Thompson's

Starchild “si Anak Bintang”

Posted: May 28th 2013

Dahulu kala pada tahun 1930 seorang anak ABG menemukan kerangka-kerangka aneh di sebuah bekas tambang di dekat Cihuahua Mexiko yang telah ditinggalkan, bersama dengan tulang belulang manusia normal lainnya. Karna melihat tengkorak-tengkorak itu beda dengan tengkorak manusia pada umumnya, tengkorak tersebut kemudian dibawa pulang kerumahnya di daerah El Paso, dan disimpan menjadi sovenir. Tengkorak tersebut ia simpan didalam kardus hingga kematiannya di awal tahun 1990-an. Di tahun 1998, tengkorak itu berpindah tangan kepada Lloyd Pye seorang peneliti di bidang ilmu pengetahuan alternatif, dan kemudian tengkorak tersebut ia teliti. Pengujian dengan penanggalan karbon-14 telah dilakukan sejak tahun 2010 hingga beberapa tahun terakhir ini untuk membuktikan apakah tengkorak-tengkorak tersebut merupakan tengkorak manusia atau hibrid (alien). Dengan dana pribadi dan bersama dengan teman-temannya Llyod Pye melakukan pengujian termasuk dengan metode-metode diantaranya CAT Scan, sinar-X, penanggalan radiokarbon, scan tulang, analisis scanning elektron mikroskopis, dan analisis DNA mitokondria. Menariknya, menurut Pye, hasil-hasil tes tersebut menunjukkan bahwa tengkorak … Read more


Analisis DNA portabel???

Posted: May 28th 2013

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita sudah memasuki perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama di bidang komunikasi. Ternyata perkembangan teknologi juga sudah merambat ke bidang sains. Pada tanggal 17 Februari 2012 lalu, perusahaan teknologi bernama Oxford Nanopore Technologi mengeluarkan alat analisis data portabel bernama MinIOn USB Stick, yang merupakan sequencer DNA serukuran flashdisk yang dilengkapi dengan USB slot. Teknologi DNA ini mampu mengurutkan 150 juta pasangan basa hanya dalam waktu enam jam, dan menggunakan komputer anda sendiri untuk melakukan analisis.   MinIOn bekerja dengan menganalisis komponen sel dari organisme hidup dan memberikan profil DNA dari organisme itu. Teknologi ini bekerja dengan menggambarkan untaian DNA melalui sebuah nanotube, unzipping double helix yang terkenal menjadi untaian tunggal kemudian melakukan electrolyzing pada basis nukleotida satu per satu untuk untuk membangun profil genetik. Hasil pengurutan gen selanjutnya dapat disimpan sebagai long ticker-tape readout. Dalam proses DNA sequencing, MinION menggunakan teknologi nanopore. Nanopore adalah molekul organik yang memiliki lubang yang sangat kecil … Read more


(Akhirnya) DNA Burung Punah bisa didapat dari Telur

Posted: May 27th 2013

Dalam meniliti fosil dari mahluk hidup yang sudah lama punah, biasanya kita mengisolasi dari tulang fosil tersebut. Tetapi bagaimana kalau yang ditemukan adalah cangkang telur dari mahluk hidup bertelur tersebut? DNA memang terdapat dibagian telur, tetapi mengapa para tim peneliti sangat sulit untuk mengisolasi DNA dari cangkang telur tersebut, seperti yang dikutip pada pernyataan  peneliti berikut ini: “Selama bertahun-tahun para peneliti gagal mengisolasikan DNA dari fosil kulit telur,” kata Charlotte Oskam di Murdoch University di Australia Barat, peneliti tim ini.             Menurut artikel yang dimuat pada www(.)bbcindonesia(.)com dengan judul DNA burung punah bisa didapat dari telur, bahwa para peneliti sudah menemukan cara bagaimana untuk mengisolasi DNA dari cangkang telur. Permasalahan utama mengapa banyak percobaan isolasi DNA dari cangkang telur banyak mengalami kegagalan, yaitu karena teknik yang selama ini digunakan adalah teknik untuk mengisolasi DNA untuk tulang. Percobaan yang dilakukan oleh riset Royal Society B dilakukan pada spesies burung onta raksasa, … Read more


Banteng

Posted: May 27th 2013

Banteng yang ada di dunia terbagi menjadi tiga sub species, dan di Indonesia hidup 2 sub species yaitu Bos javanicus javanicus dengan sebaran alami di Pulau Jawa, dan Bos javanicus lowi di Kalimantan. Sub species Bos javanicus birmanicus dijumpai di daratan Asia yang meliputi Myanmar, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Laos. Perbedaan ke tiga sub species tersebut dapat dilihat pada warna dan ukuran tubuh (Halder, 1978). Secara umum ukuran banteng Jawa lebih besar daripada banteng Asia, sedangkan banteng Kalimantan memiliki ukuran tubuh yang paling kecil (Hoogerwerf, 1970). Alikodra (1987) menyatakan bahwa Banteng merupakan satwa diurnal. Pada daerah yang tingkat gangguannya tinggi, sering dijumpai Banteng aktif di malam hari (nocturnal). Di Thailand saat musim kawin berlangsung, Banteng berpasangan pada bulan Mei sampai dengan Juni. Beberapa jurnal menyebutkan bahwa Banteng ditemukan menjelajah, bersarang dan memamahbiak pada interval waktu tertentu. Banteng memanfaatkan semak belukar sebagai tempat beristirahat. Air memegang peranan yang sangat penting bagi … Read more


Hello world!

Posted: May 21st 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php