Krisna Dewantara

Monthly Archives: August 2015


Hitam bukan berarti tak indah : Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Posted: August 30th 2015

Suka dengan bunga anggrek? Bentuk bunga yang khas dengan warna-warna yang menarik membuat semua orang suka dengan bunga anggrek. Namun bagaimana dengan bunga anggrek berwarna hitam? Meskipun berwarna hitam, bunga ini tetaplah eksotis untuk dinikmati, mungkin karena unik dan juga langkanya bunga yang menjadi mascot flora provinsi Kalimantan Timur. Sebenarnya bunga ini tidaklah sepenuhnya berwarna hitam. Warna hitam hanya terdapat dibagian bibir bunga dan biasanya berupa bintik-bintik atau garis. Habitat anggrek hitam ini hanya terdapat di wilayah Borneo, terutama di daerah Kutai Barat, Kalimantan Timur dan mudah ditemui di kawasan cagar alam Padang Luway. Inilah alasan dijadikannya anggrek hitam sebagai maskot flora Provinsi Kalimantan Timur. Keberadaan atau populasi anggrek ini sangat sedikit di alam dan keberadaannya semakin terancam. Penulis mencoba untuk mencari status konservasi anggrek eksotis ini di situs IUCN Redlist tetapi tidak ditemukan spesies tumbuhan ini, justru yang terdaftar di situs ada saudara anggrek ini yaitu anggrek bambu (Coelogyne … Read more


Pendekatan molekuler untuk menentukan suatu spesies : Konflik Burung kakatua Cape

Posted: August 27th 2015

Burung paruh bengkok atau kakatua Cape (Poicephalus robustus robustus) merupakan spesies langka yang menjadi perdebatan diantara para ilmuwan dan ahli biologi. Kenapa bisa begitu? Ternyata banyak yang menganggap burng ini tidak termasuk dalam spesies Poicephalus tetapi merupakan spesies baru. Hasil penelitian molekuler terbaru dari para peneliti Afrika selatan mengemukakan bahwa sebenarnya burung ini secara genetis berbeda dengan kerabat terdekatnya. Sebelum penelitian ini dipublikasikan, bagaimana para ahli biologi bisa mengatakan burung ini spesies baru, padahal sekilas sangat mirip? Hmmmm…….. Mereka melihat burung yang satu ini memiliki habitat yang berbeda dibanding spesies Poicepalus bahkan sub-spesies P. robustus yang lain. Adanya perbedaan morfologi dan makanan juga mendukung pernyataan bahwa burung ini termasuk spesies yang berbeda. Bagaimana cara meyakinkan pernyataan tersebut dengan analisis gen? Tim peneliti mengambil sampel darah P. robustus untuk didapatkan data DNAnya dan dilihat perbedaan hasil analisis mikrosatelit (mikrosat).     Dan juga dilihat jarak genetiknya menggunakan pairwise comparison pad perbedaan … Read more



© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php