Timothy Ryan's Blog

Managing Data And Information

Posted: October 8th 2012

Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai mengelola data dan informasi. Sebelum saya me-review lebih lanjut mengenai hal itu, terlebih dulu saya menjelaskan apa itu data dan database. Database merupakan kumpulan data yang terstruktur. Untuk mengatur database, diperlukan suatu sistem utility untuk mengaturnya, yaitu DBMS. DBMS adalah kepanjangan dari Database Management System. DBMS merupakan sistem utility yang mengatur data-data dan mengolah data-data tersebut.

DBMS sering sekali digunakan dalam perusahaan-perusahaan. Dapat dikatakan pula DBMS menjadi suatu hal wajib punya oleh suatu perusahaan. DBMS hadir dengan kemampuan yang lebih baik dari File Processing.  DBMS dapat mengolah semua data dalam beberapa tempat dijadikan satu untuk diolah sehingga redundansi data dapat diminimalisir. Sebagai contoh, jika kita memasukkan data yang sama dengan data yang telah kita masukkan ke DBMS sebelumnya, maka DBMS akan memberitahukan kepada kita bahwa di database telah ada data yang sama persis dengan data yang akan kita masukkan ke database.

Penempatan database ini memiliki dua macam, centralized dan distributed. Dalam bentuk centralized, database akan dijadikan satu dan terpusat, misalnya suatu perusahaan yang memiliki banyak cabang. Jika perusahaan tersebut menggunakan bentuk centralized, maka di dalam perusahaan itu akan ada satu database yang dibangun hanya di perusahaan pusat saja, sehingga apabila suatu cabang perusahaannya akan mengolah data, maka ia harus memintanya dari databse pusat. Hal ini tentu akan memakan waktu yang lama. Belum lagi apabila permintaan data oleh cabang-cabangnya sedang meningkat drastis yang akan menyebabkan database pusat kewalahan untuk melayani permintaan data-data tersebut.

Berbeda dengan centralized, ada beberapa database dengan satu database sebagai pusatnya. Misalnya, di setiap cabang perusahaan memiliki satu database yang tersinkronisasi dengan database pusat. Hal ini tentu mempercepat akses data yang dapat membuat database menjadi lebih rapi. Dalam artian, database  menjadi lebih terstruktur dan dapat diolah dengan lebih baik daripada bentuk database centralized.

Di dalam database, tentu ada susunan data-data. Data merupakan kumpulan dari informasi. Data terdiri dari beberapa file. File merupakan kumpulan dari beberapa record. Record merupakan kumpulan dari beberapa field.

Field merupakan kumpulan dari beberapa karakter. Field memiliki berbagai macam tipe: Field size, Field name, dan Data type. Field size ini untuk membatasi jumlah karakter yang bisa ditampung dalam sebuah field. Misalnya: kita mengatur filed size max 30 karakter. Ini berarti flied size yang kita buat itu akan menampung maksimal 30 karakter. Field name digunakan untuk memberi nama suatu field. Nama field yang digunakan harus unik dan tidak boleh sama dengan nama field yang lain. Misalnya: ada kolom no, di kolom berikutnya kita mau mengisi no.mahasiswa. Kita tidak bisa memberi nama field no. untuk nomor mahasiswa, melainkan nama yang lain, yaitu NIM.  Field type hanya mampu menampung satu jenis data saja, misalnya data “Text” yang hanya memuat angka dan huruf, data “Currency” untuk mata uang, “Hyperlink” untuk menghubungkan ke suatu website, dan “BLOB” untuk data yang berupa gambar, video dan audio.

Di dalam database, ada primary key dan secondary key. primary key dan secondary key ini digunakan untuk memberi “tanda” pada record. Primary key merukapan identitas unik untuk menidentifikasikan record. Berbeda dengan primary key, secondary key tidak memiliki keunikan, melainkan memberti suatu identitas grup, misalnya jenis kelamin yang di-grupkan menjadi grup laki-laki atau grup perempuan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php