Mitha Aprianti K

Filogenetika Molekuler : Sumber Genetik Angrek

Posted: September 1st 2015

Khusus bagi negara berkembang seperti Indonesia,sektor pertanian merupakan tulang punggung yang menyokong kehidupan bangsa dengan segala aspekaspeknya. Salah satu bidang pertanian yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat adalah hortikultura, terutama budidaya tanaman hias. Tidak diragukan lagi, tanaman anggrek merupakan salah satu primadona tanamanhias. Budidaya tanaman anggrek biasanya dilakukan oleh para pelaku hortikultura melalui kawin silang antarjenis anggrek (hibridisasi) dalam upaya meningkatkan kualitas anggrek yang baru dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar (market pull). Namun demikian, seringkali para pelaku hortikultura menemui kendala bahwa anggrek baru yang dihasilkan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan tidak berumur panjang meskipun memiliki sifatsifat vegetatif lain yang unggul (Frowine 2005). Filogenetika merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan dalam sistematika untuk memahami keanekaragaman makhluk hidup melalui rekonstruksi hubungan kekerabatan (phylogenetic relationship). Seiring dengan kemajuan pesat biologi molekuler, data DNA saat ini telah digunakan dalam banyak penelitian filogenetika untuk menghasilkan … Read more


Sumber Mineral “Nikel”

Posted: March 3rd 2015

1. Pengertian Nikel Nikel adalah salah satu logam yang paling penting dan memiliki banyak aplikasi dalam industri. Ada banyak jenis produk nikel seperti logam halus, bubuk, spons, dan lain-lain. 62% dari logam nikel digunakan dalam baja tahan karat, 13% dikonsumsi sebagai superalloy dan paduan nirbesi karena sifatnya yang tahan korosi dan tahan tinggi suhu. Bijih nikel dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu bijih sulfida dan bijih laterit (oksida dan silikat). Meskipun 70% dari tambang nikel berbasis bijih laterit, tetapi 60% dari produksi primer nikel berasal dari bijih sulfida. Bijih nikel laterit biasanya terdapat di daerah tropis atau sub-tropis yang terdiri dari pelapukan batuan ultramafik yang mengandung zat besi dan magnesium dalam tingkat tinggi. Deposit tersebut biasanya menunjukkan lapisan yang berbeda karena kondisi cuaca. Lapisan pertama adalah lapisan yang kaya silika dan yang kedua adalah lapisan limonit didominasi oleh gutit [FeO(OH)] dan hematit (Fe2O3). Lapisan berikutnya adalah saprolit [(Ni,Mg)SiO3.nH2O)] yaitu lapisan … Read more


Spend some time to observe life Delimukan Wetar (Gallicolumba hoedtii)!

Posted: December 5th 2014

Delimukan Wetar (Gallicolumba hoedtii) termasuk merpati-merpatian (suku Columbidae) yang merupakan suku yang tersebar luas di dunia. Makanan utamanya adalah buah-buahan dan biji-bijian. Hampir semua jenis memiliki tubuh yang padat gemuk dengan paruh yang pendek, tetapi kuat. Sarang terbuat dari ranting-ranting yang tampak rapuh, tempat meletakkan telurnya yang putih di dalamnya. Kicauan berupa suara berirama yang diulang-ulang. Delimukan Wetar hanya dijumpai di Pulau Timor dan Pulau Wetar. Di Wetar keberadaannya diketahui dengan adanya 20 spesimen yang dikoleksi dari lokasi yang tidak spesifik pada tahun 1900. Adanya 8 spesimen burung yang dikoleksi selama 5 hari pada tahun 1902 mengesankan bahwa burung ini cukup umum terlihat di Wetar. Perusakan hutan di Timor Barat dan Timor Leste yang telah meluas dianggap merupakan ancaman yang paling utama. Sejak awal abad ke 20, hutan monsun tropis praktis telah menghilang dari Timor untuk dibuat daerah pemukiman dan perladangan. Kini hutan monsun yang tersisa di Timor Barat hanya … Read more


Hutan adalah Hidupku (Beruang Madu di kalimantan)

Posted: September 5th 2014

Beruang madu adalah mamalia yang masuk dalam ordo karnivora, family ursidae. Walaupun karnivora, pada kelas makan beruang madu adalah omnivora, sehingga daging bukanlah makanan utama. Makanannya berupa buah, umbut, cacing, semut, serangga kecil, mamalia kecil, burung kecil, telur burung, kadal, juga sarang lebah madu sehingga lebih dikenal dengan beruang madu. Nama ilmiah hewan ini adalah Helarctos malayanus. Status konservasi beruang madu adalah vulnerable dalam IUCN redlist data book, tercatat dalam appendix I CITES, dan terdaftar sebagai jenis yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Jika dibandingkan dengan 8 jenis beruang yang ada di dunia, beruang madu adalah beruang terkecil dari sisi ukuran tubuh (Darmanto dkk, 2011).                                                                                      Beruang madu (Helarctos malayanus) Kalimantan merupakan sub species lain dengan nama ilmiah Helarctos malayanus euryspilus. Biasa hidup pada hutan dataran rendah dan sangat tergantung dengan keberadaan hutan. Hasil penelitian di Hutan Lindung Sungai Wain menyebutkan … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php