Oswaldia Roga

Wisata Alam amankah bagi Organisme??

Posted: September 20th 2013

Bulan Maret 2013 tepatnya tanggal 23 – 24, Anggota Kelompok Studi Biologi (KSB) berjumlah 24 orang melakukan kegiatan rutinitas tiap tahunnya yaitu menyusuri suatu tempat yang cukup ekstrem. Tempat dimana ekosistem hewan yang menyukai kegelapan, dan memiliki ornament-ornamen atau kastil-kastil yang menarik. KSB malakukan susur goa tepatnya di goa Seplawan. Perjalanan yang ditempuh cukup lama dengan waktu hampir 2 jam, menyusuri jalan dengan kecuraman hampir 90O, dan tentunya banyak kejadian-kejadian lucu yang dialami teman-teman peserta susur goa Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, dengan rangkaian acara melihat keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalam goa, menjelaskan sedikit pengetahuan kepada teman-teman peserta khususnya semester 2 tentang pengukuran CO dan DO, dan mengamati ornamen-ornamen goa yang terbentuk. Selain itu juga kita membuat rumus bunga pada tanaman yang ada di wilayah goa Seplawan. Rumus bunga ini diperoleh pada kuliah Struktur Perkembangan Tumbuhan, dan tentunya bagi angkatan tua (ehem, ehem) membuat rumus bunga … Read more


Kearifan Lokal: KEBEKOLO

Posted: June 16th 2013

Kebekolo, teknik konservasi lahan di NTT Kebekolo merupakan barisan-barisan tumpukan kayu atau ranting yang disusun atau direntang memotong lereng perbukitan pada lahan kering. Kebekolo ini merupakan suatu teknik pertanian yang dilakukan oleh warga Ende Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan rentannya kejadian longsor mengingat topografi dari tanah NTT yang memiliki kecuraman tinggi dan merupakan daerah perbukitan. Selain itu top soil dari tanah wilayah NTT tergolong dalam top soil tipis, sehinggaa rentan terhadap kejadian longsor. Jarak antara tumpukan satu dengan tumpukan lain dibuat semakin rapat jika tingkat kemiringan lahan kering tersebut semakin tinggi. Teknik kebekolo ini sangat efektif menahan erosi tanah permukaan. Namun kelemahan dari kebekolo adalah teknik ini tergantung pada ’umur’ tumpukan kayu dan ranting tersebut. Bila kayu atau ranting yang digunakan sudah menjadi lapuk atau membusuk lalu rapuh dan hancur, tentunya teknik ini menjadi tidak efektif untuk menahan erosi. Resikonya para petani harus secara … Read more


Kau Bukan Anakku.. (tes DNA di balik layar)

Posted: May 28th 2013

“Sandra terkejut melihat hasil tes DNA tersebut. Ternyata bayi yang dikandung Marina bukannya anak Gilang, melainkan anak Dana…” Begitulah salah satu sinopsis sinetron Aliya yang tampil di layar kaca Indonesia. Istilah tes DNA  kini sudah sangat familiar di tengah masyarakat Indonesia, bahkan dunia hiburan pun seperti sinetron pun sering menggunakan istilah ini untuk menarik perhatian penonton. Bemacam-macam kasus nyata mengenai dilakukannya tes DNA  juga telah terjadi di Indonesia  Beberepa contohnya yaitu kasus pembuktian anak Mayang Sari, pembunuhan berantai Ryan, kasus bom J.W. Marriot dan Ritz Carlton,  kasus identifikasi korban pesawat Sukhoi serta kasus perburuan teroris Noordin M. Top. Berkat tes DNA, proses penyelidikan pun terbantu dan kebenaran lebih mudah terungkap. Tes DNA dapat dilakukan untuk tujuan pribadi seperti mengenai paternitas atau tujuan umum seperti kasus-kasus untuk kepentingan  forensik. Nah sebenarnya apa sih DNA itu? Bagaimana tes DNA itu dilakukan? Apakah akurat? Biayanya? Dimana bisa melakukan tes DNA? Sejumlah pertanyaan mungkin … Read more


my risett :(

Posted: May 27th 2013

haloo blogerss, tulisan pertama saya ini, akan bercerita mengenai rencana penelitian saya yang proposalnya sudah saya buat dalam tugas metodologi penelitian 😀 proposal ini, akan melakukan identifikasi Begonia kelimutuensis dan hubungan kekerabatan dengan begonia lain menggunakan teknik PCR-RAPD. Tanaman Begonia kelimutuensis merupakan tanaman endemik TN. kelimutu di Ende Flores yang baru ditemukan dalam hasil studi LIPI-komunitas Flora dan Fauna Taman Nasional Kelimutu. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui hubungan kekerabatan B. kelimutuensis dengan tanaman begonia lainnya sehingga dapat diketahui apakah tanaman ini merupakan yang tetua dari begonia lain atau begonia jenis baru. Metode RAPD  merupakan metode baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom. metode ini menggunakan oligonukleotida pendek sebagai primer yang akan berikatan dengan bagian komplemennya. Primer tunggal memilih secara random daerah-daerah genom urutan DNA tertentu untuk amlifikasi dan biasanya ditemukan dalam kisaran DNA 0,2 dan 3 kb. RAPD digunakan sebagai penanda genetik untuk memdedakan populasi dan menentukan … Read more


Hello world!

Posted: May 8th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php