BloggING's (blognya Inge)

AKOPEDRO: Anak KOs PEDuli sparROw

Posted: December 4th 2014

AKOPEDRO apaan? Cast di drama2 telenovela?

BUKAAAN…. AKOPEDRO = Anak Kos PEDuli sparROw…

450726037

“Aku kan cuma anak kos. Gimana bisa ngelakuin konservasi Sparrow? Mimpi kejauhan kali” Itukah yang kamu pikirin saat baca blog ini? kalau iya, kamu mesti ngubah mindset’mu… Hal-hal kecil yang kita lakuin dengan komitmen sepenuh hati bisa kok ngebantu Sparrow. Ayo ambil bagian jadi AKOPEDRO…

gimana serunya? bisa diliat disini nih…


…….BACKGROUND (Mengapa Sparrow?)

“Iya ya, sepertinya begitu”, itulah yang terlintas di benakku saat Pak Pram (Dosen FTb) menyinggung masalah Burung Gereja yang sepertinya makin jarang saja kita temukan. Jaman aku TK dulu kaya’nya ngeliat gerombolan 5-6 Burung Gereja pada ngerumpi bareng citcitcuit di halaman rumah itu hal yang wajar dan sering banget. Entah mengapa sekarang aku ngerasa pemandangan itu makin langka. Kalo ada juga paling banyak cuma 2 ekor di teras kos (itupun kadang2, nggak selalu).

Penasaran lebih lanjut aku coba cari referensi, n certainly yang pertama kali aku liat adalah situsnya IUCN, tapi kok statusnya masih least concern, udah gitu masih stabil juga trend‘nya. Apa bener? Aku coba cari referensi lain kaya di situs Birdlife juga bilang kalo Burung Gereja masih aman. Masih penasaran, akhirnya aku coba asal cari2 dari google, dan akhirnya nemu bukti2 ada pihak yang kontra sama statement itu… aku juga nemu banyak file pdf yang isinya species list yang diprioritaskan untuk dikonservasi di berbagai belahan dunia, terutama di UK dan India. Nemu juga bahwa 20 Maret secara resmi dijadikan sebagai World Sparrow Day, kenapa? Karena populasinya menurun secara drastis (penurunan 96% dalam 25 tahun menurut JNCC 2010), dan ada banyak ancaman terkait peningkatan laju urbanisasi yang makin “menggencet” populasi Sparrow.

Tree-sparrow-perched

Mana yang bener? Bingung juga karena yang aku temuin 50% pro IUCN & 50% nggak sesuai IUCN. Tapi sedikit dapet pencerahan ketika ada literatur yang bilang kalau populasi Burung Gereja yang disurvey itu fluktuatif dan di tiap daerah beda2. Di pulau Adonara (Lesser Sundas) sendiri, Burung Gereja banyak ditemukan di Waiwerang dan Larantuka tapi kontrasnya jarang banget ditemukan di Lembata. Jadinya gimana? Kalau di Indonesia perlu dikonservasi ngga? Yaudahlah ya… lebih baik mulai bergerak kan? Daripada pusing mikirin mana yang bener, lebih baik kita liat ke fakta aja. Inget2 lagi, dulu seberapa sering kita nemu Burung Gereja dan sekarang gimana? Makin jarang kan? Yaudah ayo kita mulai beraksi, sambil ngejalanin action plan sambil ngamatin juga sebenernya Burung Gereja kalo di tempat kita masing2 beneran makin jarang ato ngga. Apalagi sekarang lagi musim hujan, mereka butuh tempat darurat untuk berlindung, buat cari makan.

Burung Gereja bernama latin Passer montanus adalah spesies burung yang tergolong dalam ordo Passeriformes terrestrial yang hidup liar di alam bebas. Secara umum dikenal juga dengan istilah Eurasian Tree Sparrow, berblulu kecoklatan dengan semburat hitam, dan umumnya memakan bagian tumbuhan, biji-bijian, buah beri, bunga, dan juga memakan serangga-serangga kecil. Ancaman utamanya adalah urbanisasi dan modernisasi sistem pertanian menggunakan berbagai senyawa kimia. Selain itu habisnya ruang terbuka hijau dan kasus penangkapannya juga menjadi alasan penurunan populasinya di berbagai tempat. 


…….ACTION PLAN (Apa yang bisa kulakukan?)

1 # BAGI BOLA (BAngun paGI Buka jendeLa)

Kadang, waktu bisa bangun pagi sebelum matahari terik dan masih ada waktu agak luang, aku biasa keluar ke teras kos. Nikmatin udara sejuk sambil ndangak ngeliat langit biru yang cerah sambil ngomong dalam hati “Thanks GOD for all that YOU have done”. Kadang juga nemu ada burung gereja main-main di sekitar teras sambil berkicau-kicau gitu. Widih, itu rasanya kaya adem banget kek ada energi positif yang ngalir buat bekal memulai hari… hehe…

Aku pengen hal itu jadi kebiasaan, dan juga pengen nularin ke temen2 yang lain buat ngebiasain hal yang sama supaya makin banyak temen yg bisa ngerasain gimana asiknya pagi2 nikmati kicau burung gereja, biar makin banyak yg aware sama sparrow… karena “peduli” bermula dari “awareness”…

 2# KORENGAN (KOin Receh jaNGan disepelekAN)

Korengan yang satu ini bukan penyakit kulit lho… ini adalah gerakan optimalisasi sumber daya terabaikan… hehehe… sering bingung ngga kalau uang koin receh menumpuk di dompet? Sekarang nggak usah bingung, kumpulin aja. Mungkin cuma cepek, nopek, gopek’an sih… tapi aku udah ngebuktiin kalau bener2 dikumpulin telaten, sebulan bisa dapet lumayan tuh, bisa dibuat beli menir (beras yang ancur2an gitu) buat makan Sparrow (menir itu muraaaah banget kok, seribu aja dapet banyak). Kalau mau yang lebih hemat sekaligus berencana diet, mungkin kamu bisa menyisakan sedikit nasimu, terus taroh di tempat yang kena sinar matahari (jadi nasi kering/aking) gitu, itu Sparrow juga biasanya doyan.

SB1

Kamu juga bisa buat tempat makannya dari botol bekas gitu, terus kamu bisa gantungin di pohon2an depan jendela kos. Asik banget kan bisa nikmatin sparrow2 berkicau, bisa ngatasin jenuh kalau lagi dikejar2 deadline tugas kuliah. Buat yg doyan crafting, kalian bisa hias2 juga jadi sekalian buat hiasan kos…

 

3# Paper ReUse

Tau nggak? Banyak ahli berpendapat bahwa menurunnya populasi Sparrow terutama di Asia itu gara-gara deforestation, gara-gara ruang terbuka hijau makin dikit. Apa yg bisa kita lakukan? Paling simple adalah dengan menekan laju penggunaan kertas (tahu kan kertas itu dibuat dari apa?)… sebisa mungkin hemat kertas deh… kalau punya kertas yg masih ada space kosongnya, bisa dipake lagi. Bisa juga ngebiasain diri ngumpulin kertas yang satu sisinya masih kosong, bisa dibuat print handout ato apalah, jadi bisa menghemat uang untuk keperluan beli kertas A4 juga kan… istilah ekstrimnya nih, sebisa mungkin kamu harus “pelit” supaya ide kreatif nge’reuse kertas bekas bisa muncul…

SB3

buat yang suka origami, kertas brosur atau katalog harga yang biasa didapet dari minimarket juga bisa dijadiin media… contohnhya nih, beberapa waktu lalu aku ngebuat box kecil dari origami kertas bekas, lumayan bisa buat naroh koin, ato paperclip ato apalah… ato juga bisa diisi menir buat tempat makan sparrow…

SB2

4# Christmas Gift for Sparrow

Bermula dari tugas kuliah Biologi Konservasi, aku tergerak buat ngajak temen2 peduli terus beraksi buat menyelamatkan Sparrow. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan saya/kamu, siapa lagi? Jadi memanfaatkan moment Christmas nih, ayo kita ngebagiin Christmas gift buat temen sekaligus buat Sparrow. Caranya? Memberi kado kecil yang isinya menir ke temen2. Haha,,, mungkin terdengar konyol, tapi aku serius. Pertama, secara nggak langsung, kamu ngasih stock makanan buat Sparrow. Ke dua, itu bisa jadi wujud thanksgiving kamu buat YANG MENCIPTAKAN SPARROW (yg ngga laen adalah YANG KITA RAYAKAN di Christmas). Ke tiga, kamu berarti ngasih kado Natal ke temen kamu berupa moment menyenangkan ketika melihat Sparrow berkicau di Christmas holidaynya.

SB5

 

5# Bird Nesting

Aaron Dunkerton, seorang alumni Kingston University membuat desain unik batu bata dinding rumah untuk menyelamatkan Burung Gereja. Satu set batu bata ini terdiri dari 5 bata balok pada umumnya, dan satu bata berbentuk lingkaran yang berlubang di bagian tengahnya. Lubang ini akan menarik Burung Gereja untuk tempat mereka berteduh atau membuat sangkar di dalamnya. Suatu proyek menarik sebagai langkah konservasi burung-burung kecil seperti Sparrow.

Salah satu blog tidak resmi dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai Aunt Mary juga mengajak anak-anak berkreasi membuat rumbah burung dengan menggunakan kotak sepatu yang dilubangi dengan diameter 4 cm dan di dalamnya diisi dengan biji-bijian makanan burung. Tadi pagi, aku juga udah nyoba ngebuat… hehe…

SB4

 

 

6# Shout it Loud!

Jangan cuma melakukan sendiri! Ajak temen2 laen untuk ikut ambil bagian dalam aksi ini. Shout it Loud biar lebih banyak yang tahu kalau mereka (Sparrow) butuh kita semua. Caranya gampang aja… flexible sesuai keadaan kamu. Buat yang guru sekolah minggu, kamu bisa tanemin kepedulian akan Burung Gereja ke anak2mu, mungkin lewat acara ngebuat ato ng’hias nest box. Buat yang socmed mania, kamu bisa kasi taw temen2 socmed kamu dan ajakin mereka untuk gabung dalam aksi ini. Buat yang penyiar radio, mungkin kamu bisa pilihin artikel2 terkait konservasi sparrow dan woro2 ke masyarakat luas tentang sparrow. Buat yang doyan ng’blog, kamu juga bisa tuangin pendapat ato ide kamu lewat blog kamu supaya bisa mengaruhin masyarakat luas untuk ikut berperan serta nyelametin sparrow.

 

7# Pestisida alami

Modernisasi sistem pertanian meningkatkan penggunaan berbagai bahan kimia, yang jika terkonsumsi oleh burung gereja ternyata dapat mengakibatkan rapuhnya struktur cangkang telurnya, sehingga angka keberhasilan tetasnya menjadi rendah. Jadi, perlu ada banyak solusi alternatif untuk pembenahan sistem pertanian di dunia khususnya di Asia.

 

8# Eco-Life-Style

Hal-hal sederhana seperti meminimalkan penggunaan kantong kresek, service motor secara rutin (meminimalkan polusi kendaraan berlebih), merawat tanaman, merawat kolam ikan (memenuhi kebutuhan air Sparrow), tidak menggunakan HP berlebih (radiasi HP disinyalir juga berperan dalam penurunan populasi Sparrow) juga bisa menjadi hal-hal sederhana yang bisa membantu Sparrow

 

Okedeh. Simple kan? Jadi tunggu apalagi? Ayo ikutan gabung…


 

— References

`BirdLife International 2012. Passer montanus. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>

`Joint Nature Conservation Comittee. 2010. UK Priority Species Data Collation Version 2 Passer montanus. UK. http://www.jncc.gov.uk/page-5161

`Carmarthenshire Local Biodiversity Action Plan Tree Sparrow (Passer montanus). www.carmarthenshire.gov.uk atau

www.rspb.org.uk

`Hertfordshire Bird Club Scientific Comittee. A Biodiversity Action Plan for Hertfordshire.

`Caerphilly County Borough Biodiversity Action Plan. Tree Sparrow. 2(1): 83-86


16 responses to “AKOPEDRO: Anak KOs PEDuli sparROw”

  1. selviaemanuella says:

    Sangat unik, sebelumnya saat penasaran dengan action yang no 7 dan 8, pestisida alami dan eco life style, mungkin bisa dijelaskan bgm mekanisme point2 yang anda berikan, terkhusus “penggunaan HP berlebihan” diketahui bahwa sepersekian penduduk atau warga memiliki HP dan penggunaannya jelas berlebih. Trims

    • Inge says:

      yep2… thx’ comment’na…
      iya, jaman sekarang sih semua emang pada pegang HP… nggak aku pungkiri juga bahwa HP tuh sarana komunikasi yg puentiiing banget… tapi s’enggaknya mungkin kita bisa minimalin… misalnya nih, jaman sekarang istilahnya “anak baru lahir kemarin sore” aja udah dibawain HP kan? nah perlu dipikirin tuh buat keamanan si anak sendiri dan juga keamanan Sparrow (tahu sendiri kan klo intens kepapar radiasi bakal serem juga efeknya)… terus lagi, jaman sekarang juga nih, pake HP yg dual SIM ato satu orang pegang 3-4 HP itu udah biasa banget… tapi perlu dipikirin lagi tuh… “bener nggak sih aku butuh sekian HP/ sekian SIM?”… kalau emang karena kebutuhan yg mendesak misal buat bisnis ato apa yah it’s okay’lah ya,,, tapi kadang banyak orang yg punya lebih dari 1 SIM dengan alasan hemat, klo antar sesama operator kan tarifnya leih murah, gitu… nah yg kek gini nih yg perlu dibenahin… THINK AGAIN!!! d’bandingin, lebih berharga mana hemat karena punya banyak SIM ato minimalin resiko radiasi…gitu? ahihi… 😀

  2. novia11 says:

    Kereeeen ide cemerlang awalnya aku ga kepikiran sampai ke sana tapi setelah baca blogmu jadi merasa “oo iya ya, aku bisa nih lakuin ini”..thank you inge ! 😀

    • Inge says:

      tengqyu Novia… anak kos kan? berarti aku harus ucapin “selamat bergabung”… hehe ;D
      ide hanya sekedar ide tanpa action kita…
      jadi ayo kita lakuin bareng2 dan ajakin yg laen…
      Semangat Konservasi!!! 🙂

  3. pelangiasmara says:

    hal sederhana yang mampu menyelamatkan satwa sekaligus merecycle barang-barang bekas :D. oke terima kasih inge cara yang mudah dan bisa langsung di praktekkan di rumah

    • Inge says:

      oke Dewi,,, ayo ajakin temen2 laen juga…
      makin banyak yang ikut, makin banyak Burung Gereja yg d’selamatkan,,,
      Tengqyuuu… 😀

  4. Junaidi Pratama says:

    Sangat inspiratif dan menggugah hati saya untuk lebih peduli dengan hal hal kecil yg bermakna buat konservasi…Keep blogging and writing!

    • Inge says:

      serius hatimu tergugah… jangan abaikan kata hati Jun… ayo ikutan gabung!!!
      bsok pagi aku kirim mata2 ya buat ngecek d dpn kosmu udah ada menir yang kamu tebarin ato belom… haha..
      😀 jangan cuma di kos ya,,, bentar lagi kan pulang kampung,,, bisa juga lho dilakuin di rumah sendiri…

  5. Maya Narita says:

    WOW! sungguh terkejut membaca artikelmu. Ini adalah artikel yang menurut saya memunculkan banyak dorongan untuk konservasi sparrow dari hal kecil 🙂 banyak sekali ide-ide yang kamu berikan, bahkan sampai Christmas gift juga untuk sparrow. Unik sekali 😀 menurut mu, apakah upaya-upaya sederhana yang kamu rencanakan itu dapat efektif bagi sparrow itu sendiri? kira-kira untuk berapa persen dan berapa lama? trims

    • Inge says:

      Tengqyu Maya… tertarik? ayo ikutan gabung…
      kalo kamu tanya berapa persen dan berapa lama, jawabannya adalah tergantung… hehe…
      tergantung kamu mau ikut apa nggak, tergantung berapa banyak temen2 yang ikutan, tergantung seberapa kuat komitmen kita bareng2 buat ngelakuin hal kecil yang kayanya sepele tapi bisa ngebantu Spparow di sekitar kita, karena aksi ini ngga akan cukup berarti kalau cuma aku sendiri yang jawab… mau aksi kita efektif dan bisa cepet ngasilin impact ke keadaan Sparrow kan? ayo May, bantu ng’jawab pertanyaanmu sendiri lewat aksi kita… 😀

  6. adeirma says:

    Wow! Ide yang menarik, mudah juga nih buat anak kost hahahaha. Mungkin bisa kita lakuin di FTB nih 😀

    Menurut kamu apakah faktor utama selain deforestation penyebab penurunan dari si burung gereja ini? Terus sejauh ini apa tindakan dari pemerintah mengenai hal ini (maksudnya adanya penurunan jumlah burung gereja)?

    • Inge says:

      Tengqyu Ade… Ayo ikutan… seru deh… kapan2 aku sebarin menir di depan kos kamu yah… ato mau sebar sendiri? kalo mau christmas gift dari aku juga bole… hehe…
      dari referensi yang aku dapet nih (ada di bagian “references” di atas), penggunaan bahan2 kimia di pertanian modern juga mengancam Burung Gereja… selain itu, ancaman terbesar juga terjadi karena urbanisasi… bumi dipenuhi rumah orang, jadi Burung Gereja makin kegusur… jadi jangan biarin mereka jadi tunawisma… ayo bikinin rumah buat mereka… 😀

  7. ide yang cemerrrlangggggg. luar biasa.
    hahahaha
    seneng bacanya. 😀
    kaget juga waktu Pak Pram bilang kalau burung gereja mulai berkurang, bener2 baru sadar waktu Pak Pram bilang kaya gitu di kelas. Hal yang paling membuat sadar, soalnya biasanya, banyak burung gereja mampir depan rumah makan nasi sisa yang dijemur, sekarang udah makin jarang aja. 🙁
    emmmm, jadi penasaran, kira2 lebih efektif mana ya buat konservasi burung gereja, antara pembuatan taman kota/taman depan rumah atau perluasan persawahan? 😀

    • Inge says:

      tengqyuuu Anin comment’na,,,
      tergantung sih… tergantung kualitas’nya (kualitas taman ato kualitas sawahnya).
      tapi sejauh ini sih, kalo sawahnya diperluas tapi pake banyak bahan kimia justru ngga akan banyak ng’bantu (d’ cek d tulisan aku di atas), soalnya dengan makan biji2an dari sawah non organik, bikin telurnya rapuh dan tingkat ketetasannya juga rendah… kalo mau taman dan d’optimalin sih bisa bagus juga… jadi orang2 yg numpang jogging di taman ato sekedar maen bisa interaksi banyak sama Burung Gereja…
      walaupun Anin bukan anak kos, tapi kamu juga aku ikut ajakin buat gabung lho… anak kos aja bisa, apalagi di rumah sendiri kaya kamu… hehe…
      sip… teruskan kebiasaan jemur sisa nasi di halaman rumah… semangat konservasi!!! 😀

  8. ancilla says:

    Action plan yang sangat sederhana dan teman2 pasti bisa melakukannya untuk turut menjaga konservasi burung gereja yang akhir-akhir ini memang kelihatannya makin jarang keberadaannya… mungkin teman2 bisa memberitahu ke mamah2 atau papah2 di rumah buat ikut juga untuk melalukan action plan ini, jadi mulai sekarang kalau ada nasi yang sisa di rice cooker jangan langsung dibuang.. bisa dikeringin dulu terus dikasi dah buat burung gereja seperti penjelasan action plan Inge =D

    • Inge says:

      Setuju… anak kos aja bisa, apalagi papah mamah di rumah… jadi peran kita sebagai AKOPEDRO ngga hanya berfungsi waktu kita di kos tapi juga waktu kita pulkam… hehe… selamat bergabung di AKOPEDRO La… 😀
      semangat konservasi!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php