Iman Bahy

Hijaukan Kembali Bersama Molekuler

Posted: September 5th 2014

“Lestari alamku lestari desaku.. Dimana Tuhanku menitipkan aku..

Nyanyi bocah-bocah di kala purnama .. Nyanyikan pujaan untuk nusa..”

“Mengapa tanahku rawan ini.. Bukit-bukit telanjang berdiri..

Pohon dan rumput enggan bersemi kembali.. Burung-burung pun malu bernyanyi..”

– Lestari –

Kata-kata di atas adalah potongan lirik lagu yang berjudul Lestari oleh Gombloh. Lirik lagu itu menyerukan kelestarian alam kita. Memang terasa nyata hal itu terjadi. Alam Indonesia dahulu hijau, bukit dipenuhi pohon, dan sekarang banyak yang ditelanjangi oleh makhluk egois, yaitu kita sendiri. Semakin berkembang jaman, semakin banyak hutan gundul. Namun, semakin berkembang jaman, semakin banyak pula manusia yang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan untuk kehidupan. Pada jaman modern ini, manusia berlomba-lomba untuk mengembalikan hutan yang gundul-gundul tadi menjadi hijau kembali. Salah satu caranya adalah dengan pendekatan molekuler.

Penanda molekuler adalah salah satu cara yang digunakan untuk bidang pemuliaan dan konservasi sumberdaya genetik. Bibit unnggul dapat dihasilkan dalam waktu lebih cepat dan tepat. Penanda molekuler juga diartikan sebagai upaya untuk membedakan karakteristik tanaman pada tingkat gen. Dengan penanda molekuler ini rekayasa genetik juga dapat dilakukan untuk mendapatkan bibit unggul.

10284_4091927895021_316399987_n

Langkah awal pelaksanaan penanda molekuler adalah mengambil bagian tanaman, biasanya berasal dari daun muda. Kemudian isolasi DNA dan dicari bagian yang bertanggung jawab terhadap karakter unggul pada tanaman. Biasanya DNA yang diisolasi kemudian akan dihubungkan dengan bank data genetika, untuk mengidentifikasi gen dan menduga karakter yang diekspresikan.

Jenis penanda molekuler ini ada 2 macam yaitu berdasarkan teknik PCR dan tidak berdasarkan teknik PCR. Penanda berdasarkan teknik PCR yaitu RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan SSR (Simple Sequence Repeats). Sedangkan Penanda molekuler yang tidak berdasarkan teknik PCR hanya ada satu jenis yaitu RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphisme). Setiap penanda molekuler memiliki teknik yang berbeda-beda baik dalam hal jumlah DNA yang dibutuhkan, dana, waktu, prosedur pelaksanaan, tingkatan polimorfisme dan pengujian secara statistic.

Dengan pendekatan molekuler tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi cepat dan tepat karena kita sudah mengetahui mana yang unggul dan dapat tumbuh dengan cepat di alam. Melalui teknik kultur jaringan dapat menjawab masalah konservasi tanaman yang terancam punah atau sulitnya perkembangan generative tanaman tersebut. Teknik-teknik modern tersebut dapat membantu kita untuk menumbuhkan kembali bukit yang gundul sehingga kelestarian alam Indonesia kembali seperti dulu.

  Salam Lestari !!

Sumber: http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpsurabaya/berita-235-teknologi-marka-molekuler-tanaman-.html http://www.forda-mof.org/index.php/berita/post/1132


5 responses to “Hijaukan Kembali Bersama Molekuler”

  1. alfonslie says:

    info yang sangat menarik mas Iman. keep blogging 🙂

  2. fransiska setyanti says:

    ide mengenai molekuler ini memang pas buat jaman modern seperti ini. salam lestari

  3. fransiska setyanti says:

    bacaan yang menarik, molekuler tenyata menjadi solusi yang baik juga dalam konservasi di erea modern ini.

  4. informasi yang bagus semoga dapat diterapkan sehingga hutan yang gundul dapat kembali hujau 🙂

  5. Julius says:

    nice info, iman
    “Alam Adalah Keluargaku” 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php