Wildlife

Wonder Woman of Orangutan \m/

Posted: December 6th 2014
article-2259899-16D384CF000005DC-290_634x423

Anak Orangutan (sumber: www.dailymail.co.uk)

Pasti Anda mengenali makhluk imut di atas bukan? Ya, mereka adalah anak orangutan. Dan mereka adalah yatim piatu. Tidak hanya mereka yang hidup tanpa ayah dan ibu, banyak sekali anak orangutan di Kalimantan yang harus kehilangan induk mereka. Anak orangutan sangat bergantung pada induknya dan untuk mengambil anak dari orangutan maka induknya harus dibunuh. Diperkirakan, untuk setiap bayi yang selamat dari penangkapan dan pengangkutan merepresentasikan kematian dari orangutan betina dewasa (SOS, 2014).

“97% Orangutan’s DNA Similar with Human” – Zhang dan Ryder, 2001

Genetically, orangutan adalah saudara kita. Jika Anda melihat orangutan berinteraksi dengan komunitas dan alam sekitarnya, cara mereka berpikir dan bertindak, Anda akan mengerti betapa miripnya kita dengan mereka. Mereka memang tidak bisa berbicara ataupun bersekolah seperti saya dan Anda. Pekerjaan mereka mungkin hanya makan, bermain, dan tidur, selain berlari dari kejaran para pemburu. Dan sangat mungkin kehadiran mereka tidak berarti untuk kehidupan Anda. Mereka berada jauh di hutan, sementara Anda duduk tenang di dalam rumah yang nyaman bersama laptop Anda tanpa harus memikirkan “besok harus lari ke mana lagi?”. Punah atau tidaknya orangutan mungkin tidak akan berdampak langsung dalam kehidupan Anda. Anda juga tidak akan merasakan bedanya ketika mereka masih bebas berkeliaran atau mati mengenaskan supaya Anda bisa menggoreng ayam kesukaan Anda. Namun apakah lantas karena hal itu mereka tidak memiliki hak untuk hidup?

Anda lihat tulisan yang saya garis bawahi di atas? Buat Anda yang berpikir itu berlebihan: FYI, yes, they sacrifice their life, their beautiful soul, and future, for our own pleasure. Apakah Anda pernah mendengar pembabatan hutan secara liar untuk perkebunan kelapa sawit? Sebagian orang awam tanpa wawasan yang luas pasti tidak mempermasalahkan hal ini toh mereka memang membutuhkan hasil dari industri kelapa sawit, seperti minyak goreng, untuk kehidupan sehari-hari. Beberapa industri makan juga tidak mempermasalahkan hal ini, bahkan mungkin mendukung, karena minyak kelapa sawit tergolong murah untuk memenuhi target produksi mereka. Begitu juga industri kosmetik yang membutuhkan minyak kelapa sawit sebagai bahan dasar beberapa produknya (WALHI, 2013). Mereka memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap kematian orangutan.

orangutan

IUCN Redlist of Borneo Orangutan: ENDANGERED (IUCN, 2008)

Apakah Anda peduli? Saya harap iya karena orangutan membutuhkan kita. Orangutan Kalimantan sudah berstatus Endangered di IUCN yang berarti sudah terancam punah. Tidak sulit untuk peduli dan saya tahu itu karena saya peduli. Mungkin sekarang saya hanya seorang mahasiswa yang tidak punya kuasa untuk memberantas para oknum-oknum penyebab kematian ribuan orangutan. Tapi saya bisa melakukan beberapa hal untuk membawa perubahan yang lebih baik, baik untuk Anda, saya, dan terlebih orangutan. Dan untuk mengawali semua itu, saya harus segera beraksi, bukan hanya mengharapkan aksi orang lain.

AKSI JANGKA PENDEK

1. Membuat Facebook dan Twitter menjadi lebih berarti

Pastinya aksi ini adalah aksi paling mainstream sedunia, tapi dalam jangka pendek ini adalah salah satu aksi yang paling bisa saya wujud nyatakan (bukankah itu yang terpenting?). Seperti anak muda pada umumnya, saya cukup aktif di berbagai media sosial. Saya ingin sekali keaktifan saya di media sosial menjadi lebih berarti dari sekedar update status atau mengunggah foto pribadi terbaru. Saya sudah memulai sharing berbagai hal yang berkaitan dengan isu lingkungan sejak SMA melalui Facebook dan Twitter, namun fokus saya bukan orangutan. Mulai sekarang, saya akan mulai berbagi informasi tentang orangutan, bukan hanya status dan keadaannya, tapi juga mengenai beberapa jalur donasi dan aksi-aksi yang bisa menjadi inspirasi anak muda jaman sekarang.

2. Kerja praktik di penangkaran orangutan

Suatu hari saya menonton di salah satu channel TV favorit saya dan saya melihat seorang wanita lembut nan perkasa. Beliau adalah ibu Lone Dröscher-Nielsen, Pendiri dan Kepala Proyek Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng. Aksi beliau sangatmengharukan dan menginspirasi saya untuk menolong orangutan, jauh sebelum ada tugas penulisan blog ini. Saya ingin menjadi volunteer di The Nyaru Menteng Orangutan Reintroduction Project dan belajar banyak dari Ibu Lone. Dengan modal ilmu yang saya peroleh dari sana, saya ingin sekali bisa mewujudkan aksi jangka panjang saya.

3. Mengajak keluarga dan teman menggunakan Sustainable Palm Oil

Secara global, produksi kelapa sawit meningkat lebih dari 50 % sejak tahun 1990 dan peningkatan ini diperkirakan akan mencapai angka 80 % (sekitar 41 juta ton) pada tahun 2020. Di Indonesia, sawit merupakan salah satu sumber pendapatan negara utama. Dari sekitar 11 juta hektar perkebunan kelapa sawit yang ada di dunia, 6 juta hektar diantaranya terdapat di Indonesia. Produksi Crude Palm Oil Indonesia juga meningkat dari 2.658 juta ton pada tahun 1991 menjadi 6.550 juta ton pada tahun 2001 (Yuwono dkk., 2007). Jika hal ini terus berlanjut, jangan pernah berharap Anda bisa menghirup udara bersih karena hutan kita akan terbabat habis.

Namun, ada satu solusi untuk mengurangi produksi sawit dari hutan konversi, yaitu menggunakan SPO (Sustainable Palm Oil). Singkatnya, SPO adalah minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan dengan pendekatan agrikultur tanpa melakukan deforestasi, menyakiti hewan maupun manusia (saynotopalmoil.com, 2014). Sudah banyak industri makanan yang beralih menggunakan SPO. Jika Anda benar-benar peduli, mulailah membeli produk dengan logo seperti di bawah ini. Dengan begitu, Anda bisa berhenti berkontribusi terhadap lenyapnya orangutan.

RSPO_Trademark_Logo

Logo CSPO pada produk yang menggunakan SPO (Sumber: www.worldwildlife.org)

4. Memberikan donasi ke yayasan yang  peduli orangutan

Saya akan berusaha untuk menabung khusus untuk pelestarian orangutan setiap bulannya dan menyumbangkan tabungan saya ke lembaga/yayasan yang memperhatikan dan menjaga kelestarian orangutan.

AKSI JANGKA PANJANG

1. Menjadi seperti Ayah saya

Ayah saya bukan Superman atau Captain America yang bisa menegakkan keadilan dengan mudah. Ayah saya adalah seorang pegawai swasta biasa. Namanya mungkin tidak tersohor seperti Ibu Lone, tapi Ayah saya sangat mencintai lingkungan dan berani menunjukkan cintanya tersebut. Singkatnya, beliau bekerja di tempat yang seharusnya sangat tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Ayah saya pernah bekerja di industri kelapa sawit dan sekarang di industri karet. Saya dan Anda tahu kalau kedua industri tersebut adalah penyebab terganggunya hewan-hewan seperti harimau Sumatra, Gajah Sumatra, dan sebagainya, bahkan mengancam kehidupan mereka. Namun, yang Anda tidak ketahui adalah ada orang-orang di dalam perusahaan tersebut yang sebenarnya mengusahakan kelestarian makhluk di sekitar industri, berusaha menjaga mereka untuk tetap hidup karena mereka memang layak dan punya hak yang sama seperti kita untuk hidup, bermain, dan berkembang di habitat mereka. Dan salah satu dari orang-orang tersebut adalah Ayah saya. Pekerjaan beliau sangatlah sulit karena harus menjaga keseimbangan antara dua hal yang sangat bertolak belakang, keuntungan perusahaan dan kelestarian lingkungan sekitar perusahaan. Namun, beliau tidak pernah menyerah. Banyak kontribusi yang telah beliau berikan kepada salah satu perusahaan agar satwa, seperti harimau Sumatra, tetap lestari. Dan semua hal ini membuat saya yakin untuk menyelamatkan orangutan. Pasti ada jalan keluar tanpa harus mengorbankan salah satu pihak.

Everyone can be a part of orangutan’s existence: destroyer or caretaker, it’s your choice. And I choose the last one, I wanna be their wonder woman 😀
Ayo mulai peduli dan beraksi! Orangutan membutuhkan cintamu 😀

 

REFERENSI:

http://www.iucnredlist.org/details/17975/0

 

http://www.orangutans-sos.org/orangutans/crisis/

 

http://www.saynotopalmoil.com/Whats_the_issue.php

 

http://www.walhi.or.id/kejahatan-komoditas-perampasan-tanah-terlarang-minyak-kelapa-sawit-ilegal-dan-orang-utan-yang-terancam.html

 

http://www.worldwildlife.org

 

http://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_kalimantan/

 

Yuwono, E.H., Susanto, P., Saleh, C., Andayani, N., Prasetyo, D., dan Atmoko, S.S.U. 2007. Petunjuk Teknis Penanganan Konflik Manusia-Orangutan di Dalam dan Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit. WWF Indonesia. Jakarta.

 

Zhang, Y. dan Ryder, O.A. 2001. Genetic Divergence of Orangutan Subspecies (Pongo pygmaeus). J Mol Evol. 52(1):516-526.


8 responses to “Wonder Woman of Orangutan \m/”

  1. ronykristianto says:

    Aksi yang briliant ! semoga ada banyak pihak yang mendukung aksi konservasi anda ini agar hewan endemik ini tidak terancam punah lagi keberadaannya. Semoga aksi ini dapat terwujud agar orang-orang tau betapa pentingnya konservasi orang utan 🙂

  2. caterinaakila says:

    Rencana aksi yang super! Penggunaan SPO juga sangat membantu dan membuat semakin banyak yang terlibat untuk membantu menyelamatkan hewan endemik Indonesia ini. Success super women 😀

  3. Florencia Grace Ferdiana says:

    wow! aksi yang keren sekali miaaa 🙂 baru tau nih. ternyata ada juga ya orang-orang yang bekerja di industri2 yang merusak lingkungan tapi masih memperhatikan / mengusahakan kelestarian lingkungan ! keren !

    • miabone says:

      Sayangnya masih sedikit yang seperti itu, tapi saya yakin Anda bisa jadi salah satunya, Grace 😀
      Semoga generasi kita lebih terbuka untuk hal-hal seperti ini, mau menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan lingkungan 😀

  4. Adyajati says:

    awesome~ 😀 Sayangnya SPO di Indonesia sendiri masih sedikit, padahal negara kita termasuk penghasil sawit terbesar. Sukses untuk aksinya!

  5. Industri kelapa sawit di sumatra merupakan industri kelapa sawit nomor 2 dunia setelah malaysia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php