julioalexander

Murai batu sicantik yang bertalenta

Posted: September 10th 2015

Burung murai batu (Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang sangat baik. Suara yang merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi(dapat menirukan burung-burung lain). Ketenaran burung murai batu dikalangan pecinta burung bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif( seperti memacul,nagen,dan masih banyak lagi tergantung mental dan asal daerahnya). Burung ini merupakan burung kicau yang sangat digemari karena perpaduan suara yang indah, bermelodi, digabung dengan tariannya yang cantik, dan gerakan ekornya yang menawan.
murai1ciri-ciri-burung-murai-batu-medan_3images
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Muscicapidae
Genus : Copsychus
Spesies : Copsychus malabaricus
Larwo adalah sebutan untuk murai batu jawa. Nama ini khusus diberikan untuk jenis murai batu jawa tersebut sehingga menjadi keunikan tersendiri bagi jenis murai batu ini. Banyak yang beranggapan bahwa larwo bukanlah termasuk murai batu, namun menurut ahli burung kicauan burung larwo masih termasuk jenis burung murai batu dan satu keluarga Turdidae yang khususnya memiliki suara yang indah dan kicauan yang sangat bagus seperti murai batu lainnya. Habitat tempat hidupnya hanya akan dijumpai di pulau jawa sehingga menjadi keunggulan bagi murai batu jawa yang disebut Larwo dari jenis-jenis murai batu lainnya yang mungkin bisa dijumpai di banyak daerah. Dan di jawa tinggalnya dapat dijumpai di alam bebas yakni dari Ujung Kulon sampai dengan Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya. Tetapi karena perburuan secara terus menerus maka burung larwo menjadi burung yang sangat langka dan tak sedikit yang beranggapan bahwa burung ini sudah hampir punah dialam bebas.
Fisik murai batu jawa atau larwo mempunyai perbedaan dengan murai batu pada umumnya. Larwo memiliki warna yang sama dengan murai sumatra dan kalimantan, akan tetapi larwo mempunyai ukuran tubuh yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan murai batu sumatera dan kalimantan. Pada saat berkicau larwo akan menberdirikan bulu kepalanya sehingga terlihat seperti jambul, panjang ekornya lebih kurang dari 8-10 cm, makanannya sama dengan murai batu umumnya yakni kroto, ulat, dan belalang.
murai2
Melihat sejarahnya murai batu jawa atau larwo merupakan burung ocehan yang banyak digemari. Namun sekarang burung murai batu jawa ini sangat langka baik dialam, pasar burung maupun di penangkaran burung murai batu. Sehingga intensitas kepunahan mulai dirasakan oleh penggemar murai batu jawa, sehingga pelestarian murai batu jawa sangat diperlukan.
Penyebab berkurangnya populasi burung murai batu jawa atau larwo adalah sebagai berikut:
1. Habitat yang hanya bisa dijumpai di pulau jawa merupakan kesulitan yang harus diterima karena padatnya penduduk yang sudah menghuni pulau jawa dari Banten sampai Jawa Timur sehingga hutan yang gundul menjadi penyebab burung ini tidak mendapatkan rumahnya di alam liar.
2. Penangkapan secara besar-besaran dan terus menerus tanpa mempertimbangkan jumlah populasinya dialam menyebabkan populasi burung ini semakin menurun dan menjadi langka. adapun harga burung murai batu yang sangat mahal antara 500rb-500jt bahkan lebih.
3. Bencana alam seperti gunung meletus, kebakaran hutan juga mempengaruhi populasi murai batu jawa karena dapat mengganggu pernafasan dan menyebabkan burung stres dan mati.
4. Penangkaran yang masih sedikit juga mempengaruhi populasi, karena penangkaran merupakan upaya manusia dalam melestarikan spesies tertentu.
5. Limbah juga merupakan ancaman bagi burung ini karena dapat mengurangi jumlah makanannya dan juga dapat menjadi racun untuk burung ini.
6. Predator seperti ular juga merupakan ancaman burung murai batu jawa
7. Belum adanya larangan penangkapan murai batu jawa yang sangat langka dan jarang ini membuat orang-orang menjadi tidak peduli akan populasinya dialam bebas.
Pelestarian burung murai jawa sangat perlu dilakukan supaya tidak punah. Penangkaran merupakan suatu sarana untuk memperjuangkan populasi murai batu jawa ini supaya tidak punah. Pelarangan perburuan oleh pemerintah juga sangat diharapkan, sehingga populasi murai batu jawa ini dapat seperti dulu. Pelestarian habitat yang sesuai dengan murai batu jawa ini juga dapat meningkatkan populasi murai batu jawa.
murai3
Sampai dengan tahun 2000, populasi global dari Murai Batu cenderungan belum terukur, tetapi sekarang populasinya diyakini terus berkurang dan sudah termasuk ke dalam spesies daftar merah atau spesises yang populasinya terus berkurang dari tahun ke tahun tanpa adanya upaya untuk perlindungan. Tingginya permintaan terhadap Murai Batu untuk kebutuhan perdagangan, telah menyebabkan spesies ini menjadi burung langka di kawasan-kawasan tertentu.
Daftar pustaka
http://omkicau.com/2012/11/19/burung-larwo-riwayatmu-kini/
http://www.iucnredlist.org/details/22734262/0
http://ibc.lynxeds.com/species/white-rumped-shama-copsychus-malabaricus
Rachmanto, Penangkaran Burung Murai Batu. Yogyakarta, Kanisius, 2003.


4 responses to “Murai batu sicantik yang bertalenta”

  1. yulianrozi says:

    Sayang sekali..apakah sudah ada usaha untuk menjaga bahkan meningkatkan populasi murai batu di alam liar? apakan murai yang dilepas dari sangkar dapat bertahan hidup bila dilepas di perkotaan?

    • julioalexander says:

      Kalau dialam liar mungkin belum ada karena banyak yang memburu daripada melepas karena harganya yang sangat mahal. Jika terlepas diperkotaan 90-100% pasti akan ditangkap lagi karena harganya yang selangit. Jika ada yang tersisa pun jika dekat sawah bisa bertahan karena ada sumbermakanannya.

  2. bayu05 says:

    emang bagus suara burung murai batu dan indah warnanya.tapi jngan di buru.biarkan mereka terbang tinggi di alam.bener tidak mas alex?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php