endemik Indonesia yang terdaftar dalam kategori dari CITES. saya juga belum tau mengapa belum masuk ke CITES tapi saya coba cari2 lagi ya nov 🙂

  3. dayin says:

    infomasi yang dipaparkan cukup menarik terlebih penyajian informasi yang disampaikan dalam bntuk narasi atau kisah ttg si kantung semar yang makin terancam keberadaannya.
    Hal yang ingin saya tanyakan,untuk teknik dan proses budidaya sendiri. Medium dan teknik seperti apa yg sangat tepat dan cocok untuk budidaya kantung semar guna mengurangi terjadinya kesalahan? Berapa presentase keberhasilan teknik yg digunakan guna mengurangi resiko terjadinya kesalahan terlbih karakteristik dari tanaman kantung semar itu sendiri sangat senstif?
    terima kasih

    • pelangiasmara says:

      halo dayin. teknik pengembangan untuk di Indonesia sedang di teliti untuk menemukan cara yang paling efektif. cara pengembangan diantaranya memakai biji dan stek namun Nepenthes cukup sulit tumbuh dan memerlukan perawatan yang rumit. yang cukup memberikan harapan saat ini adalah kultur jaringan. selengkapnya dapat dibaca pada jurnal penelitian ini : https://journal.ipb.ac.id/index.php/jhi/article/download/4085/11118
      dimana pada penelitian tersebut digunakan berbagai macam media untuk menguji yang paling baik

  4. adeirma says:

    Huhuhuhu T.T kasian adek-adek Nepenthes di luar sana.
    Semoga para adek adek Nepenthes dapat terselamatkan dengan baik biar anak anak di masa depan masih tetap bisa melihat Nepenthes yang lucu lucu ini 😀

    Nice articel Dew 😀

  5. Inge says:

    pertama… ijinkan aku beri 4 jempol buat Nepenthes yang berani bersuara di blog ini… suka banget deh sama tulisanmu…
    Kedua… aku kasian liat foto nepenthes temenmu yang pada kebakar di hutan… hiks hiks… adek nepenthes kamu harus bertahan ya… udah ada bank benih yang nyimpen benihmu blom?
    ke’empat… aku mau menghimbau bapak2 ibu2 semua yang baca comment’ku ini. ngga mau kehilangan uang gara2 berusaha beli nepenthes trus baru dipelihara sebentar langsung mati kan? so, jangan coba2 pelihara nepenthes ilegal dah…
    sebaiknya, media2 yg membahas cara memelihara nepenthes juga harus dibatasi. biarkan yang tahu hanya orang2 yang bener2 PEDULI Nepenthes dan punya hati untuk konservasinya…
    sepertinya untuk keperluan konservasi, pemerintah juga perlu memblokir situs2 terkait perdagangan Nephentes… *mengundang juga para Hackers untuk berperan serta jadi ng’hack jangan cuma buat iseng2 gangguin orang tapi bisa buat bantu aksi konservasi… hehe… GOOD JOB Nepenthes… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php