Vincentius Y.Winata

Burungku burungmu burung kita semua

Posted: November 12th 2013

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati, terutama karena letaknya geografisnya yang strategis dan merupakan negara kepulauan sehingga terdapat banyak spesies endemik khas indonesia. Salah satu hewan eksotis diindonesia yaitu burung atau berasal dari kelompok aves namun sayangnya sudah banyak dari spesies ini masuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN.

Digunakan5 spesies burung yang statusnya terancam punah menurut IUCN

collared-scops-owl-otus-lettia-3-by-peter-ericsson

Ottus siaoensis atau celepuk siau, merupakan spesies endemik pulau siau sulawesi utara. Merupakan spesies termasuk ke dalam kategori Redlist yaitu critically endangeredD, yaitu spesies dengan jumlah populasi diperkirakan kurang dari 50 individu dewasa di alam. Saat ini, Siau sedang mengalami deforestasi yang terjadi sangat cepat. Hal tersebut sangat berpengaruh pada jumlah populasiOtus siaoensis. Pada tahun 1998, sebuah survei selama 5 hari menunjukan Siau hanya memiliki 50 ha hutan saja yang tersisa, dan semua itu terletak di atas ketinggian 800 m di Gunung Tamata. Selain deforestasi, ada pula masalah konversi habitat hutan menjadi kawasan savana (BirdLife International a, 2012)..

Flores-hawk-eagle-perched

Spizaetus floris atau Elang Flores (gambar 2) merupakan spesies endemik Pulau Flores yang berhabitat di hutan dan dataran rendah. Spizaetus floris atau Elang Flores termasuk ke dalam kategori Redlist yaitu critically endangered C2a(ii) yaitu ukuran populasi diestimasikan kurang dari 250 individu dewasa dan terus menurun jumlahnya, diamati, diproyeksikan, atau disimpulkan bahwa jumlah individu dewasa dan struktur populasi di alam adalah tidak ada subpopulasi yang diperkirakan mengandung lebih dari 50 individu dewasa atau setidak-tidaknya 90% individu dewasa pada suatu populasi  Perusakan dan degradasi habitat merupakan ancaman terbesar bagi Spizaetus floris. Sementara itu kawasan hutan lindung yang terlalu kecil juga mengakibatkan tidak terlindunginya Spizaetus floris. Sementara itu, penganiayaan terhadap Spizaetus floris sering terjadi akibat Spizaetus floris sering mencuri ayam penduduk lokal. Penangkapan Spizaetus floris untuk perdagangan juga menimbulkan ancaman tambahan (BirdLife International b, 2012).

gagak-banggai-corvus-unicolor

Corvuc unicolor merupakan spesies endemik kepulauan bangai. Gagak Banggai atau Corvus unicolormerupakan spesies burung dengan status redlist yaitu Critically Endangered C2a(i,ii), yaitu yaitu ukuran populasi diestimasikan kurang dari 250 individu dewasa dan terus menurun jumlahnya, diamati, diproyeksikan, atau disimpulkan bahwa jumlah individu dewasa dan struktur populasi di alam adalah tidak ada subpopulasi yang diperkirakan mengandung lebih dari 50 individu dewasa atau setidak-tidaknya 90% individu dewasa pada suatu populasi (BirdLife International d, 2012)Perusakan habitat telah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi Corvus unicolor.  Selain perusakan habitat besar-besaran (illegal logging, perubahan habitat jadi aquakultur), Corvus unicolor juga terganggu akibat adanya persaingan dengan C. enca. Ancaman kedepannya yang tidak kalah mengerikan adalah eksplorasi tambang yang dilakukan dekat dengan situs Corvus unicolor (BirdLife International d, 2012).

silvery-wood-pigeon_simelue_dec-10_james-eaton-3

Columba argentina atau merpati perak merupakan spesies endemik pulau sumatera dan kalimantan. Merupakan spesies yang termasuk ke dalam kategori Redlist yaitu critically endangeredD, yaitu spesies dengan jumlah populasi diperkirakan kurang dari 50 individu dewasa di alam (BirdLife International, 2012; )Deforestasi, gangguan dari luar, perburuan, dan introduksi dari predator mamalia pada habitat Columba argentina memberikan penurunan yang besar pada populasi ini. Perburuan untuk menyuplai pasar gelap akan memberikan ancaman untuk kedepannya. Selain itu, perubahan habitat menjadi agrikultur juga sangat berpengaruh pada jumlah populasi Columba argentina (BirdLife International c, 2012)

Vanellus_miles_novaehollandiae

Vanellus macropterus merupakan spesies endemik pulau jawa dengan pluas persebaran sempit. Spesies dengan nama lain Trulek Jawa termasuk ke dalam kategori Redlist yaitu critically endangeredD, yaitu spesies dengan jumlah populasi diperkirakan kurang dari 50 individu dewasa di alam.Penyebab utama Vanellus macropterus rentan terhadap kepunahan karena spesies diburu oleh manusia. Selain itu adanya gangguan oleh manusia dan konversi lahan/habitatnya menjadi akuakultur dan agrikultur juga menjadi penyebab utama. Penyebab utama lainnya secaraalami spesies memiliki kepadatan populasi rendah(BirdLife International e, 2012).

Berbagai upaya konservasi burung-burung ini telah banyak dilakukan mulai dari pemberian payung hukum dan lainnya. Tetapi upaya ini tidak akan berhasil jika tidak ada tindakan bahkan kesadaran dari diri kita masing-masing bahwa betapa gentingnya masalah ini. ayo teman-teman,  “Burungku burungmu burung kita semua”  kalau bukan kita siapa lagi?? 🙂


One response to “Burungku burungmu burung kita semua”

  1. Aq suka banget sama burung tipe ini Vanellus macropterus yang warna nya sangat cantik dan juga menarik perhatian aq banget. Dulu aq pernah ketemu sama burung ini tapi uda lama banget aq gak bisa ngeliat burung ini lagi kakak.
    Kira-kira kakak tau engak dimana tempat bisa jumpa sama burung Vanellus macropterus ini? 🙁
    aq ikut prihatin dengan hutan yang sekarang sudah banyak beralih fungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php