Isidorus Ganang Madyasta Wisnujati

Kenali Lempung Kita…

Posted: February 28th 2016

Lempung? Apa sih itu? Pentingkah bagi kita? Mari kita mengenal lempung lebih jauh….

Lempung termasuk sumber daya alam abiotik tak terbarukan. Lempung atau tanah liat merupakan mineral berkerangka dasar silikat dengan diameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung terbentuk secara alami, yaitu berasal dari pelapukan batuan di bumi yang berupa batuan granit dan batuan beku. Sebagian besar hasil pelapukan mengandung leburan silika dan/atau leburan aluminium yang teroksidasi. Sehingga, lempung dalam kimia termasuk Hidrosilikat Alumina, yang dalam keadaan murni mempunyai rumus:

Al2O3 2SiO2 2H2O

Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Lempung dapat dibedakan  berdasarkan kristal penyusunnya, yaitu 1:1 dan 2:1. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan memuai saat basah, menyebabkan kerutan dan pecah saat kering.

Setelah kita tahu tentang lempung, lalu apa fungsinya bagi kita? Eits, jangan salah…. Banyak fungsi dan manfaat dari lempung bagi kita… Apa aja sih?

Yang pertama adalah sebagai bahan baku kesenian / kerajinan. Dalam keadaan cukup basah, tanah liat mudah dibentuk. Saat kering, tanah liat cukup keras. Sehingga, tanah liat dapat dibuat menjadi guci, patung, maupun ornamen ruangan. Tanah liat yang sudah kering dapat dicat sehingga menambah nilai estetika dan ekonomi dari hasil kerajinan tersebut.

Yang kedua, tanah liat dapat digunakan sebagai bahan baku bangunan. Tanah liat dapat dibuat menjadi batu bata, genteng, dan keramik yang digunakan untuk membangun rumah / gedung. Yang ketiga ini terutama buat para cewek, yaitu fungsi kecantikan. Kok bisa? Yuup,tanah liat dapat dipakai sebagai lulur tubuh atau masker, sehingga dapat mengencangkan dan memuluskan kulit.

Sifat lempung yang sulit ditembus air juga dapat dimanfaatkan sebagai penampung air. Beberapa pedesaan menggunakan kendi yang terbuat dari tanah liat untuk menampung air hujan dan dimanfaatkan untuk mencuci dan diminum. Lempung teraktivasi dapat digunakan sebagai adsorben dari amonia, nitrit dan nitrat.

Lempung tersedia sangat banyak di alam. Pemanfaatan yang terus-menerus pun lempung tidak akan mudah habis. Batuan di bumi terus mengalami pelapukan dan kembali mengendap. Hasil pelapukan batuan bumi dapat diolah sebagai lempung. Hasil sisa dari pengolahan lempung masih dapat digunakan. Pengelolaan lempung di Indonesia cukup baik. Sebagian besar lempung digunakan sebagai bahan baku bangunan. Di beberapa daerah, misalnya Kasongan, lempung digunakan sebagai kerajinan seperti vas, guci, patung. Hasil pengolahan lempung dapat meningkatkan perekonomian dan pembangunan suatu daerah.

Sekian sekilas info tentang Lempung, semoga dapat menambah wawasan kalian 🙂

 

Diambil dari berbagai sumber

 


16 responses to “Kenali Lempung Kita…”

  1. kharinawaty says:

    Sangat menarik. Sya bru tau bahwa lempung berfungsi sbg tanah liat, karena sepanjang yg saya tau tanah liat hanya jenis tanah yang berbeda dan mudah dibentuk. Info yang bermanfaat.mungkin untuk kedepannya bisa di cantumkan refrensi yg lebih detail.thx

  2. dwiky130801380 says:

    wah ternyata lempung mempunyai manfaat sebagai bahan baku kesenian / kerajinan. Dalam keadaan cukup basah, tanah liat mudah dibentuk.

  3. johan1415 says:

    jadi nama lain tanah liat itu lempung toh, dan ternyata lempung ada beberapa golongan , tak kira semua lempung sama aja . hehehe

  4. garvin says:

    lempung dapat dimanfaatkan sebagai kesenian dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tempat kesenian lempung di jogja dimana ya?

  5. handiprihanto says:

    Infonya menarik, banyak yang belum tahu tentang manfaat dari lempung

  6. Catherine Pamela says:

    Maksudnya sumber daya abiotik tak terbarukan apa ya? Apa lempung bisa dijadikan sebagai pengganti batu bata?

  7. Ganang Madyasta says:

    @Karin : Siap bu… 😀
    @Dwiky, Johan, Handi : Menambah wawasan kan? :3
    @Garvin : Mungkin bisa dicoba di daerah Bantul, tepatnya daerah Kasongan, yang merupakan sentra kerajinan tanah liat / lempung
    @Chaterine : Abiotik tak terbarukan berarti sumber daya tersebut anorganik dan tidak dapat diperbarui. Lempung dapat dijadikan batu bata, karena merupakan bahan dasar batu bata itu sendiri

  8. Gusti Ayu Putri A says:

    Wah td membaca dri judulnya saya kira lempung itu kayu, soalnya di tempat saya ada jga yg namanya kayu lempung. Tp stlah membaca artikel di blog ini ternyata lempung ini tanah liat. Terima kasih telah menuangkan info yg menarik

  9. Krisna Dewantara says:

    Lempung ini sangat menarik dan sebenarnya berpotensi untuk diekspor ke luar negeri, karena saya sendiri jarang melihat kerajinan seperti ini di negara lain. Asalkan dikelola lebih baik lagi dan didukung pemerintah, pasti menjadi komoditas penting Indonesia

  10. Vivi Indriasti Freshily says:

    informasi yang menarik,, terutama buat wanita yang menginginkan tampil cantik dengan biaya yang sedikit,, ahahahaah ,, mkasih infonya…

  11. Armae Dianrevy says:

    Lempung diubah menjadi kendi atau penampungan air, dan kemudian dapat digunakan untuk minum. Hal seperti ini menurut saya, sangat menarik karena daya absorbennya. Penggunaan sebagai penampungan air, mungkin bisa dijadikan solusi bagi kota-kota besar yang sulit mendapatkan air dari sumur dalam (sumur tanah) dan didaerah dengan intensitas hujan yang sedikit.

  12. libriestanico says:

    bagaimana kualitas lempung kasongan di banding lempung ditempat lain?

  13. Ganang Madyasta says:

    Saudara Nico, kualitas lempung bergantung pada komposisinya…. Saya kurang bisa memastikan apakah lempung di Kasongan kualitasnya lebih baik dibanding tempat lain…. Akan tetapi, dari sisi pemanfaatan, Kasongan cukup bagus… Karena dapat digunakan untuk meningkatkan nilai estetika dari tanah liat sekaligus ekonomi bagi warga kasongan

  14. bogo6013 says:

    ada dua pertanyaan dari saya, Ganang.
    1. sekilas membaca tadi saya melihat ada pernyataan bahwa sisanyapun dapat digunakan. Maka dari itu, dapatkah lempung di daur ulang? mengingat penggunaan lempung tidak melewati tahap ilmiah sehingga susunan materinyapun tetap sama seperti awalnya diambil dari alam.
    2. saya tidak mengetahui apa perbedaannya silikon dan silica yang merupakan penyusun lempung. Lalu, apakah Silica tidak berbahaya bagi kulit seperti yang dijelaskan bahwa lempung ini bisa digunakan sebagai masker? Mohon penjelasan dan pembenarannya. Trims

  15. Ganang Madyasta says:

    Saudari Ranti, saya akan menjawab pertanyaan anda berdasar apa yang saya ketahui :
    1. Sisa yang digunakan disini diartikan dapat digunakan untuk membuat kerajinan lain / dikembalikan ke alam, bukan di daur ulang
    2. Silika yang berada pada lempung terikat pada oksigen dan aluminium, sehingga tidak meresap ke dalam kulit..
    Semoga membantu

  16. wow, manfaat tanah lempung ternyata banyak
    selama ini yang saya tau hanya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kesenian, atau masker
    ternyata bermanfaat juga untuk lingkungan sebagai adsorben amonia, nitrit, dan nitrat juga ya..

    trims untuk sharing infonya
    🙂

Leave a Reply to Armae Dianrevy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php