MURIA || MURYANINGSIH

Yuk mari kita lindungi si cantik “Troides Helena”.

Posted: September 10th 2015

Berbicara kupu kupu, siapa sih yang gak terpikat dengan hewan satu ini.. semua mengakui keindahannya, terutama sayapnya yang berwarna warni dan berbeda dari setiap spesies.  Kupu-kupu adalah binatang yang biasa kita jumpai di sekitar kita, baik di perkotaan,di desa, dan di di dalam hutan. Kupu-kupu, bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu diperhitungkan. Namun satwa ini memiliki peran penting dalam ekosistem yaitu sebagai pollinator atau penyerbuk sehingga alam ini lebih seimbang.

Karena keindahannya, beberapa jenis kupu-kupu yang eksotik (dari segi bentuk dan warna sayap) banyak dicari oleh kolektor untuk dijadikan insectarium (figura yang berisi spesimen serangga) sebagai hiasan dinding seperti di negara China, Jepang, Korea, dan lainnya. Hal ini tentu mengancam keberadaan kupu-kupu tersebut di alam, dan salah satu yang terancam adalah Kupu-kupu Raja (Troides helena).  Satwa ini dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, tercantum dalam Lampiran II CITES, dan status dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List (pada 2008 belum dimasukkan/data deficient).

Troides helena digolongkann kedalam famili Papilionidae dan tersebar di wilayah Indomalaya/Austaralasia.Deskripsi pertama kali oleh Linnaeus  tahun 1758. Memiliki rentang sayap antara 13-17 cm. kupu-kupu ini unik karena hanya memiliki satu tanaman inang bagi makanan ulat yaitu sirih hutan (Aristolochia sp.). Pada saat menjadi kupu-kupu, antara individu jantan dan betina memiliki morfologi yang sedikit berbeda. Identifikasi yang paling mudah yitu pada individu jantan memiliki warna kuning pada sayap belakang (hind wings) yang lebih tebal atau pekat dengan noda (dot) hitam yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan individu kupu-kupu betina. Setelah kupu-kupu jantan dan betina melakukan perkawinan (matting) maka sang kupu-kupu Troides helena betina akan mencari tanaman sirih hutan atau Aristolochia ssp. untuk meletakkan telur.

TROIDES

gambar 1. Troides helena dewasa (Foto kiri) individu jantan, (Foto kanan) individu betina

Kupu-kupu raja Troides helena, merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia dan keberadaannya di Gunungkidul sangat terbatas. Kawasan Gunung api purba di Nglanggeran-Patuk, Gunungkidul merupakan salah satu habitatnya yang cukup aman. Kabupaten Gunungkidul terkenal dengan kawasan karst dan salah satu kawasan karst tropis yang memiliki  nilai-nilai geologi dan keanekaragaman hayati unik. Beberapa lokasi kecamatan di Gunungkidul memiliki kawasan karst yang berpotensi sebagai hidrologi dan fungsi ekologis dan sudah terdaftar dalam perencanaan tata ruang (Perda No.6 / 2011 Kabupaten Gunungkidul tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul).

Mengapa kupu-kupu Troides helena merupakan satwa langka dan dilindungi??? hal ini dikarenakan keterkaitan dengan ketersediaan tanaman inang yaitu sirih hutan (Aristolochia spp.) yang tidak mendukung. Selain menjadi ini dari kupu-kupu Troides helena, tanaman ini juga menjadi inang bagi jenis kupu-kupu lainnya khususnya dari familia Papilionidae lainnya, salah satunya adalah Pachliopta aristolochiae. Jika tanaman sirih hutan sudah terdapat telur dari kedua jenis ini maka ulat-ulatnya akan memakan habis seluruh daun, bahkan juga memakan batangnya sehingga menyebabkan tanaman ini mati sebelum sempat berbuah ataupun regenerasi bagian lainnya. Di indonesia sendiri ada dua jenis sirih hutan yaitu Aristolochia faveolata dan Aristolochia tegala. Selain itu, penangkapan besar-besaran untuk dibuat sebagai awetan insectarium juga turut memperparah penurunan populasi dari kupu-kupu Troides helena.

daun

Gambar 2. (foto kiri) telur diletakkan pada pohon inang Aristolochia ssp., (foto kanan) insert telur

Untuk itu, upaya nyata bagi penyelamatan kupu-kupu raja selain perlindungan habitat dan pengembangbiakan secara alami adalah mendorong Pemerintah agar lebih memperhatikan kawasan-kawasan karst, terutama habitat Troides Helena dan Aristolochia sp di kawasan Gunungapi purba Nglanggeran sebagai lokasi ekowisata sekaligus lokasi penyelamatan habitat Troides helena dan Aristolochia sp. Penyadartahuan kepada masyarakat luas terhadap keberadaan kupu-kupu dan pakan alam tersebut agar mendorong kepedulian masyarakat untuk ikut melindungi sebagai upaya penyelamatan bersama agar tidak punah di kemudian hari.

daftar pustaka :

http://www.biodiversitywarriors.org/kupu-kupu-raja-troides-helena-2.html

http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=215106.

Mangunjaya, F.M., 2006. Hidup harmonis dengan alam. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php