Krisna Dewantara

Langkah sederhana menyelamatkan hutan Indonesia

Posted: December 6th 2015

Hutan Indonesia yang merupakan hutan tropis memiliki luas sebesar 52,22% dari total luas daratan di Indonesia. Hutan Tropis Indonesia merupakan salah satu penyumbang oksigen bumi sehingga disebut sebagai paru-paru bumi. Hutan tropis Indonesia merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penghasil oksigen tetapi juga memiliki fungsi sebagai penahan erosi, penyeimbang ekosistem, tempat tinggal sebagian besar hewan liar, daerah resapan air, menjaga siklus hujan, menyediakan makanan, dapat sebagai sumber perekonomian.

Saat ini hutan indoensia semakin lama semakin menyusut. Saat ini jumlah luas hutan Indonesia seluas 98.072,7 juta ha, yang merupakan terluas ke Sembilan di dunia. Luas hutan terendah di Indonesia paling rendah terdapat di DI Yogyakarta dengan luas 16.819,52 ha, dan paling luas terdapat di Papua dengan luas 4.739.327 ha. Laju deforestasi bahkan dicatat sebagai tercepat di dunia menurut Guiness world record pada tahun 2008, dengan kecepatan hutan yang rusak sebanyak 300 luas lapangan bola dalam waktu 1 jam. Patutkah kita bangga masuk rekor dunia dalam hal tersebut??

Hutan Indonesia

Peduli dengan hutan Indonesia? Ada beberapa aksi sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari dan cukup untuk membantu mengurangi deforestasi hutan di Indonesia, seperti

  1. Bijak menggunakan kertas

Setiap harinya semua orang menggunakan kertas. Kertas terbuat dari bubur kayu yang berasal dari pohon. Untuk membuat kertas dengan kualitas yang bagus diperlukan juga pohon yang memiliki kualitas bagus dan umur lama. Apalagi kita sebagai mahasiswa setiap harinya akan memerlukan kertas untuk mencetak dokumen. Untuk kita dapat menghemat pemakaian kertas dengan menggunakan 2 sisi kertas dan juga kita dapat mengecilkan ukuran tulisan kita. Dengan mengecilkan setidaknya 1 ukuran, dapat lebih meminimalisir halaman kertas yang akan dicetak atau digunakan

2. Gunakan produk berlabel FSC

FSC merupakan organisasi independen yang bertujuan untuk mempromosikan manajemen hutan yang bertanggung jawab. Produk yang berlabel FSC menandakan produk tersebut berasal dari perusahaan yang berkomitmen mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari. Dengan membeli produk berlabel FSC membuat konsumen membeli produk yang terpercaya secara lingkungan dan ikut membantu serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

3. Berdonasi kepada program atau lembaga konservasi hutan

Berdonasi merupakan salah satu langkah sederhana konservasi hutan. Donasi dapat diberikan untuk lembaga ataupun program konservasi yang ada, dimana donasi tersebut membantu lembaga/program tersebut melakukan berbagai tindakan untuk melestarikan hutan. Salah satu program yang menarik adalah adopsi hutan dimana kita dapat menyumbang untuk menumbuhkan 1 pohon dan dapat melihat perkembangannya, contoh program dari Greenpeace (http://www.mybabytree.org)

4. Memberikan pendapat atau mendukung petisi

Saat ini ada banyak forum diskusi, portal web dan petisi online yang berfungsi sebagai penyalur pendapat langsung ke pemerintah dan juga mengkritik kebijakan pemerintah (Petisi). Salah satunya adalah mendukung petisi perpanjangan moratorium hutan yang merupakan masa jeda penebangan hutan. Dengan adanya jeda tersebut dapat membuat hutan “bernafas” untuk lebih lama.

5. Berbagi informasi

Hanya dengan membagikan informasi seputar hutan atau aksi konservasi hutan, kita dapat “meracuni” orang-orang di sekitar kita untuk lebih peduli mengenai hutan dan ikut beraksi untuk menyelamatkan hutan kita. Untuk dapat menyelamatkan hutan Indonesia tidak hanya bisa dilakukan oleh beberapa orang saja tetapi semua orang terutama warga Indonesia, karena kita semua secara tidak langsung maupun langsung sudah merasakan merasakan manfaat dari produk hasil hutan setiap harinya. Hal tersebut menjadikan hutan sebagai tanggung jawab seluruh orang.

 

“Suatu langkah kecil dan sederhana tidak akan terasa bila dilakukan seorang diri, tapi akan berdampak luar biasa bila dilakukan bersama-sama”


7 responses to “Langkah sederhana menyelamatkan hutan Indonesia”

  1. destri says:

    Tulisan yang sangat menarik Krisna. Memang seharusnya dijaman dengan teknologi yang sudah maju ini sebaiknya penggunaan kertas mulai dikurangi atau mungkin kertas dapat dibuat dari bahan selain kayu 😀 Semoga tulisan ini semakin menyadarkan kita semua untuk tidak memboroskan kertas sehingga tidak banyak pohon yang ditebang. Semangat untuk menyebarluaskan informasi ini Krisna ! 🙂

  2. Eunike Priscilla Tanio says:

    Waw, ternyata Indonesia yang dikatakan sebagai daerah tropis mengalami kegiatan deforestasi yang cukup besar. Hal ini tentunya akan mempengaruhi iklim tropis, sehingga perubahan musim semakin tidak stabil. Akibatnya, pada musim hujan seringkali terjadi banjir dan longsor. Oleh karena itu, informasi yang anda berikan sangatlah menarik. Terimakasih atas informasinya!

  3. Neil says:

    300 lapangan bola dalam waktu 1 jam? Luar biasa sekali aksi penggundulan hutan kita
    Anyway saya setuju sekali dengan aksi2 sederhana yang kamu tulis, semoga banyak masyarakat yang sadar dan ikut serta dalam upaya pelestarian hutan Indonesia

  4. Hallo Krisna!
    Memang seperti yang kita tahu hutan merupakan paru-paru dunia dan penopang segala bentuk kehidupan mulai dari manusia tumbuhan dan hewan…
    Aku akan mendukung aksimu ini dengan menghemat kertas dan terus berbagi informasi tentang pentingnya hutan supaya timbul kesadaran dan kepedulian dari orang-orang…
    Keep writing keep sharing! Proficiat 😀

  5. Ranti says:

    artikelmu sangat menarik, krisna. 5 cara diatas yang belum terlalu umum adalah menggunakan produk berlabel FSC karena belum banyak perusahaan indonesia yang memiliki label ini. lalu menurutmu, apa alternatif untuk barang2 yang belum memiliki label ini?

  6. Krisna Dewantara says:

    @Ranti : Mungkin alternatif yang bisa dilakukan perusahaan yang produknya belum memiliki label FSC yaitu mengadakan program-program CSR yang berkaitan dengan pengelolaan hutan seperti reboisasi untuk meminimalisir dampak penggunaan produk hutan oleh perusahaan tersebut

  7. marshalino says:

    langkah- langkah yang dilakukan cukup menarik… mungkin lebih di publis lagi dan di sosialisasikan lagi… thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php