biology

Pernah Dengar Viral Nerveus Necrosis (VNN) ???

Posted: May 13th 2014

Salah satu potensi Indonesia yaitu dibidang perikanan. Indonesia memiliki potensi di bidang perikanan adalah 65 juta ton/ tahun, namun masih 20% yang dimanfaatkan. Sedangkan, budidaya perikanan laut saat ini sedang mengalami kendala akibat adanya serangan penyakit infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN) dengan tingkat kematian yang tinggi seperti pada ikan Kerapu.
Viral Nerveus Necrosis (VNN) (istilah alternatif: virus encephalopathy dan retinopathy (VER) adalah penyakit yang terdaftar oleh The Office International des Epizooties (OIE), menjadi masalah utama di dalam produksi perikanan laut di dunia. Identifikasi virus penyebab VNN ini adalah anggota family Nodaviridae diperoleh dengan menyelidiki asam nukleat dan protein struktural dari larva virus Pseudocaranx dentex. Keluarga Nodaviridae terdapat dua jenis yaitu jenis Alphanodavirus dan Betanodavirus, kedua jenis ini sangat ganas dalam menginfeksi ikan. Betanodaviruses (family Nodarideae) adalah agen penyebab serangan viral nerveus necrosis (VNN) pada budidaya ikan laut. Betanodaviruses adalah virus kecil, berbentuk bola, tidak punya kapsid dengan genom yang terdiri atas dua ikatan tunggal (Yukio, 2007).
Betanodaviruses pada dasarnya menyerang atau menginfeksi ikan pada awal awal masa perkembangan (larva dan benih). VNN kadang-kadang juga menyerang pada ikan dewasa. Beberapa jenis ikan yang diserang oleh VNN seperti :
1. Ikan Brown grouper,
2. Ikan Seven-banded groupers,
3. Ikan Greasy grouperIkan Cobia
4. Belut Euorpean
Serangan VNN lebih ganas pada ikan yang masih muda terutama pada masa awal perkembangannya. Larva dan benih ikan kerapu sangat sensitif dimana kekebalan tubuh pada fase ini relatif masih lemah, sehingga kedaan ini mengakibatkan serangan VNN menjadi lebih akut.
Bagaimana gejala klinisnya ?
Tanda klinis ikan yang terserang VNN adalah : Hilangnya selera makan, Kelesuan, Perilaku renang abnormal (gerakan memutar dan menabrak kasar), Pembesaran gelembung renang pada beberapa jenis ikan, dan Pewarnaan gelap
Tidak ada jenis antibiotik dan kemoterapi lain yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit viral. Pencegahan lebih efektif untuk pengendalian penyakit viral. Sehingga diperlukan suatu vaksin yang dapat digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh organisme agar dapat lebih tahan dari serangan infeksi patogen virus. Untuk itu pengadaan vaksin virus sangat membantu dalam menekan dampak yang ditimbulkan oleh virus penyebab berbagai penyakit viral. Untuk memperoleh vaksin dalam menekan keganasan VNN dapat diperoleh dari berbagai cara, antara lain Recombinant Vaksin, DNA vaksin dan Vaksin Inaktivasi dengan :
1. Inaktivasi dengan bahan-kimia (formalin atau BEI)
2. Test keselamatan dengan memotong jalan lintasan dari virus yang diinaktivasi didalam sel kultur.
3. Imuniasi (perendaman atau suntikan)
Saat ini telah dikembangkan berbagai metode diagnosis virus diantaranya metode konvensional seperti histopatologi, dotblot, hibridisasi, in situ dan PCR dan RT-PCR. Metode diagnosis dengan PCR merupakan salah satu metode yang cepat dan menjanjikan tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan metode lain. Dengan cara mengambil otak ikan. Sampel dapat disiapkan dalam awetan alkohol 70% dalam potongan kecil (0,5 cm), untuk PCR dan penggunaan formalin 10% untuk pemeriksaan histopatologi. (Nguyen, 1997).
Beberapa sistem diagnosa yang efektif dari VNN :
a. Berdasarkan Asan Nukleat misalnya RT-PCR dan PCR serta Hibridisasi secara in situ
b. Berdasarkan Protein misalnya IFA, penandaan IHC, ELISA, Western Blot dan One-step Immunochromatography
c. Berdasarkan Virion misalnya Kultur Sel (Chi, 2006).
Daftar Pustaka
Chi, S.C. 2006 Piscine Nodavirus Infection in Asia.Department of Life Science and
Institute of Zoology. National Taiwan University, Taiwan.
H.D Nguyen. K.Mushiake, T. Nakai dan K. Muraga. 1997. Tissue distribution of striped
jack nervous necrosis virus (SJNNV) in adult striped jack. Faculty of Applied
Biological Science. Hiroshima University, Japan.
Yukio, M. Leobert, d. De la peña dan Erlinda R.Cl. 2007. Susceptibility of Fish Species
Cultured in Mangrove. Southeast Asian Fisheries Development Center
(SEAFDEC),Philippines.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php