Vincentius Y.Winata

Berpikir maju (molekuler)? gunakan DNA Barcode

Posted: September 10th 2014

download (2)

Barcode selama ini biasa kita kenal sebagai garis-garishitam dan putih pada identifikasi produk di supermarket. Namun, saat ini telah muncul istilah ilmiah DNA barcode yang menarik perhatian dunia sebagai sistem terbaru dalam identifikasi hampir semua spesies fauna, baik interspefisikasi maupun intraspesifik secara cepat dan akurat. Dengan DNA barcode ini identifikasi ratusan ribu taksonomi akan lebih mudah.

“Kalau di supermarket itu dengan barcode nama barang hingga harganya jelas. Ini pula yang ada pada DNA barcode,”kata peneliti bidang genetika dan molekuler LIPI, Ir. Moch. Syamsul Arifin Zein, M.Si pada kuliah tamu program Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, Jumat (25/10).

images (2)

Zein mencontohkan dengan DNA barcode akan sangat membantu bagi petugas di bagian karantina untuk mencegah ulah nakal pedagang-pedagang ilegal yang ingin menyelundupkan hewan-hewan langka dilindungi, seperti burung Kakak Tua Jambul Kuning. Lebih dari itu DNA barcode juga mampu melihat jenis ulat tertentu yang ada di dalam buah.

Penanda gen Cytochrome c Oxidase subunit I (COI) dari genom mitokondria DNA (mtDNA) yang merupakan sekuen DNA digunakan sebagai DNA barcode. Zein melihat DNA barcode juga menjadi salah satu alternatif pengganti dari identifikasi taksonomi klasik yang kurang praktis.DNA barcode juga menjanjikan beberapa manfaat, antara lain mengenai spesies, memastikan keamanan pangan, memastikan keberadaan spesies larva, mengontrol hama pertanian, dan melacak asal usul vektor penyakit dan serangan hama pada suatu area.

Menurut Francis et al., (2004) hasil penelitiannya membuktikan kefektifan dari barcode COI ini dalam mendeskripsikan keanekaragaman dan hubungan filogenik dari 260 satwa burung yang ada di Amerika utara. Setiap spesies burung tersebut memiliki barcode yang berbeda-beda, antar spesies yang berkerabat dekat memiliki beda 18 kali lebih tinggi dibandingkan antar individu satu spesies.Bahkan dengan teknik barcoding ini ditemukan 4 spesies baru dari burung-burung di Amerika utara.

Oleh karena itu, DNA Barcoding merupakan suatu teknik sebagai perwujudan hubungan antara dua ilmu yaitu molekuler dan ekologi. Teknik ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi yang dapat diberikan oleh ilmu molekuler dalam mempelajari keadaan ekologi dan melestarikan keberagamannya dialam. Untuk itu, para generasi ecologist atau ahli ekologi  sangatlah penting mempelajari cabang ilmu ekologi ini yaitu Ekologi Molekuler dengan pengembangan yang terus dilakukan sebagai kesadaran untuk menjaga kelestarian alam. Jangan mau ketinggalan jaman demi kelestarian alam kita bersama. images (1)

Sumber :

http://www.plosbiology.org/article/info%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pbio.0020312

http://ugm.ac.id/en/berita/8352-dna.barcode.untuk.fauna.mulai.dikembangkan


8 responses to “Berpikir maju (molekuler)? gunakan DNA Barcode”

  1. elviena says:

    sangat menarik penemuan DNA barcoding ini. bagaimana cara mengambil sampel dari satwa yang akan diambil dna nya? apakah menggunakan teknik invasif atau non invasif?

  2. Vincentius Yafet Winata says:

    Baik sekali pertanyaannya, sebenarnya invasif atau tidaknya tergantung dari spesies yg ingin diidentifikasi; behavior maupun jumlahnya.Misalnya saja pada spesies gajah perlu pendekatan non-invasif.

  3. alfonslie says:

    semoga DNA barcoding ini menjadi jalan keluar bagi para konservasionis untuk menangani penyelundupan hewan hewan langka di masa depan. nice posting. keep blogging 🙂

  4. VINCENT DEAN SADEWO says:

    bagus sekali mas vincent, cukup baik kemasan yang diberikan, apalagi disertakan pendapat para ahli di indonesia juga, bagus , lanjutkan karya karya berikutnya..

  5. Vincentius Yafet Winata says:

    untuk ko alfon, sekarang sudah mulai dilakukan penerapan untuk mendeteksi penyelundupan hewan langka dan untuk kedepannya saya akan jelaskan lebih lanjut
    untuk mas vincent, iya trimakasih, dengan segera saya akan berkarya lebih banyak dan baik lagi

  6. danielharjanto says:

    nice info, dengan adanya dna barcoding ini akan semakin memudahkan dalam mengkaji ekologi dan diharapkan dapat memecah kebuntuan dalam penelitian ke depan.

  7. aokadi says:

    inovasi hebat untuk mengurangi perdagangan spesies langka. Di Indonesia sudah dapat diaplikasikan kah? sudah banyak sing meh punah

  8. jerry9212 says:

    sangat menarik infonya, diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi molekuler yang semakin maju dpt mengurangi penyelunduban spesies langka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php