Iman Bahy

Bantu Gajah Sumatera menemukan silsilah keluarganya

Posted: May 13th 2014

f501d93b-7035-45b4-abb3-5557c9956163

           Dalam 55 tahun dikenal 500 spesies gajah, namun kini tersisa dua spesies yang masih hidup yaitu Gajah Afrika dan Gajah Asia yang tersisa empat sub spesies salah satunya adalah Gajah Sumatera. Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) merupakan bagian dari sub spesies gajah Asia yang dapat ditemukan di Sumatera dan merupakan mamalia terbesar yang ada di Indonesia. Gajah Asia memiliki sub spesies yang terancam punah (Critically Endargered) sejak tahun 1986 yang telah ada dalam daftar merah Lembaga Konservasi Dunia (IUCN-Redlist). Beberapa kegiatan menyebabkan ancaman yang serius bagi Gajah Sumatera seperti perburuan gajah maupun pembunuhan akibat konflik yang terjadi dengan manusia, pembalakan liar, deforestasi hutan, penyusutan habitat dan lainnya.

Gajah-Sumatera-diambang-Kepunahan

Informasi tentang DNA mitokondria hewan langka tersebut sangat diperlukan. Sistem genetik unik mtDNA yang menjadikannya berbeda dengan DNA inti diantara pola pewarisannya yang spesifik yaitu hanya diturunkan dari ibu (maternally inherited). Pada mtDNA terdapat daerah yang tidak mengkode protein yang disebut dengan daerah D-loop yang mempunyai tingkat polimorfisme tertinggi dan dapat digunakan untuk menentukan identitas suatu individu berkaitan dengan penelusuran asal usul dan juga dapat dijadikan alat penelusur hubungan kekerabatan dengan spesies lain seperti gajah Afrika (Loxodonta africana), Mammoth (Mammuthus primigenius), dan gajah India (Elephas maximus indicus).

gajah-sumatera-elephas-maximus-sumatrensis-2

Metode digunakan untuk penelitian tersebut terdiri atas lima tahap dimulai dari pengumpulan sampel, amplifikasi mtDNA, elektroforesis, penentuan urutan nukleotida dan analisis hasil sequensing. Sampel yang digunakan adalah gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis). Amplifikasi mtDNA dilakukan dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan pasangan primer P22F/P22R yang dirancang atas dasar urutan D-loop Elephas maximus indicus menggunakan program Genmon dan Primer selectTM. Elektroforesis dilakukan pada gel agarosa. Sebagai penanda (marker) digunakan plasmid pUC19/Hinfl. Untuk keperluan penentuan urutan nukleotida sampel hasil PCR dilakukan dengan metode Dideoksi Sanger. Analisis hasil sequencing dilakukan dengan membandingkan urutan nukleotida sampel terhadap urutan Mammoth, gajah Afrika dan gajah India yang masing-masing didapat dari GenBank. Proses pembandingan dilakukan menggunakan program SeqmanTM dan untuk menyusun pohon pilogenik digunakan program MegalignTM versi 4.0.0 dari DNAstar.

sumber :

Bappeda. 2014. Mengenal Gajah Sumatera Elephas Maximus Sumatrensis. http://bappeda.pekanbaru.go.id/berita/503/mengenal-gajah-sumatera-elephas-maximus-sumatrensis/page/1/. 13 Mei 2014.

Parikesit, N. Y. 2008. DNA Mitokondria Gajah Sumatera serta Hubungannya dengan Spesies dan Sub-spesies Gajah Lain. Perpustakaan Digital ITB. Bandung.

Penulis: Imanuel Natalius (110801216)


5 responses to “Bantu Gajah Sumatera menemukan silsilah keluarganya”

  1. Fransiska Setyanti says:

    Judul yang menarik, ternyata silsilah keluarga bisa,di cari dengan molekuler, ga perlu sulit-sulit nanyain gajahnya .. Hhahaha..

  2. agungprayogo says:

    informasi yg sangat menarik mas iman dan menambah wawasan..lanjutkan..forza

  3. tosy says:

    informasinya menarik dan penjelasn metode yang digunakan mudah dipahami, tapi sebaiknya hasil sequensing dari penelitian dipaparkan, sehingga pembaca bisa tahu perbedaan urutan nukleotida mammoth, gajah afrika, dan gajah india

  4. alfonslie says:

    informasi yang disajikan ringkas padat dan jelas. Cheers 🙂

  5. elisabeth toby says:

    tampilan blognya menarik, sangat memberi informasi buat kita, Dangke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php