biology

Apakah Buah Lai Kerabat Durian ?

Posted: September 11th 2014

Siapa yang tidak mengenal buah durian ? Pasti tau semua ya dan sudah hafal dengan aroma dan rasa dari si raja buah. Tapiii. . . Bagaimana dengan buah lai ???? Ada yang tau ? Gambar 1. Durian Lai (Durio kutejensisBecc.) merupakan buah endekmik dari Kalimantan Timur. Bila dilihat sekilas lai mirip dengan durian. Itulah salah satu alasan mengapa lai sering disebut durian. Namun, lai memiliki aroma yang sangat lembut bahkan hampir tidak beraroma, berbanding terbalik dengan durian yang memiliki aroma yang sangat tajam. Selain itu, warna buah yang mencolok dan atraktif, kuning tua atau oranye menjadi ciri eksotis dari buah Lai. Buah Lai dari varietas unggul memiliki rasa yang manis dan legit. Gambar 2. Lai Apakah durian dan lai satu kerabat ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan molekuler. Metoda yang dapat digunakan ,yaitu RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) merupakan metode yang menggunakan oglionukleotida tunggal pendek (primer), sepanjang 10-12 basa, untuk membentuk fragmen-fragmen DNA. Metode RAPD memanfaatkan PCR untuk mengamplifikasi sekuen DNA yang komplementer terhadap primer. Metode RAPD dapat menghasilkan beragam pita pada individu dengan primer tunggal. Variasi band yang terlihat umumnya disebut random amplified polymorphic DNA (RAPD) bands. Polimorphisme akan terlihat dan selanjutnya bisa digunakan sebagai marka genetik.   Sampai saat ini belum ada peelitian di bidang molekuler untuk mengidentifikasi kekerabtaan buah lai dan durian. Ada yang mau mencobanya ????? Referensi : http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/berita-mainmenu-26/13-info-aktual/345-lai- http://gagakijo.blogspot.com/2012/05/metode-teknik-marka-molekular-dilakukan.html  


Pernah Dengar Viral Nerveus Necrosis (VNN) ???

Posted: May 13th 2014

Salah satu potensi Indonesia yaitu dibidang perikanan. Indonesia memiliki potensi di bidang perikanan adalah 65 juta ton/ tahun, namun masih 20% yang dimanfaatkan. Sedangkan, budidaya perikanan laut saat ini sedang mengalami kendala akibat adanya serangan penyakit infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN) dengan tingkat kematian yang tinggi seperti pada ikan Kerapu. Viral Nerveus Necrosis (VNN) (istilah alternatif: virus encephalopathy dan retinopathy (VER) adalah penyakit yang terdaftar oleh The Office International des Epizooties (OIE), menjadi masalah utama di dalam produksi perikanan laut di dunia. Identifikasi virus penyebab VNN ini adalah anggota family Nodaviridae diperoleh dengan menyelidiki asam nukleat dan protein struktural dari larva virus Pseudocaranx dentex. Keluarga Nodaviridae terdapat dua jenis yaitu jenis Alphanodavirus dan Betanodavirus, kedua jenis ini sangat ganas dalam menginfeksi ikan. Betanodaviruses (family Nodarideae) adalah agen penyebab serangan viral nerveus necrosis (VNN) pada budidaya ikan laut. Betanodaviruses adalah virus kecil, berbentuk bola, tidak punya kapsid dengan genom yang terdiri … Read more


ALFRED RUSSEL WALLACE BIOGRAPHY

Posted: September 13th 2013

Kelompok  : Victorina Fransiska Tiling (090801113) Magdalena Yovita Gesi (100801160)            Alfred Russel Wallace O.M., F.R.S. (lahir 8 Januari 1823 – meninggal 7 November 1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri. Ia banyak melakukan penelitian lapangan, dimana untuk pertama kalinya dilakukan di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Wallace mengoleksi aneka serangga dari ekspedisi Amazon. Kemudian koleksinya dia bawa pulang ke Eropa yang gandrung terhadap temuan baru dari belahan dunia lain. Koleksi serangga itu laku dijual dan modal itu menjadi titik awal penjelajahan Wallace di Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php