Watch and Learn

Hiu Kalimantan : Pemangsa yang dimangsa

Posted: September 5th 2015

Hiu Kalimantan (Carcharhinus borneensis)

Hiu adalah predator puncak dan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Hiu Borneo memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan jenis hiu lainnya. Hiu Borneo memiliki moncong yang panjang dan pipih serta memiliki pori di samping mulutnya dan memiliki gigi yang tajam dan rahang yang kuat seperti kebanyakan hiu lainnya. Hiu Borneo memiliki ukuran maksimal 70 cm saja (lebih kecil dibanding hiu jenis lainnya). Hiu Borneo memiliki habitat di daerah pantai, persebarannya berada di Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).

hiu112

Klasifikasi Hiu Borneo adalah sebagai berikut:

Kingdom     :Animalia
Phylum        :Chordata
Subphylum :Vertebrata
Superclass  :Gnathostomata
Class            :Chondrichthyes
Subclass      :Elasmobranchii
Superorder  :Galeomorphii
Order           :Carcharhiniformes
Family         :Carcharhinidae
Genus          :Carcharhinus
Species        :Carcharhinus borneensis

Hiu Borneo merupakan jenis hiu yang sudah mulai tidak terlacak keberadaanya, Hiu Borneo terakhir terlacak keberadaanya pada tahun 1937.Diperkirakan 90% populasi hiu di beberapa lokasi di dunia mengalami penurunan drastis. Spesies ini diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati dan tulang rawannya.
Mengatur perdagangan adalah kunci untuk melindungi spesies penting ini dan memastikan laut tetap produktif berkontribusi untuk ketahanan pangan. Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian Hiu Borneo adalah dengan memberikan larangan perburuan hiu dengan alasan apapun. Perburuan secara tidak terkontrol yang dilakukan oleh manusia inilah yang menyebabkan terancam punahnya berbagai spesies hiu dan organisme laut lainnya.
Upaya lain yang dapat dilakukan agar dapat melestarikan Hiu Borneo adalah dengan melakukan pendataan terhadap spesies tersebut dan melacaknya kemudian dibuat lembaga konservasi untuk melakukan penangkaran spesies tersebut agar lebih terkontrol perkembangannya.

Daftar Pustaka

Compagno, L.J.V., 1979. Carcharhinoid sharks: morphology, systematics and phylogeny. Unpublished Ph. D. Thesis, Stanford University.

Compagno, L.J.V. 2009. Carcharhinus borneensis. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.2.

Fowler, H.W., 1941. The fishes of the groups Elasmobranchii, Holocephali, Isospondyli, and Ostariophysi obtained by US Bureau of Fishing             Steamer ALBATROSS. Bull.U.S.Natl.Mus., 100(13):879 p.

Garrick, J.A.F., 1982. Sharks of the genus Carcharhinus. NOAA Tech.Rep.NMFS Circ., (445):194 p


12 responses to “Hiu Kalimantan : Pemangsa yang dimangsa”

  1. hervierarosita says:

    hiu kalimantan ini menurut IUCN dikategorikan sebagai apa?

  2. etti14 says:

    hiu juga termasuk hewan yang tinggi protein, oleh karena itu juga hewan ini diburu karena kandungan proteinnya,,,hewan ini juga harus di jaga loo 🙂

  3. Stefanie G. I says:

    Artikel yang sangat menarik, mungkin bisa diperbanyak informasi tentang hiu kalimantan. untuk tambahan saja, hiu ini banyak diperdagangkan di pasar2 tradisional di Kalimantan termasuk bayi2 hiu. sebaiknya pemerintah lebih memerhatikan spesies ini agar spesies ini tetap lestari.

  4. Ranti says:

    memang yang utama dari konservasi ini berawal dari manusia yang sadar diri. Tuh bener ya orta jangan asal beli jamu cina yang ada siripnya ! hihi

  5. Armae Dianrevy says:

    Wah, informasi yang menarik, ternyata ada hiu mini dari Kalimantan. Hiu memang memiliki kandungan protein yang tinggi dan khasiatnya sebagai obat atau makanan untuk meningkatkan energi. Menurut saya, karena ukurannya yang kecil ini kemungkinan masyarakat kurang menyadari bahwa itu adalah ikan Hiu. Perlu adanya peningkatan ataupun peninjauan kembali dalam pelestariannya. Saya ingin bertanya, apakah ada informasi terkini mengenai keberadaan Hiu Borneo tersebut?

  6. Anna Saranti says:

    hewan laut memang sulit untuk di konservasi karena belum tentu dia berada pasti dalam satu tempat. semangat konservasi ya..

  7. laurensianachandrika10 says:

    sangat disayangkan kalau hiu kalimantan harus punah… save hiu kalimantan 🙂

  8. nicolauslibriesta says:

    mengapa belum ada lembaga konservasi yang menangani tentang hiu borneo ini?padahal IUCN sudah menetapkan hiu borneo sebagai hewan yang terancam punah(endangered)

  9. destri says:

    Hiu yang selama ini ditakuti oleh manusia ternyata malah terancam punah. Miris ya klau hiu bnyak yang mati hanya karna diambil siripnya… Selain usaha diatas, dapat juga dengan mengubah stigma dan kepercayaan masyarakat tentang khasiat sirip ikan hiu tsb atau sirip hiu yang digunakan untuk konsumsi dapat diambil dari hiu yang berasal dari penangkaran..

  10. garvin says:

    apakah udh ada upaya nyata lembaga seperti WWF atau yg lain dalam melestarikan nya?

  11. Orta Yudhistira says:

    mohon maaf baru dapat membalas komentar dr teman2 sekalian, untuk menjawab pertanyaan Nico dan Garvin mungkin Hiu Borneo dan beberapa jenis hiu lainnya sulit dilestarikan karena untuk melacak keberadaan hewan ini saja sudah sangat sulit mengingat cara hidup hiu yang menyendiri dan memang jumlahnya yg sudah semakin sdikit, sehingga sangat sulit untuk menemukan dan melestarikan hiu jenis ini. terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php