Wildlife

Batu Kapur : Berkat dan Petaka

Posted: March 3rd 2015

Batu kapur, si putih yang punya segudang manfaat untuk digunakan. Suatu sumber daya lokal dari tanah air Indonesia yang wajib kita manfaatkan secara bertanggung jawab.

20mm-limestone

Gambar 1. Batu Kapur (Sumber: www.aggregatesdirect.co.uk)

 

Batu Kapur (Limestone)

Batu kapur (limestone) merupakan salah satu bahan galian industri non logam yang sangat besar potensinya dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia (Shubri dan Armin, 2014). Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005).

Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit, yang selanjutnya akan berubah menjadi kalsit (CaCO3). Mineral lainnya yang berasosiasi dengan batu kapur namun dalam jumlah kecil adalah Siderit, ankarerit, dan magnesit (MgCO3) (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005).

limestone-tufa-380

Gambar 2. Bagian dalam batu kapur (Sumber: geology.com)

 

Manfaat

Sejauh ini, batu kapur banyak digunakan untuk keperluan bahan bangunan seperti tiang untuk plester, adukan pasangan bata, pembuatan semen tras ataupun semen merah. Kapur ini juga berfungsi untuk mengurangi plastisitas, mengurangi penyusutan dan pemuaian fondasi jalan raya. Uniknya, batu kapur juga dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi hama, yaitu sebagai warangan timbal dan warangan kalsium (CaAsO3) atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan. Tidak hanya itu, di dunia pertanian, bubuk batu kapur umum ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatif tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya.

Eitsss… tunggu dulu, nggak cuma itu… Si batu sakti beribu fungsi ini juga bisa digunakan sebagai penjernih air. Dalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersama-sama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda. Dan ini dia, salah satu fungsi utama yang membuatnya berharga di industri persemenan sekaligus menjadi alasan mengapa penambangannya banyak dilakukan secara berlebihan. Batu kapur inilah yang jadi adonan utama dalam industri semen. Dengan eksplorasi yang tidak bijak, lambat laun warisan dunia yang unik dan terbentuk ribuan tahun ini akan hilang dan hanya menjadi cerita untuk anak cucu kita kelak, jika kita tidak ikut membantu melestarikannya.

78867_620

Gambar 4. Kegiatan Penambangan Batu Kapur (Sumber: tempo.co)

 

Penyebaran

Penyebaran Batu Kapur

Gambar 3. Penyebaran Batu Kapur di Indonesia (Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005)

Tahu kan yang di atas itu gambar apa? Yap, bener banget, peta Indonesia, dengan bakso-bakso hijau yang bertaburan di sana-sini. Bakso-bakso hijau tersebut merepresentasikan potensi sumber daya mineral di tanah air kita Indonesia yang memang kaya akan batu kapur.

Potensi batu kapur/gamping di Indonesia hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Data secara umum jumlah batu kapur Indonesia mencapai 28,678 milyar ton. Sebagian besar cadangan batu kapur berada di Sumatra Barat dengan jumlah cadangan sekitar 23,23 milyar ton atau hampir 81,02 % dari cadangan keseluruhan di Indonesia (Madiadipoera dkk, 1990). Dari sekian banyak lokasi batu bara di Indonesia, tidak banyak yang sudah dimanfaatkan.

Di wilayah Kalimantan, potensi batuan gamping atau batuan kapur ini yang terbesar adalah di provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur (Anonim, a). Cadangan batuan kapur di dua daerah tersebut sangat memungkinkan untuk dikelola dan diolah untuk menjadi sebuah industri. Masih banyaknya sumber tanah gamping yang belum di eksplorasi, terutama di wilayah Indonesia bagian timur membuat kekayaan Indonesia atas bahan tambang galian seperti gamping ini dapat menjadikan sumber devisa bagi Indonesia.

Oke, coba sekarang di-zoom gambar petanya. Di pulau Jawa, tepatnya di Gunung Kidul, Jogja juga ada bakso ijo-nya ternyata.  Jika kamu pernah melewati daerah tersebut dan melihat onggokan lahan gersang yang berwarna keputihan, hal tersebut berarti kamu sedang melihat  PETI.

 

PETI apa? Pertambangan Tanpa Izin…

Sesuai singkatannya, penambangan batu kapur yang dilakukan tanpa izin ini kalau dilakukan terus-terusan bisa jadi PETI kematian beneran, kematian potensi sumber daya batu kapur.

Kita perlu siap siaga ngejaga Jogja juga nih menanggapi statement Pak Edy Sumantry bahwa salah satu bahan galian yang dijadikan sasaran PETI adalah bahan galian golongan C berupa batu kapur. Berkaitan dengan metode penambangan terbuka, Dharmajala juga mengatakan bahwa pertambangan ini sangat merugikan lingkungan sekitar karena cara-cara seperti ini berakibat hilangnya vegetasi tanah penutup,tanah lapisan atas yang berhumus yang akan dijadikan lokasi penambangan dibuang begitu saja oleh para penambang.

Adapun dampak negatif dari PETI yang dikemukakan oleh Edy Sumantry ini ada beberapa macam yaitu kehilangan penerimaan Negara karena tidak ada pemasukan pajak, kerusakan lingkungan hidup, dan resiko kecelakaan tambang karena tidak memenuhi prosedur K3. Selain itu, dampak nyata yang bisa langsung kita lihat dan rasain nih, misalnya polusi udara, banyak lahan terbuka, tanah yang berdebu dan berpasir, galian material yang terserak dimana-mana, lubang-lubang, udara kotor akibat prosesing serta jalan-jalan yang dilintasi para pengangkut tambang jadi cepat rusak akibat kelebihan beban. Kegiatan penambangan maka vegetasi penutup tanah akan dihilangkan, hal ini akan berpengaruh pada keadaan morfologi daerah tersebut. Selain itu, keadaan udara juga menjadi kotor hal itu disebabkan debu tambang yang dihasilkan dari kegiatan penambangan tersebut mengakibatkan gangguan pada para penambang dan masyarakat sekitar penambangan, seperti timbulnya beberapa jenis penyakit atau gangguan paru-paru (Supardi, 1984).

Dan satu lagi, yang paling krusial, kalau mengurus ijin saja tidak mau, apalagi reklamasi. Padahal selanjutnya, menurut Katili (1983), usaha perbaikan lingkungan di dalam pertambangan seharusnya meliputi perbaikan kembali kondisi lapisan atas tanah sedemikian rupa sehingga tidak mudah tererosi, misalnya dengan penggarapan secara fisik serta penanaman tumbuhan. Selain itu, perlu dilakukan penanaman kembali lahan yang habis ditambang, dilakukan dengan cara mengembalikan tanah penutup atau memindahkan tanah penutup lainnya yang sedang atau harus dikupas ke lahan yang telah selesai yang telah dilakukan tidak diikuti dengan usaha perbaikan tanah, udara, dan kondisi air. Kebayang kan kalau batu kapur itu ditambang ilegal, PETI…

Di Kabupaten Gunungkidul sendiri terdapat 8 (delapan) kecamatan yang merupakan tempat kegiatan pertambangan PETI batu kapur, yaitu kecamatan Ponjong, Semin, Semanu, Karangmojo, Patuk, Tepus, Girijati, dan Wonosari (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan Bidang Pertambangan dan Energi Kabupaten Gunung Kidul, 10 September 2009).

Penindakan lanjut terhadap PETI batu kapur di daerah kabupaten Gunungkidul dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan dibantu DinasPerekonomian, Dinas Satuan Polisi Satuan Polisi Pamong Praja danKantor Pengendalian Dampak Lingkungan. Sehubungan dengan kendala yang dihadapi Budi Susanto selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan PertambanganBidang Pertambangan dan Energi Kabupaten Gunungkidul menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi berupa tidak ada kesadaran daripara penambang batu kapur.

Rendahnya pengetahuan para penambang akan arti penting sebuah perizinan dan tingkat pendidikan masih rendah serta tidak ada keinginan untuk mengurus perizinan. Hal ini membuat pemerintah daerah kesulitan dalam memberikan sanksi pidana sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, masalahnya juga terjadi karena adanya gejolak sosial dalam masyarakat seperti unjuk rasa atau demonstrasi oleh penambang yang tidak terima berkaitan dengan usaha pertambangan yang merupakan mata pencaharian mereka dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari (Arvina, 2009).

 TUGAS MATA KULIAH “KONSERVASI SUMBER DAYA LINGKUNGAN”

Disusun oleh:

Christ

Inge

Mia

Arum

Dayin

Referensi

Anonim, a. 2011. Potensi Gamping. http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/30/gampang-memanfaatkan-potensi-gamping-di-indonesia-376878.html. Diakses pada 28 Februari 2015.

Anonim. 2005. Informasi Mineral dan Batubara. http://www.tekmira.esdm.go. id/data/ Batuk apur/potensi.asp?xdir=Batukapur&commId=35&comm=Batu%20kapur/gamping. Diakses pada 28 Februari 2015.

Arvina, S. U. 2009. Penegakan Hukum terhadap Perusakan Lingkungan sebagai Akibat Penambangan Batu Kapur Tanpa Izin di Kabupaten Gunung Kidul. Skripsi S1.Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas Hukum.

Edy Sumantri. Pertambangan Tanpa Izin dan Karekteristiknya. www.djmbp.esdm.go.id.

Katili. 1983. Sumberdaya Alam Untuk Pembangunan Nasional. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Madiadipoera, T., dkk. 1999. Bahan Galian Industri di Indonesia. Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. 2005. Ulasan Batu Kapur/Gamping. http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Batukapur/ulasan.asp?xdir=Batukapur&commId=35&comm=Batu%20kapur/gamping. Diakses tanggal 28 Februari 2014.

Shubri, E. dan Armin, I. 2014. Penentuan Kualitas Batu Kapur dari Desa Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota di Laboratorium Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat. Universitas Bung Hatta. Padang.

Supardi. 1984. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Alumni, Bandung.

 


11 responses to “Batu Kapur : Berkat dan Petaka”

  1. disa says:

    informasi yang sangat menarik mia…
    wah ternyata batu kapur ini dapat berguna dalam hal penjernih air, pelunakan air untuk industri, serta berperan dalam industri persemenan…
    apakah batu kapur ini sudah terbukti efektif sebagai pembasmi hama?

  2. danielharjanto says:

    menurut anda ada ga dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang dengan adanya tambang tersebut?

  3. elmo1271 says:

    Informasi yang bermanfaat. Mia, apakah ada wilayah khusus untuk diadakan konservasi?

  4. agnes9 says:

    Menurut Mia, apa pendapat Mia untuk meminimalisir masalah atau konflik sosial dimasyarakat tersebut? Cathy pake blog Agnes hehehe

  5. muji says:

    di kalimantan di mana yang banyak batu kapur ya? tolong di bantu

  6. terimakasih buat informasinya.

  7. box bayi says:

    wah ternyata banyak yah manfaat dari batu ini, terimakasih sudah share 🙂

  8. informasi yang sangat menarik mia.

  9. boleh ikut share mba?

  10. wah pengetahuan baru nih, makasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php