Kharina Waty

Si Berduri Cantik Penuh Warna

Posted: August 30th 2015

Keragaman genetik bulu babi (Echinoidea)

Taukah anda tentang persebaran jenis bulu babi diindonesia sangat tinggi? Saat pagi hari menjelang siang merupakan saat yang baik bermain dipantai, dengan cuaca yang cerah dapat dilihat banyak bulu babi yang tersebar didekat bibir pantai. Hal yang terpikir “bulu babi warnanya hitam? Apa hanya ada warna hitam saja?” ya terkadang hal itu muncul di benak anda, mengapa hanya warna hitam yang sering terlihat.Bulu babi sebenarnya mempunyai berbagai macam warna pastinya dengan jenis yang berbeda-beda. Namun, populasi bulu babi yang tersebar diindonesia sulit dibedakan antara yang sejenis ataupun tidak sejenis apabila hanya mengandalkan visualisasi saja.

Bulu babi adalah hewan Avertebrata laut yang kaya manfaat dan tergolong dalam kelas Echinoidea. Selain itu, bulu babi juga bisa dijadikan sebagai organisme hiasan, sumber pangan bergizi, berguna dalam ekologi dan bernilai ekonomis penting. Bulu babi tersebar di hampir semua zone lautan. Hewan dalam kelas Echinodermata ini sangat beragam. Diketahui di belahan dunia lain termasuk Indonesia mempunyai spesies bulu babi sekitar 800 spesies, sedangkan di perairan Indonesia terdapat 84 spesies bulu babi yang tergabung dalam 48 marga dan 21 suku.keanekaragaman bulu babi yang sangat dinggi dapat dilihat berdasarkan Deoxyribo Nucleic Acid mitokondria (mtDNA) dan atau DNA inti (nDNA) antarfamili atau spesies bulu babi.

Berdasarkan keragaman tersebut diketahui tidak ada dua organisme dari spesies sama yang benar-benar serupa, karena setiap spesies memiliki materi genetiknya sendiri-sendiri. Dalam istilah genetik, spesies adalah polimorfis. Keragaman genetik dapat dipelajari dengan metode morfometrik, biokimia, dan metode molekuler. Metode morfometrik digunakan untuk melukiskan variasi antara individu dan populasi. Namun, karakter morfologi mempunyai keterbatasan untuk menggambarkan keragaman genetic antar spesies karena morfologi dapat berubah seiring waktu oleh lingkungan.
Metode biokimia paling umum digunakan untuk mengukur variasi genetik dalam populasi alami. Kebanyakan survei keragaman genetik spesies laut telah menggunakan protein sebagai heterozigot rata-rata melebihi kebanyakan loci protein. Kemajuan biologi molekuler telah menyumbang teknik pengujian langsung variasi DNA. Diantaranya Restriction Fragment Length Polymorphisms (RFLP) sebagai salah satu alat atau metode pengukuran keragaman genetik molekuler. Polymerase Chain Reaction (reaksi berantai polimerase) merupakan metode molekuler lain yang dapat digunakan untuk melakukan screen variasi genetik dalam individu dan populasi.

Apa itu “Deoxyribo Nucleic Acid mitokondria (mtDNA)” ?

mtDNA atau genom mitokondria adalah molekul rantai ganda sirkular yang berasal dari luar inti atau tepatnya dari organel mitokondria. Genom mitokondria bulu babi memiliki gen yang mengkode 13 polipeptida, 2 rRNA dan 22 tRNA seperti pada mtDNA hewan lain. mtDNA bulu babi juga menggunakan kode genetik berbeda, AAA untuk asparagin, ATA untuk isoleusin, TGA untuk triptofan dan AGN untuk serin serta memiliki pola tidak umum dari bias kodon. Bulu babi dalam famili berbeda menunjukkan variasi mtDNA-nya, sehingga urutan gen juga dapat menunjukan perbedaan dengan vertebrata.
Panjang mtDNA bulu babi umumnya memiliki panjang total sekitar 15,7kb. Panjang mtDNA Strongylocentrotus purpuratus adalah 15.650 nukleotida, Paracentrotus lividus adalah 15.697 nukleotida, dan mtDNA Arbacia lixula adalah 15,719 nukleotida. Komposisi nukleotida mtDNA A. lixula berbeda dengan mtDNA S. purpuratus dan P. lividus. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga mtDNA bulu babi tersebut berkembang di bawah tekanan mutasi berbeda.

Strongylocentrotus purpuratus

Strongylocentrotus purpuratus


Arbacia lixula

Arbacia lixula


Paracentrotus lividus

Paracentrotus lividus

Apa itu “DNA inti (nDNA)” ?

nDNA adalah molekul rantai ganda nonsirkular yang berasal dari organel inti (nuclear)
sel. nDNA bulu babi berukuran sekitar 800 mb. nDNA bulu babi juga mempunyai
organisasi urutan selingan pendek yang khas,seperti domain salinan tunggal yang disela oleh elemen ulang pendek (hanya panjang beberapa ratus nukleotida) setiap pasang kilonukleutida. nDNA juga bervariasi antarfamili bahkan antarspesies. Seperti ditunjukkan dalam keanekaragaman identitas dan jarak genetic antara enam spesies bulu babi dari family Echinometridae dalam Tabel dibawah ini.
keragaman bulu babi new

Keenam spesies memiliki identitas danjarak genetik berbeda satu dengan yang lain.
Heterocentrotus mammillatus dan Colobocentrotus mertensii sangat berbeda
secara genetik dari 4 spesies lain. Anthocidaris crassispina meskipun sangat dekat
berhubungan dengan echinometra daripada dengan echinostrephus, identitas dan jarak
genetiknya juga berbeda. Dua spesies yang sangat mirip secara morfologi yaitu E.aciculatus dan E. molaris sangat kecil perbedaannya secara genetik dari yang lain tetapi tetap memiliki identitas dan jarak genetic yang berbeda.
Keragaman genetik nDNA dalam satu spesies diperlihatkan pada jenis bulu babi E.mathaei. Bukti genetik menunjukkan perbedaan empat jenis bulu babi yang diklasifikasikan dalam spesies sama tersebut. Empat jenis bulu babi E. mathaei yang memiliki pola warna duri yang berbeda setelah dilakukan analisis elektroforesis dengan berbagai enzim tertentu diketahui merupakan empat jenis bulu babi yang berbeda, tipe A, B, C, dan tipe D. Hal ini jelas menunjukkan bahwa tidak ada aliran gen antara keempat jenis dan merupakan bukti kuat bahwa mereka secara reproduksi berbeda dan secara genetic merupakan spesies berbeda. Beberapa contoh yang disampaikan menunjukkan keragaman genetik bervariasi antarfamili dan juga dalam satu family.

Dalam materi yang saya paparkan diatas, banyak hal yang sebenarnya menarik dalam bidang ilmu biologi. Bagi beberapa orang mungkin ada yang sangat antusias dalam memepalajari hal-hal seperti diatas. Banyaknya keanekaragaman yang terdapat di perairan Indonesia dan daratan Indonesia yang sangat luas, menambah daftar panjang spesies-spesies yang patut kita banggakan karena berasal dari negeri kita tercinta, Indonesia. Semoga dengan tulisan ini bisa menambah wawasan teman-teman sekalian serta berguna dalam ilmu penelitian.
Tidak lupa saya mengucapkan banyak Terima Kasih karena meluangkan sedikit waktu teman-teman membaca tulisan saya ini. Banyak yang saya ingin sampaikan, setidaknya kita bisa membagi informasi yang berguna bagi teman-teman semua. Apabila teman-teman tertarik dan ingin berdiskusi lebih lanjut mohon memberi komentar dibawah ini.

Refrensi
Abdul Hamid A. Toha. 2007.Keragaman Genetik Bulu Babi (Echinoidea). Jurnal Biota vol.12(2): 131-135.


3 responses to “Si Berduri Cantik Penuh Warna”

  1. felisita1414 says:

    Dari tulisan diatas saya menjadi lebih mengetahui manfaat lain dari bulu babi yang selama ini hanya dianggap sebagai hewan yang tidak begitu memiliki nilai penting, namun ternyata bulu babi dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, sumber pangan dengan nilai gizi yang tinggi dan lain lain. Semoga dengan adanya kajian ekologi molekuler dapat menambah jumlah spesies bulu babi yang dapat diidentifikasi sehingga pemanfaatan bulu babi bagi kesejahteraan bersama dapat dioptimalkan 🙂

  2. Berliani Christy says:

    Informasi yang sangat menarik! ternyata dengan penerapan teknik molekuler pada bulu babi, dapat teridentifikasi spesies-spesies bulu babi lainnya. tentunya dampak positif ini akan sangat berguna jika diterapkan pada flora dan fauna yang masih banyak belum teridentifikasi di alam kita tercinta ini.

  3. rahelfrida says:

    Sekali lagi pendekatan molekuler memiliki peranan penting untuk identifikasi. Bulu babi ini tergolong makhluk hidup yang unik, yang ternyata banyak jenisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php