Wildlife

Ekologi Molekuler: Analisis Metagenom Mikrobioma Usus pada Pongo pygmaeus dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Depresi

Posted: September 2nd 2015

Latar Belakang Mandi tidak menjamin membunuh semua mikrobia pada tubuh. Tubuh manusia tidak bisa 100% “bersih” atau terbebas dari mikrobia karena tubuh manusia sudah bersimbiosis dengan berbagai bakteri sejak lahir. Hal ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi seluruh organisme. Mikrobia yang alami hidup pada tubuh hewan disebut animal microbiome. Animal microbiome dapat dijumpai di seluruh bagian tubuh hewan. Mulai dari bagian terluar, seperti bulu, rambut, kulit, hingga bagian terdalam seperti darah dan usus. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung. Pada hewan tingkat tinggi, seperti manusia, terdapat animal microbiome sebanyak 1014 sel, lebih banyak dibanding sel penyusun tubuhnya yang hanya 1013 sel (Ezenwa, 2012). Animal microbiome tidak bersifat patogen terhadap inangnya, melainkan berperan dalam berbagai hal baik. Antarspesies hewan memiliki sususan animal microbiome yang berbeda-beda. Penelitian sudah membuktikan, kelainan pada hewan tertentu bisa diakibatkan oleh hilangnya satu jenis atau lebih animal microbiome yang umumnya terdapat pada teman satu spesiesnya. Salah satu penelitian … Read more


Batu Kapur : Berkat dan Petaka

Posted: March 3rd 2015

Batu kapur, si putih yang punya segudang manfaat untuk digunakan. Suatu sumber daya lokal dari tanah air Indonesia yang wajib kita manfaatkan secara bertanggung jawab. Gambar 1. Batu Kapur (Sumber: www.aggregatesdirect.co.uk)   Batu Kapur (Limestone) Batu kapur (limestone) merupakan salah satu bahan galian industri non logam yang sangat besar potensinya dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia (Shubri dan Armin, 2014). Batu kapur (gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, 2005). Mineral karbonat yang umum ditemukan berasosiasi dengan batu kapur adalah aragonit, yang selanjutnya akan berubah menjadi kalsit (CaCO3). … Read more


Analisis Metagenom Mikrobioma Usus Anjing (Canis lupus familiaris) dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Nafsu Makan

Posted: March 3rd 2015

Mandi atau tidak memiliki satu persamaan yang mengejutkan: mikrobia pada tubuh tidak 100% mati. Jadi, kalau Anda berpikir mandi sangat diperlukan untuk membunuh kuman-kuman yang ada di tubuh, Anda tentu salah. Mandi memang tidak menjanjikan Anda 100% bersih, bukan karena cara mandi Anda yang secepat kilat, bukan juga karena penggunaan sabun non-antiseptik. Tubuh kita tidak bisa 100% “bersih” atau terbebas dari mikrobia karena tubuh kita sudah bersimbiosis dengan berbagai bakteri sejak kita lahir. Hal ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi seluruh hewan. Mikrobia yang alami hidup pada tubuh hewan disebut animal microbiome. Animal microbiome dapat dijumpai di seluruh bagian tubuh hewan. Mulai dari bagian terluar, seperti bulu, rambut, kulit, hingga bagian terdalam seperti usus. Jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung. Contoh mudah adalah pada manusia yang tersusun dari 1013 sel hidup memiliki animal microbiome (atau pada umumnya disebut human microbiome) sebanyak 1014 sel, lebih banyak dibanding sel penyusun tubuh manusia. Animal … Read more


Wonder Woman of Orangutan \m/

Posted: December 6th 2014

Pasti Anda mengenali makhluk imut di atas bukan? Ya, mereka adalah anak orangutan. Dan mereka adalah yatim piatu. Tidak hanya mereka yang hidup tanpa ayah dan ibu, banyak sekali anak orangutan di Kalimantan yang harus kehilangan induk mereka. Anak orangutan sangat bergantung pada induknya dan untuk mengambil anak dari orangutan maka induknya harus dibunuh. Diperkirakan, untuk setiap bayi yang selamat dari penangkapan dan pengangkutan merepresentasikan kematian dari orangutan betina dewasa (SOS, 2014). “97% Orangutan’s DNA Similar with Human” – Zhang dan Ryder, 2001 Genetically, orangutan adalah saudara kita. Jika Anda melihat orangutan berinteraksi dengan komunitas dan alam sekitarnya, cara mereka berpikir dan bertindak, Anda akan mengerti betapa miripnya kita dengan mereka. Mereka memang tidak bisa berbicara ataupun bersekolah seperti saya dan Anda. Pekerjaan mereka mungkin hanya makan, bermain, dan tidur, selain berlari dari kejaran para pemburu. Dan sangat mungkin kehadiran mereka tidak berarti untuk kehidupan Anda. Mereka berada jauh di … Read more


Ada kangguru asli Papua, tahukah kamu?

Posted: September 5th 2014

“Hai, perkenalkan namaku Walabi. Banyak orang memanggilku kangguru, padahal aku dan kangguru itu berbeda, ya walaupun kami masih satu keluarga. Badanku lebih kecil dari kangguru dan aku tinggal di Papua, Indonesia. Sebenarnya, aku itu lovable banget. Tapi sayangnya masih banyak yang belum kenal aku, padahal aku sudah terancam hampir punah. Yuk mulai kenali aku dan jangan lupa sayangi aku ya 😀 ” Klasifikasi Walabi Kingdom: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mamalia Ordo: Diprotodontia Famili: Macropodidae (IUCN, 2008) Nama ilmiah spesies ini adalah Macropus agilis dan biasa disebut agile wallaby dalam bahasa Inggris. Marsupialia ini hidup di savana berdataran rendah dan bersarang di vegetasi yang rimbun. Walabi suka hidup berkelompok, terdiri dari kurang lebih 10 individu dalam setiap kelompok dan tidak menutup kemungkinan setiap kelompok yang ada bergabung membentuk suatu kelompok yang lebih besar (IUCN, 2008). Walabi merupakan marsupialia terbesar yang ditemukan di Papua. Ukuran tubuh jantan lebih besar dibanding betina. Tinggi … Read more


Hello world!

Posted: September 5th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php