Wildlife

Monthly Archives: September 2015


Ekologi Molekuler: Analisis Metagenom Mikrobioma Usus pada Pongo pygmaeus dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Depresi

Posted: September 2nd 2015

Latar Belakang Mandi tidak menjamin membunuh semua mikrobia pada tubuh. Tubuh manusia tidak bisa 100% “bersih” atau terbebas dari mikrobia karena tubuh manusia sudah bersimbiosis dengan berbagai bakteri sejak lahir. Hal ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi seluruh organisme. Mikrobia yang alami hidup pada tubuh hewan disebut animal microbiome. Animal microbiome dapat dijumpai di seluruh bagian tubuh hewan. Mulai dari bagian terluar, seperti bulu, rambut, kulit, hingga bagian terdalam seperti darah dan usus. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung. Pada hewan tingkat tinggi, seperti manusia, terdapat animal microbiome sebanyak 1014 sel, lebih banyak dibanding sel penyusun tubuhnya yang hanya 1013 sel (Ezenwa, 2012). Animal microbiome tidak bersifat patogen terhadap inangnya, melainkan berperan dalam berbagai hal baik. Antarspesies hewan memiliki sususan animal microbiome yang berbeda-beda. Penelitian sudah membuktikan, kelainan pada hewan tertentu bisa diakibatkan oleh hilangnya satu jenis atau lebih animal microbiome yang umumnya terdapat pada teman satu spesiesnya. Salah satu penelitian … Read more



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php