Krisna Dewantara

Juwet, lama tak didengar dan dilihat

Posted: February 28th 2016

Indonesia Negara yang sangat kaya. Bukan dari finansialnya melainkan kekayaan adat, budaya dan terutama alamnya. Alam Indonesia banyak menyediakan berbagai macam hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mungkin karena banyaknya itu lah, kita hanya membudidayakan tanaman-tanaman tertentu, dan hanya mengenal itu-itu saja. Di Bali ada yang namanya buah “Juwet”? Ada yang mengenalnya? Kalo dalam bahasa Jawa atau mungkin di Indonesia dikenal dengan nama Duwet atau Jamblang. Buah dengan rasa manis sepet-sepet masam dan membuat lidah berwarna ungu ini mungkin ada yang mengenalnya, tapi apakah mudah mencari buah ini? Buah Juwet (dalam bahasa inggris Java Plum atau Black plum) memiliki nama latin Syzygium cumini. Pohon buah ini memiliki tinggi mencapai 10-20 m, berbatang tebal, pertumbuhannya bengkok, dan bercabang banyak. Tangkai daun 1 – 3,5 cm dengan helaian daun lebar bulat memanjang atau bulat telur berbalik, panjang daun 7-16 cm dan lebar 5-9 cm. Buah juwet merupakan buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, … Read more


Langkah sederhana menyelamatkan hutan Indonesia

Posted: December 6th 2015

Hutan Indonesia yang merupakan hutan tropis memiliki luas sebesar 52,22% dari total luas daratan di Indonesia. Hutan Tropis Indonesia merupakan salah satu penyumbang oksigen bumi sehingga disebut sebagai paru-paru bumi. Hutan tropis Indonesia merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penghasil oksigen tetapi juga memiliki fungsi sebagai penahan erosi, penyeimbang ekosistem, tempat tinggal sebagian besar hewan liar, daerah resapan air, menjaga siklus hujan, menyediakan makanan, dapat sebagai sumber perekonomian. Saat ini hutan indoensia semakin lama semakin menyusut. Saat ini jumlah luas hutan Indonesia seluas 98.072,7 juta ha, yang merupakan terluas ke Sembilan di dunia. Luas hutan terendah di Indonesia paling rendah terdapat di DI Yogyakarta dengan luas 16.819,52 ha, dan paling luas terdapat di Papua dengan luas 4.739.327 ha. Laju deforestasi bahkan dicatat sebagai tercepat di dunia menurut Guiness world record pada tahun 2008, dengan kecepatan hutan yang rusak sebanyak … Read more


Hitam bukan berarti tak indah : Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

Posted: August 30th 2015

Suka dengan bunga anggrek? Bentuk bunga yang khas dengan warna-warna yang menarik membuat semua orang suka dengan bunga anggrek. Namun bagaimana dengan bunga anggrek berwarna hitam? Meskipun berwarna hitam, bunga ini tetaplah eksotis untuk dinikmati, mungkin karena unik dan juga langkanya bunga yang menjadi mascot flora provinsi Kalimantan Timur. Sebenarnya bunga ini tidaklah sepenuhnya berwarna hitam. Warna hitam hanya terdapat dibagian bibir bunga dan biasanya berupa bintik-bintik atau garis. Habitat anggrek hitam ini hanya terdapat di wilayah Borneo, terutama di daerah Kutai Barat, Kalimantan Timur dan mudah ditemui di kawasan cagar alam Padang Luway. Inilah alasan dijadikannya anggrek hitam sebagai maskot flora Provinsi Kalimantan Timur. Keberadaan atau populasi anggrek ini sangat sedikit di alam dan keberadaannya semakin terancam. Penulis mencoba untuk mencari status konservasi anggrek eksotis ini di situs IUCN Redlist tetapi tidak ditemukan spesies tumbuhan ini, justru yang terdaftar di situs ada saudara anggrek ini yaitu anggrek bambu (Coelogyne … Read more


Pendekatan molekuler untuk menentukan suatu spesies : Konflik Burung kakatua Cape

Posted: August 27th 2015

Burung paruh bengkok atau kakatua Cape (Poicephalus robustus robustus) merupakan spesies langka yang menjadi perdebatan diantara para ilmuwan dan ahli biologi. Kenapa bisa begitu? Ternyata banyak yang menganggap burng ini tidak termasuk dalam spesies Poicephalus tetapi merupakan spesies baru. Hasil penelitian molekuler terbaru dari para peneliti Afrika selatan mengemukakan bahwa sebenarnya burung ini secara genetis berbeda dengan kerabat terdekatnya. Sebelum penelitian ini dipublikasikan, bagaimana para ahli biologi bisa mengatakan burung ini spesies baru, padahal sekilas sangat mirip? Hmmmm…….. Mereka melihat burung yang satu ini memiliki habitat yang berbeda dibanding spesies Poicepalus bahkan sub-spesies P. robustus yang lain. Adanya perbedaan morfologi dan makanan juga mendukung pernyataan bahwa burung ini termasuk spesies yang berbeda. Bagaimana cara meyakinkan pernyataan tersebut dengan analisis gen? Tim peneliti mengambil sampel darah P. robustus untuk didapatkan data DNAnya dan dilihat perbedaan hasil analisis mikrosatelit (mikrosat).     Dan juga dilihat jarak genetiknya menggunakan pairwise comparison pad perbedaan … Read more


Hello world!

Posted: September 27th 2013

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php