The Land of Technobiology

Emas = mahal = bernilai = Indonesia??

Posted: March 3rd 2015

Emas, siapa yang tak kenal dengan logam mulia tersebut. Keberadaan batu ini tentu menjadi perhatian semua orang di dunia karena harganya yang bernilai tinggi. Tahukah kamu apa sebenarnya emas itu?   Deskripsi singkat Menurut sebuah website yang ditulis oleh Emsley (2012), emas merupakan suatu jenis mineral yang memiliki sifat lunak, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Anda juga mungkin mengenal emas secara kimiawi dalam tabel periodik dengan simbol Au (Aurum dalam bahasa Latin) yang memiliki nomor atom 79 dan nomor massa 196,967. Emas tidak bereaksi secara kimia, tetapi logam tersebut ternyata terpengaruh oleh klorin, fluorin, dan aqua regia (campuran asam nitrat dan asam klorida). Namun, secara fisik emas dapat lebur menjadi pada suhu sekitar 1000°C. Sebagian emas yang ditambang disimpan dalam bentuk bullion. Bayangkan! sekitar 1500 ton emas ditambang setiap tahun. Air laut juga ternyata … Read more


7 ideas = 7 action for Sangihe-White Eye

Posted: December 7th 2014

………………………………………………………………………………….. Masih juga belum kenal sama Burung Kacamata Sangihe? “Tak kenal maka tak sayang” Yuk kenali dahulu siapa mereka dengan baca artikel ini: http://blogs.uajy.ac.id/mynarita/2014/09/10/burung-kacamata-sangihe-critically-endangered/   Merasa sedih ya mengetahui nasib teman-teman kecil kita yang hampir punah ini (IUCN, 2012). Bagaimana tidak, semakin sedikitnya hutan dan degradasi yang berkelanjutan di Pulau Sangihe mengakibatkan penurunan drastis pada populasi burung mungil ini. Jumlahnya diperkirakan sisa 50 individu dewasa saja loh! 🙁 (BirdLife International, 2001).   Seperti yang juga sudah disampaikan pada artikel sebelumnya bahwa hampir seluruh wilayah di pulau Sangihe dijadikan lahan pertanian oleh penduduk sekitar. Kabarnya, pemerintah sudah berinisiatif untuk menanam jenis pohon eksotis di dataran rendah seluas 700 sampai 900 meter. Namun, hal ini justru malah diduga sebagai ancaman sisa wilayah dari hutan asli yang merupakan habitat Burung Kacamata Sangihe (Sykes, 2009 dalam BirdLife International, 2001). Lagi dan lagi, faktor ancaman dari Burung Kacamata Sangihe terkait pengolahan habitat endemiknya yang bersifat merusak, logging, … Read more


Burung Kacamata Sangihe: CRITICALLY ENDANGERED!!

Posted: September 10th 2014

Siapa yang tau burung kacamata Sangihe? Mungkin jarang ada yang mengenal jenis burung ini, kecuali anda memang pencinta burung. Yap, Aves ini merupakan hewan endemik dari salah satu pulau di Indonesia yaitu pulau Sangihe yang terletak di utara Pulau Sulawesi. Awalnya, burung ini memiliki nama latin Zosterops atrifrons (Sibley and Monroe 1990, 1993 dalam ), lalu terpecah menjadi Z. atrifrons, Z. nehrkorni and Z. stalkeri (Rasmussen dkk., 2000). Kenapa bisa begitu ya? Berdasarkan analisis morfologi dan vokalisasi yang dilakukan pada Z. atrifons bermahkota hitam menunjukkan adanya politipe pada kelompok ini yang jauh berbeda dari spesies tunggal, sehingga burung kacamata Sangihe secara khusus memiliki nama ilmiah Zosterops nehrkorni Blasius, 1888 (Rasmussen dkk., 2000). Perbedaan ekologi juga membuat namanya berbeda. Bahkan sudah ditemukan pula trinomial pada genus Zosterops yang masih perlu dikaji lebih lanjut mengenai pembentukan spesies baru dilokasi yang berdekatan (Rasmussen dkk., 2000). Zosterops nehrkorni hanya memiliki tinggi sekitar 12 cm dengan badan yang kecil, hidupnya arboreal, … Read more


“MinION” canggih tanpa warna kuning

Posted: September 5th 2014

Apakah anda seorang ekolog? Sulitkah bagi anda untuk mengkaji bidang ekologi dalam lingkup molekuler? Lalu bagaimana cara anda untuk menganalisis DNA sebuah makhluk hidup yang anda temukan di lapangan? Kebanyakan ekolog tidak dapat menyelesaikannya dalam waku yang singkat, mengingat analisis DNA konon perlu dilakukan dalam laboratorium dengan alat-alat yang hanya “diam di tempat” dan proses yang rumit. Bagi saya, seiring perkembangan teknologi yang ada di dunia sekarang ini, haruslah semuanya menjadi lebih mudah dan praktis. Tahukah anda bahwa saat ini ada alat unik yang dapat mempermudah para ekolog maupun peneliti untuk menganalisis DNA langsung di lapangan? Perkenalkan alat mungil yang diberi nama “The MinION” ini. Alat ini beradaptasi untuk sequencing DNA, protein, dan teknik penginderaan nanopore lainnya. MinION kompatibel dengan aliran sel / sampel yang kompleks seperti darah, serum, atau air. Terdapat sensor chip didalam alat ini yang disebut ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dan nanopores sebagai penunjuk hasil eksperimen sensing … Read more


Hello world!

Posted: September 1st 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php