Your future very wonderfull

What Happened with you, Bogor?

Posted: August 28th 2016

Bogor itu salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, yang secara geografis berada antara 106’48 BT dan 6’26’LS. Bogor terkenal dengan sebutan sebagai “kota hujan“. Kenapa kok bisa  gitu??? Ya soalnya curah hujan di Bogor itu setiap tahunnya sekitar 3.500-4000 nm. Curah hujan paling deres di Bogor itu bulan Desember – Januari (Pemerintah Kota Bogor, 2015). Bogor kalo hujan deres ngeri broo, jalanan di depan mata aja kadang gak keliatan, petir dimana-mana, ya maklum namanya juga “kota hujan”. Ini wajah bogor tempoe doloe guys, asli masih “bersih banget” !! 🙂 🙂 🙂     Wajah Bogor yang sekarang ,, angkutan, mall dan “SAMPAH” dimana-mana 🙁 🙁       Sampah itu bisa diartiin sebagian dari sesuatu bahan yang  gak terpakai, gak disukai seseorang, dan sesuatu yang dibuang. Sampah-sampah itu asalnya dari kegiatan manusia. Sampah sekarang ini menjadi “masalah pencemaran dan gangguan pada kelestarian lingkungan” loh.  Bayangin nih yah, cuma … Read more


Si Mungil Terancam Punah , Anak Cucu Terancam Tak Melihat

Posted: December 4th 2015

              Tarsius sp. merupakan salah satu primate endemik yang hidup di sekitar kawasan Sulawesi. Tarsius sp. sering dikatakan sebagai hewan primata mungil karena  karena hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram (Sandego dkk., 2014). Menurut Krisnatalia dkk (2013), Tarsius sp. mempunyai mata bulat besar dengan gerakan menyamping, dan dapat melompat secara membalik 180º. Tarsius sp. hidup secara berkelompok, hal ini terlihat ketika menjelang wajar,Tarsius sp. ini mengeluarkan vokalisasi yang unik. Lucu  kan si mungil satu ini, udah mungil, suaranya unik pula.. 😀 Tarsius sp. memiliki banyak subspesies, nah salah satu sub spesies endemik Sulawesi adalah Tarsius tumpara. Tarsius tumpara sering dikenal dengan Tarsius Siau, yaa.. karena si mungil ini berasal dari Pulau Siau, Sulawesi Utara. Tarsius siau ini memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang, mirip manusia yaa.. hihihi 😀 😀 Jari-jarinya juga … Read more


Tarsius sp. si primata mungil asal Sulawesi milik Indonesia ^^

Posted: September 2nd 2015

Tarsius sp. merupakan salah satu primate endemik yang hidup di sekitar kawasan Sulawesi. Tarsius sp. sering dikatakan sebagai hewan primata mungil karena  karena hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram. Salah satu jenis spesies tarsisus yang termungil adalah Tarsius pumilus. Jenis spesies ini hanya memiliki panjang tubuh antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram, panjang ekornya antara 197-205 milimeter (Sandego dkk., 2014). Bisa dibayangkan yah betapa mungilnya si hewan primata endemik satu ini 😀 Selain itu ada hal yang unik dari fisik si mungil primata satu ini. Menurut Krisnatalia dkk (2013), Tarsius sp. mempunyai mata bulat besar dengan gerakan menyamping, dan dapat melompat secara membalik 180º. Tarsius sp. hidup secara berkelompok, hal ini terlihat ketika menjelang wajar,Tarsius sp. ini mengeluarkan vokalisasi yang unik. Tarsius sp. biasanya mengeluarkan suara yang besar ketika kembali langsung ke tempat tidur tarsius itu secara berkelompok. Unik yaa 😀 😀   Gambar 1. … Read more


IDENTIFIKASI MUTASI GEN rpoB PADA ISOLAT Mycobacterium tuberculosis MULTIDRUG RESISTANT DENGAN METODE NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION.

Posted: August 28th 2015

Mutasi gen adalah  perubahan pada sekuens DNA yang terjadi pada berbagai genom (Elrod dan Stansfield, 2002.). Salah satu studi kasus yang berhubungan dengan mutasi tersebut adalah pada penilitan tentang IDENTIFIKASI MUTASI GEN rpoB PADA ISOLAT Mycobacterium tuberculosis MULTIDRUG RESISTANT DENGAN METODE NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION yang  dilakukan oleh Wijaya dkk. (2013). Tuberkulosis adalah suatu penyakit yang disebabkan infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis, penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular (Suharyo, 2013). Turberkulosis dapat menyebabkan infeksi asimtomatik dan penurunan sistem kekebalan tubuh secara dratis (Colangeli dkk., 2014). Pada tahun 2011 beerdasarkan datab Global Tuberkulosis Kontrol angka prevalensi semua tipe TB adalah  289 per 100.000 penduduk atau sekitar 690.000 kasus. Setiap detiknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis, dan di Indonesia sendiri pemberantasan penyakit tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 1950 (Suharyo, 2013). Menurut WHO (2010), terdapat adanya multidrug resistant TB (MDR-TB) adalah penyakit tuberkulosis yang disebabkan oleh strain M.tuberculosis yang resisten  terhadap isoniazid … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php