agnes niken

Ini dia tersangka Vektor Malaria: Konfirmasi Vektor Malaria Dengan ELISA

Posted: September 8th 2014

Sampai saat ini malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular, yang penularannya berlangsung melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.penetuan status vektor terhadap spesies Anopheles pada umumnya menggunakan metode konvensional yaitu dengan pembedahan kelenjar ludah untuk menemukan sporozoit. Metode tersebut memerlukan waktu lama, nyamuk dalam jumlah banyak, dan membutuhkan ketrampilan yang tinggi. Disamping itu tidak dapat menentukan jenis Plasmodium yang ditemukan didalam nyamuk. Kemajuan dibidang imunologi dan biologi molekuler telah memungkinkan menentukan status vektor malaria dengan menggunakan uji ELISA (Enzyme Linked Immuno-Sorbent Assays) untuk mendeteksi Circum Sporozoites Protein (CSP) Plasmodium, yang merupakan antigen permukaan sporozoit matang dalam kelenjar ludah nyamuk Anopheles bertina. Penelitian Veridiana, dkk (2009) tahap yang dilakukan pertama adalah penangkapan nyamuk dilapangan pada sebuah lokasi yang sudah ditentukan. Kemudian nyamuk Anopheles betina diidentifikasi menurut Stojanovich (1996), Reid (1968), dan kunci bergambar O’Connor & A. Soepanto (1999). Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan sampel laboratorium … Read more


Terapi Sel Punca Solusi Beragam Penyakit

Posted: May 10th 2014

Terapi Sel Punca Solusi Beragam Penyakit Banyak penderita gagal ginjal, jantung, diabetes, stroke, parkinson yang penyembuhannya kini terbantu dengan terapi stem cells atau terapi sel punca. Bukan hanya penyakit degeneratif, terapi sel punca juga dapat menyembuhkan masalah kulit seperti jerawat, luka bakar, hingga masalah penuaan. Terapi sel punca juga ampuh mengatasi kebotakan. Terapi ini merupakan teknologi kedokteran terkini yang berfungsi meregenerasi sel dalam tubuh sehingga dapat memulihkan dan menumbuhkan kembali jaringan yang rusak. Lewat dua pilihan prosedur terapi, yakni injeksi dan topikal, sel punca yang bersumber dari manusia dan diproses di laboratorium ini akan masuk ke tubuh pasien. Implan atau penanaman sel punca ke tubuh pasien ini dilakukan bila sel punca hasil pemrosesan di laboratorium sudah berkembang (progenitor cell) atau berdeferensiasi menjadi sel yang diharapkan. Kemudian, sel punca yang ditanamkan di tubuh pasien ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.”Dengan rekayasa biologi, … Read more


Hello world!

Posted: September 12th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php