Yana_Likasta

Pemeran Utama Rasbora Tawarensis

Posted: December 5th 2014

Ikan Depik merupakan ikan endemik yang hidup di Danau Laut Tawar, ikan Depik memiliki ciri-ciri berikut: bagian belakang atau punggung ikan Depik berwarna hitam, tubuh ikan Depik berbentuk lonjong, bagian bawah atau bagian perut ikan Depik berwarna putih lembut. Ikan depik merupakan ikan favorit Orang Gayo (Aceh) dan dijadikan sebagai bahan baku kuliner tradisional Gayo, olahan dari ikan Depik ini yaitu dedah (ikan Depik yang direbus dengan berbagai rempah), pekasam (ikan Depik mentah di fermentasi dengan campuran nasi). Ikan Depik memiliki nama latin Rasbora Tawarensis, bentuk Ikan Depik kecil kira-kira berukuran 9 cm. Menurut Weber dan Beaufort (1916), ikan Depik bersifat bentopelagik Rasbora Tawarensis termasuk ke dalam kelas pisces (kelompok vetebrata yang hidup diperairan dengan menggunakan sirip, untuk bergerak dan menjaga keseimbangan tubuh, serta memiliki jumlah spesies yang beraneka ragam), subkelas teleostei, ordo ostariophysi dan termasuk family cyprinidae. Perutnya pipih membentuk siku, sambungan tulang rahang atas membentuk cekungan. Sirip punggung … Read more


Trenggiling (Manis javanica)

Posted: September 9th 2014

Trenggiling (Manis javanica) merupakan jenis mamalia yang masuk dalam daftar jenis satwa dilindungi di Indonesia dan terdaftar pada Appendix II CITES (IUCN, 2008). Trenggiling merupakan salah satu satwa dipercaya dapat menjadi penawar bagi penyakit tertentu oleh masyarakat China, terutama sisik dan dagingnya (Hertanto, 2010). Sebagian kalangan meyakini trenggiling dapat dijadikan sebagai obat kuat dan makanan bagi masyarakat di pedesaan atau pedalaman di Kalimantan Timur (Zainuddin, 2008). Trenggiling merupakan satwa yang berasal dari Kingdom animalia; Filum: Chordata; Class: Mammalia; Order: Pholidota; Family: Manidae; Genus: Manis; dan Spesies: Manis javanica. Trenggiling dapat dikatakan memiliki kedekatan fisiologi dan morfologi dengan satwa yang tidak bergigi. Hal ini dikarenakan dalam adaptasi hidupnya, terutama dalam proses perolehan pakan trenggiling hanya menggunakan lidahnya. Pada mengamatan morfologinya penampakan fisiknya, trenggiling betina lebih pendek dari trenggiling jantan (Payne, 1998) Trenggiling memiliki moncong dan hidung yang merupakan daerah sensitif dan aktif. Trenggiling memiliki lidah yang panjangnya hampir sama dengan tubuhnya, … Read more


Hello world!

Posted: September 5th 2014

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php