mariaalintar's

Terumbu Karang , oleh alam, dari manusia …

Posted: December 6th 2014

CORALS , AN ALIVE ORGANISM

Terumbu karang adalah struktur fisik yang terbentuk dari kegiatan banyak hewan karang kecil yang hidup dalam koloni besar dan akan mengeras karena adanya kalsium karbonat yang dihasilkannya. Karang sendiri merupakan hewan invertebrata yang masuk ke dalam fikum Coelenterata atau Cnidaria.

sumber : ranselkosong.com

ZOOXANTHELLAE , SYMBIOSIS BETWEEN AN HUMBLE ORGANISM

Zooxanthellae adalah algae dari kelompok Dinoflagellata. Algae ini biasanya bersimbiosis pada hewan seperti karang, anemon, moluska , dan lainnya. Dalam 1 cm2 permukaan karang diketahui terdapat lebih dari 1 juta sel zooxanthellae. Nah , meskipun algae ini memiliki sistem fotosintesis sendiri a.k.a dapat hidup secara soliter, sebagian besar diantaranya akan memilih melakukan simbiosis. Karang dipilih karena diketahui merupakan pensuplai tersesar zat anorganik sebagai bahan fotosintesis . Bahan tersebut diantaranya adalah Nitrogen yang 70% nya dihasilkan oleh karang sebagai hasil sisa metabolisme. Selain menyediakan bahan fotosintesis bagi koloni mikroalgae itu, karang juga memberikan akses pada cahaya serta tempat perlindungan untuk algae tersebut , sementara mikroalgae akan membalas budi dengan menyediakan makanan untuk karang tersebut serta membantu untuk meningkatkan kemampuan produksi kalsium karbonat.

sumber : www.wwf.or.id

THE CORAL TRIANGLE , AMAZONE OF THE SEA

Kawasan Segitiga Terumbu Karang merupakan jantung terumbu karang dunia yang mencakup 30% dari total luas terumbu karang di bumi dan memiliki 75% keanekaragaman spesies karang yang dikenal. Sebagai “hutan amazone” – nya lautan, kawasan ini membentang di sebagian wilayah dari 6 negara , yaitu Indonesia, Malaysia , Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon , dan Timor Leste. Kawasan ini juga menjadi tempat hidup dari 3000 spesies ikan yang merupakan kawasan dengan spesies ikan 2 kali terbanyak dari kawasan lainnya. Secara tidak disadari, kawasan ini telah menyangga hidup lebih dari 130 juta penduduk yang hidup di kawasan tersebut.

 

sumber : https://wri.org

NATURE HAS ITS WAY TO HELPS US

Terumbu karang memberikan manfaat yang sangat besar. Masyarakat dapat seara langsung merasakan manfaat dari terumbu karang ini. Karang dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan yang penting, menjadi tempat asuhan bagi berbagai spesies ikan yang diperdagangkan, menjadi daya terik wisatawan penyelam dan pengagum terumbukarang, memungkinkan terbentuknya pasir di pantai pariwisata, dan melindungi garis pantai dari hantaman badai. Di Indonesia, 30% masyarakat tergantung pada terumbu karang , khususnya pada garis pantai di kawasan segitiga terumbu karang. Hal ini disebabkan karena masyarakat pesisir yang notabene adalah nelayan akan bergantung pada ekosistem terumbu karang. Selain itu sekitar 10% dari pendapatan daerah akan dihasilkan dari pariwisata bawah air itu.

¬†HELP !! S.O.S !! WE’RE THREATENED ! ūüôĀ¬†

Meskipun terumbu karang melimpah di Kawasan Segitiga Terumbu Karang , sumber daya alam paling cantik ini terancam mengalami kepunahan. Menurut ramalan dari WWF , pada tahun 2050 sekitar 90% terumbu karang akan mengalami kepunahan. . Ancaman utama dari kepunahan ini secara langsung berasal dari manusia sendiri (:'() . Kegiatan manusia yang serakah membuat daerah ini terancam , seperti overfishing, penangkapan ikan dengan bom , dan pencemaran berdampak pada terhambatnya pertumbuhan karang dan sebagian besar berakhir dengan kematian. Secara tidak langsung, manusia juga menjadi penyumbang saham terbesar pada coral bleaching karena kenaikan suhu air laut.

 CORAL BLEACHING, NOS AS COOL AS YOUR DYE HAIR

Pemutihan karang disebabkan karena naiknya kadar CO2 dan gas rumah kaca lain yang berdampak pada pemanasan global-and one thing lead to another- , pemanasan global akan menyebabkan naiknya suhu terutama di perairan. Pemutihan biasanya terjadi karena karang merasa tertekan dan akhirnya mengeluarkan zat biokimia yang menyebabkan hilangnya zooxanthellae yang hidup di tubuhnya. Pemutihan menyebabkan karang kehilangan 60-90% dari jumlah mikroalgae nya dan yang masih tersisa dapat kehilangan 50-80 % dari pigmen fotosintesisnya. Selain itu, pemutihan dapat terjadi karena adanya sentuhan tangan dari manusia secara langsung pada karang . Koloni yang memutih akan rapuh pada penyakit dan organisme parasit dan akhirnya karang dapat mati.

 

sumber : http://treehugger.com

¬†FINISH WHAT YOU’VE STARTED HOOMAAANNN !!!!

Karena kita menanam saham terbesar dalam kerusakan lingkungan, kita harus melakukan aksi penyelamatan lingkungan yang telah berjasa besar untuk kita tersebut. Aksi yang dapat kita lakukan secara langsung adalah dengan menerapkan :

  1. KAWASAN PESISIR BEBAS KENDARAAN BERMOTOR , dengan radius 3 KM dari garis pantai . Hal ini diharapkan mampu mengurangi emisi gas buangan dari kendaraan bermotor. Kalau kita mau ke pantai kan gapapa kita jalan dulu , toh suasananya pasti asri , right ? (*kedipkedip)
  2. MANCING SEHAT , tanpa bahan peledak . Bahan peledak nantinya akan berdampak langsung dengan kematian karang tanpa karang dapat memulihkan diri sendiri karena jaringannya sudah rusak (see what you’ve done hooman ?!!)¬†
  3. GERAKAN TANPA TEMPAT SAMPAH BERALIRAN. Nantinya akan disosialisasikan pada daerah aliran sungai untuk mencegah adanya pembuangan sampah di sungai.

CORALS ARE FRIEND , NOT A CRIME

Marilah kita sebagai manusia yang memiliki rasa tanggungajwab untuk merawat lingkungan , menjaga alam kita yang sudah berperan besar dalam kehidupan kita. Dengan kita mencintai lingkungan, kita mencintai hidup kita , dan siapa tau kan ya ada yang balas mencintai kamu (eh?) -lol salah fokus -. Yaudah deh mblo , gue¬†kasih 1 pilihan lagi , kalian mending cerita doang ke anak cucu lo tentang apa itu segitiga terumbu karang ¬†atau mending lo ajak mereka buat nyelam disana buat liat keindahannya secara langsung ? That’s your choice folks … cheers ūüôā #savecorals .

 


3 responses to “Terumbu Karang , oleh alam, dari manusia …”

  1. Kebanyakan orang hanya dapat menikmati dan merusak, ada juga yang turut prihatin namun juga masih merusak. Ada baiknya setiap orang yang ingin menikmati keindahan terumbu karang sebaiknya tidak dirusak, hanya melakukan itu saja sudah cukup membantu dalam menjaga keindahan bawah laut. Semangat untuk menjaga keindahan bawah laut kita.

  2. sommaandi says:

    Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat besar dan memiliki daerah perairan laut yang sangat luas semestinya memuliki kualitas terumbu karang yang sangat baik, dibandingkan negara lain. Ayo bersama kita tingkatkan kualitas terumbu karang demi masa depan anak bangsa

  3. catherinekath says:

    Hal yang sulit adalah membuat orang sadar untuk tidak membuang sampah disekitar area pesisir, apa yang bisa kita lakukan untuk menyadarkan hal tersebut? Kasian juga lihat sampah berenang-renang diair.. :'(

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php