Wildlife

Monthly Archives: March 2015


Batu Kapur : Berkat dan Petaka

Posted: March 3rd 2015

Batu kapur, si putih yang punya segudang manfaat untuk digunakan. Suatu sumber daya lokal dari tanah air Indonesia yang wajib kita manfaatkan secara bertanggung jawab. Gambar 1. Batu Kapur (Sumber: www.aggregatesdirect.co.uk)   Batu Kapur (Limestone) Batu kapur (limestone) merupakan salah satu bahan galian industri non logam yang sangat besar potensinya dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia (Shubri dan Armin, 2014). Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005). Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit, yang selanjutnya akan berubah menjadi kalsit (CaCO3). … Read more


Analisis Metagenom Mikrobioma Usus Anjing (Canis lupus familiaris) dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Nafsu Makan

Posted: March 3rd 2015

Mandi atau tidak memiliki satu persamaan yang mengejutkan: mikrobia pada tubuh tidak 100% mati. Jadi, kalau Anda berpikir mandi sangat diperlukan untuk membunuh kuman-kuman yang ada di tubuh, Anda tentu salah. Mandi memang tidak menjanjikan Anda 100% bersih, bukan karena cara mandi Anda yang secepat kilat, bukan juga karena penggunaan sabun non-antiseptik. Tubuh kita tidak bisa 100% “bersih” atau terbebas dari mikrobia karena tubuh kita sudah bersimbiosis dengan berbagai bakteri sejak kita lahir. Hal ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi seluruh hewan. Mikrobia yang alami hidup pada tubuh hewan disebut animal microbiome. Animal microbiome dapat dijumpai di seluruh bagian tubuh hewan. Mulai dari bagian terluar, seperti bulu, rambut, kulit, hingga bagian terdalam seperti usus. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung. Contoh mudah adalah pada manusia yang tersusun dari 1013 sel hidup memiliki animal microbiome (atau pada umumnya disebut human microbiome) sebanyak 1014 sel, lebih banyak dibanding sel penyusun tubuh manusia. Animal … Read more



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php