Fase

The Conserva(c)tion of Macrocephalon maleo: Our Christmas Presents for Our Macrocephalon maleo

Posted: December 6th 2015

Macrocephalon maleo (?) Macrocephalon maleo itu spesies yang mana? Pertanyaan itu pasti melintas. Ya, saya yakin banyak yang tidak tahu mengenai burung endemik Sulawesi yang satu ini. Saya sendiri mengetahuinya pertama kali saat menonton film “Denias: Senandung di atas Awan” dimana salah satu tokoh inspiratifnya memiliki nama julukan “Maleo”. Saya baru ingat lagi dengan spesies ini ketika saya mencari tentang spesies endemik Indonesia yang terancam punah di IUCN RedList secara acak. Ini lho, si Macrocephalon maleo. Atau sebut saja, burung Maleo.   Jadi, apa kabar si burung Maleo ini? Waktu dilihat di IUCN RedList, ternyata Maleo sudah digolongkan dalam kategori Endangered, padahal eksistensinya di Indonesia sudah dilindungi secara hukum sejak tahun 1972. Namun kenyataannya, populasi burung Maleo terus menurun. Sejak tahun 1950, jumlah burung Maleo sudah berkurang sebanyak 90%.   Kenapa begitu? Selain karena alasan klasik seperti kerusakan fragmentasi kehilangan dan bla bla bla habitat (yang selalu muncul sebagai penyebab … Read more


Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus)

Posted: September 8th 2015

Spesies yang menarik perhatian ini terakhir kali dilihat pada tahun 1940. Sejak saat itu, diduga jumlahnya menurun pesat akibat degradasi dan destruksi habitat, serta tekanan akibat perburuan liar. Bagaimanapun, belum semua habitat potensialnya ditinjau – sementara laporan yang simpang siur dari warga setempat memerlukan peninjauan yang seksama. Jika pun saat ini masih ada populasi yang tersisa, kemungkinan besar hanya merupakan populasi kecil, mungkin kurang dari 50 individu, sehingga spesies ini digolongkan ke dalam Critically Endangered. Vanellus macropterus dikenal sebagai spesies endemik dari Pulau Jawa. Burung ini hidup di rawa dan delta sungai. Sebuah spesimen dan dua butir telurnya pernah ditemukan pada abad 19 di Sumatra sehingga sempat menimbulkan perdebatan mengenai asalnya. Ada pula yang menyebutkan bahwa asalnya adalah dari Timor, karena ditemukannya tiga spesimen trulek jawa di sana. Burung trulek jawa digambarkan sebagai burung lokal, tetapi sangat jarang terlihat – hanya beberapa pasang yang pernah terlihat dalam rentang waktu yang … Read more


Keragaman Genetik Populasi Lalat Myasis Chrysomya bezziana di Indonesia Berdasarkan Analisis DNA Mitokondria

Posted: August 30th 2015

Akrab dengan istilah ‘myasis’? Mungkin tidak, ya. Tapi mungkin cukup familiar kalau istilahnya diganti jadi ‘belatungan’. Myasis, atau belatungan, adalah suatu penyakit dimana larva lalat (belatung) masuk ke dalam jaringan hidup hewan atau manusia, dan hidup sebagai parasit. Larva lalat umumnya masuk melalui daerah kulit yang terluka, lalu masuk lebih jauh ke jaringan otot, sehingga daerah luka semakin lebar. Ada banyak spesies lalat yang jadi ‘tersangka’ dalam kasus myasis, tetapi yang paling diperhatikan adalah Chrysomya bezziana, karena bersifat obligat parasit. Banyak cara telah dikerahkan untuk memberantas Chrysomya bezziana, mulai dari yang mudah seperti penggunaan insektisida dan pestisida, hingga yang serumit pembuatan vaksin rekombinan; namun tidak ada yang memberikan hasil optimal. Metode yang sejauh ini dinilai paling berhasil adalah Sterile Insect Technique (SIT), yaitu pelepasan lalat jantan yang sudah disterilisasi dengan teknik radiasi. Bagaimanapun, keberhasilan teknik ini rupanya sangat dipengaruhi oleh pemahaman yang jelas mengenai keragaman genetik C. bezziana dalam suatu … Read more



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php