Isidorus Ganang Madyasta Wisnujati

Serangga, Keberadaan yang Dilupakan

Posted: December 5th 2015

Serangga, dari kata tersebut, apa yang ada di benakmu? Dari indahnya kupu-kupu hingga menjijikkannya kecoa. Tapi, apakah kamu tau banyak manfaat yang bisa didapat dari serangga? Dari segi ekosistem, ekonomi, bahkan pangan. Dari manfaat itu, dapat dilakukan usaha pelestarian. Penasaran?

Di Gunung Kidul, Yogyakarta sendiri, belalang banyak dijual sebagai bahan pangan di pinggir jalan berupa bahan mentah atau sudah digoreng. Serangga dikenal memiliki kandungan proteiin yang cukup tinggi. Dari segi ekonomi, serangga paling sering dijual dalam bentuk insektarium berupa awetan serangga.

Belalang Goreng

Belalang Goreng

Insektarium Kumbang

Insektarium Kumbang

 

Manfaat ekonomi dan pangan dapat menimbulkan masalah bagi ekosistem. Salah satunya adalah over-harvesting, dimana manusia berlebihan dalam “memanen” serangga, sehingga serangga tidak sempat berkembang biak (terutama serangga musiman). Penggunaan obat pembunuh serangga untuk membunuh hama juga dapat mematikan serangga non-hama.

Maka dari itu, perlu adanya upaya untuk menyelamatkan serangga dari kepunahan akibat kegiatan manusia. Upaya tersebut dapat disebut sebagai konservasi. Kenapa kita perlu melakukan konservasi? Beberapa alasannya adalah :

  1. Untuk lelangsungan hidup kita sendiri dan ekonomi kita tergantung pada banyak spesies yang berbagi tempat dengan kita di bumi
  2. Kita mendapatkan kesenangan atau kepuasan dari melihat satwa liar
  3. Adanya kesadaran akan tanggung jawab merawat dan menghormati bentuk kehidupan lain

Konservasi bukan cuma untuk mamalia besar lho…Serangga juga perlu dilestarikan. Sebagian besar dari kita memiliki pola pikir bahwa konservasi hanya untuk mamalia, burung, reptil, dan hewan besar lainnya. Padahal, banyak hewan lain dan tumbuhan yang terkena dampak akibat aktivitas manusia, yang berakibat berkurangnya populasi dari organisme tersebut.

Serangga sendiri jarang dilirik karena biodiversity nya besar, sekaligus merupakan kelas dengan spesies terbanyak. Namun, karena pandangan itulah populasi serangga semakin berkurang.  Serangga memiliki banyak manfaat bagi kita lho! Beberapa kupu-kupu dan lebah membantu polinasi tumbuhan (sebagai polinator), sehingga bunga dapat beranak-pinak berkembang biak sehingga dapat tumbuh lebih banyak bunga. Jadi kita nggak perlu repot-repot menanam #hush

Lebah sebagai Polinator

Lebah sebagai Polinator

Selain itu, beberapa serangga dapat berfungsi sebagai penyubur tanah secara tidak langsung. Yang dimaksud tidak langsung disini adalah dapat memakan tumbuhan atau hewan yang telah mati, sehingga dapat diurai oleh bakteri lebih cepat. Serangga juga memiliki nilai keindahan yang mampu memanjakan mata seperti berbagai jenis kupu-kupu di taman.

Upaya konservasi dapat dimulai dari kita sendiri. Salah satunya adalah mengenal serangga itu sendiri, karena jika tidak kenal maka tak sayang #eh. Maksud mengenal serangga disini adalah mengenal berbagai fungsi dan manfaat serangga di ekosistem. Untuk mengenal serangga, dapat membaca buku yang berhubungan dengan serangga. Buku tersebut memiliki harga kisaran 100ribu hingga 2 juta rupiah. Dari buku itu, kita dapat mengedukasi masyarakat sekitar kita untuk memperhatikan serangga.

Kumbang Tanduk Rusa sebagai Peliharaan

Kumbang Tanduk Rusa sebagai Peliharaan

Bagi para kolektor seperti saya #uhuk, dapat dilakukan breeding untuk menambah populasi. Indukan dapat diambil dari alam (sepasang atau 2 pasang), lalu dikawinkan. Hasil anakan dapat dilepas ke habitat asal, dijual (untuk mengurangi penangkapan liar), dan dapat dipelihara untuk proses breeding kembali. Dengan cara ini, kita dapat menambah populasi di alam, dapat mempelajari siklus hidup serangga, sekaligus mengurangi over-harvesting. Biaya yang diperlukan untuk breeding tidaklah besar, mungkin hanya 1-3 juta sampai menjadi dewasa dan dapat dilepas kembali ke alam. Biaya tersebut terutama untuk biaya perawatan dari telur hingga imago.

Kita juga dapat membuat program bersama pemerintah / swasta untuk membangun dan membantu merawat taman kota yang menjadi habitat buatan bagi serangga. Selain mempertahankan habitat serangga dan hewan lain, taman dapat memperindah kota dan menyediakan oksigen bagi kita. Tumbuhan yang digunakan sebaiknya berupa 20% pepohonan, 40% semak-semak, dan sisanya berupa rerumputan, ditambah adanya kolam untuk memperindah taman sehingga enak untuk dipandang.

Serangga amat bermanfaat bagi kita. Untuk itu, kita perlu melestarikan serangga baik secara langsung maupun tidak langsung. It’s your choice to work for conserving insect, for your own good. 🙂

kupukupu

Sumber :

http://www.amentsoc.org/insects/conservation/insect.html

Pyle, R., Bentzien, M., dan Opler, P. 1981. Insect Conservation. Annual Review of Entomology 26: 233-258

Kremen, C. 2005. Managing ecosystem services: what do we need to know about their ecology? Ecol. Lett. 8: 468–479.

Perhimpunan Entomologi Serangga http://pei-pusat.org/?p=125


17 responses to “Serangga, Keberadaan yang Dilupakan”

  1. Hallo Ganang!
    Saya termasuk yang takut sama serangga tapi setelah membaca tulisanmu ini sangat menarik dan mendukung caramu melestarikan mereka dengan melakukan perkawinan dan dilepaskan ke habitat asalnya 🙂
    Semoga rancanganmu dapat berjalan dengan baik yaaa! Sukses!
    Keep writing! Proficiat 😀

  2. handiprihanto says:

    Serangga perlu dikonservasi, karena banyak serangga yang dimatikan untuk sebagai konsumsi atau yang dimatikan karena hama pada lahan pertanian atau perkebunan, sangat menarik informasinya

  3. desykadang says:

    Informasi yang menarik nang :D, “tak kenal maka tak sayang” ini yang sering terjadi di dalam kehidupan kita, kita lebih ingin mengenal jenis kita sendiri dan tak mau mengenal jenis lain, padahal kita sama-sama makhluk hidup.
    Sy setuju dengan niat baikmu sebagai kolektor 😀

  4. felixia18 says:

    Haii kalajenking lover.. Saya pencinta kupu-kupu tapi pembenci kecoa serta belalang. Namun bukankah hewan seperti serangga tertentu banyak menjadi hama bagi sistem pertanian? lalu adakah kriteria serangga seperti apa yang harus dan tidak harus dilestarikan? Memang sedih dan miris rasanya melihat kumbang-kumbang dan kupu-kupu dikoleksi menjadi pajangan

  5. Ganang Madyasta says:

    Terima kasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca… 🙂

    @Moncha : Hahaha, soalnya yang dewasa kebanyakan bagus yak? Saat larva mungkin kamu geli liatnya XD
    @Handi : Yees, terkadang yang bukan hama bisa terkena racun serangga, sehingga malah membunuh ekosistem secara nggak langsung 🙁
    @Desy : Hahaha, memang terkadang karena nggak ngerti malah jadi takut karena menganggap asing, padahal mungkin saja mereka “Harmless” 😀
    @Manda : Hahaha, bukan kupu-kupu malam kan? #eeh. Nah, untuk pertanian bisa merugikan, itu dikarenakan habitatnya yang berkurang. Hutan yang menjadi sarang dan tempat makan mereka dijadikan lahan pertanian/perkebunan. Maka dari itu, perlu juga adanya taman dan hutan untuk mencegah mereka memasuki lahan pertanian, semacam win-win solution. Kalau tanaman hutan biasanya hanya sebagian kecil yang rusak, itupun tidak membunuh tanaman tersebut. Kalau masalah yang perlu atau tidak perlu dilestarikan, menurutku semua perlu dilestarikan.Di habitatnya pun biarpun mereka dapat merusak tapi tetap ada keseimbangan 🙂 Kalau masalah pajangan, itu bisa 2 kemungkinan, sudah mati lalu diawetkan, atau ditangkap hidup-hidup, dibunuh, lalu diaawetkan. Aku sendiri juga mengawetkan beberapa jenis dengan catatan serangga yang aku awetkan merupakan peliharaan yang memang sudah mati… Cukup membantukah penjelasanku atau malah membingungkan? XD

  6. watimena nababan says:

    saya setuju, beberapa serangga memang berguna dalam penyerbukan , sehingga berguna bagi lingkungan. namun sama seperti manda apakah serangga yang tidak terlalu mengambil peran penting dan menyebabkan masalah kepada manusia baik masalah lingkungan dan masalah kesehatan harus tetap kita jaga dan tetap menjaga keberadaannya yang tanpa kita jaga pun sudah melimpah di alam? makasih sebelumnya.

  7. Cindy Natalia says:

    Terima kasih ganang atas informasi yang diberikan. Saya kurang tahu apakah ini sudah diterapkan oleh para kolektor serangga lainnya. Tapi, saya rasa ini informasi yang penting sekali untuk dibagikan terutama untuk para kolektor serangga lainnya. Saya mengusulkan untuk kamu menyebarluaskan langkah ini kepada para kolektor lainnya.

  8. Krisna Dewantara says:

    Tertarik dengan cara melalui konservasi melalui Taman Kota. Taman kota memang sangat penting tidak hanya untuk aksi konservasi serangga tetapi juga hewan lain dan penyeimbang ekosistem di perkotaan. Diperlukan banyak pihak untuk mendorong pemerintah membuat Taman Kota, apalagi di DIY belum ada yang termasuk dalam “Taman kota” yang sebenarnya

  9. dwiky130801380 says:

    ternyata serangga itu memiliki peran masing-masing, seperti lebah sebagai polinator, dan kumbang tanduk dapat sebagai hewan peliharaan. Dan ternyata memang untuk konservasi kebanyakkan masih kepada hewan yang besar, dan untuk hewan yang kecil seperti serangga tidak diperhatikan, karena serangga biodiversiti nya besar, sekaligus merupakan kelas dengan spesies terbanyak, karena pandangan itulah populasi serangga semakin berkurang. Semoga usahanya terwujud

  10. Ganang Madyasta says:

    Makasih atas waktunya 🙂

    @Mena : Seperti yang kukatakan sebelumnya,sebenarnya di habitat asli mereka tetap ada keseimbangan antara jumlah pepohonan, serangga, maupun hewan lain yang berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung bagi mereka. Saya beri contoh nyamuk. Di alam, jentik nyamuk dikendalikan jumlahnya oleh beberapa predator air seperti ikan kecil, lagipula agen penyebar penyakit pada nyamuk hanya sebagian kecil spesies dan sebagian besar hanya betinanya. Di pemukiman, banyak genangan air akibat aktivitas manusia, hal ini menyebabkan pertumbuhan populasi yang cukup besar pada nyamuk akibat tidak adanya pengendali alami. Terkadang, kita memakai insektisida yang juga dapat merugikan manusia sendiri karena dapat bersifat toksik atau karsinogenik. Mungkin kesimpulannya adalah kita tetap harus melakukan konservasi, namun kita dapat membatasi jumlah populasi dari serangga yang dianggap merugikan bagi kita dengan pengendali hayati. 🙂
    @Cindy Natalia : Boleh juga, terima kasih atas usulannya 🙂
    @Krisna : Betul sekali, banyak berbagai jenis burung, mamalia kecil, dan hewan invertebrata lain yang tidak mempunyai tempat di perkotaan sehingga mereka terkadang memasukki pemukiman untuk mencari tempat tinggal atau makanan. Memang sulit untuk merealisasikan, tapi jika semua elemen dimulai dari masyarakat dan pemda dapat bekerja sama aku yakin dapat terealisasikan meski sedikit demi sedikit
    @Dwiki : Yuuup… Semoga terlaksana dengan baik 😀

  11. yulianrozi says:

    Ada yang mengatakan serangga itu merupakan tulang punggung alam, karena beberapa peranannya sebagai polinator dan juga perannya dalam rantai makanan, selain itu juga banyak yang berperan sebagai dekomposer limbah organik. oleh karena itu, serangga di sekitar kita harus dijaga.

  12. Johan Widya Tirta says:

    Semoga rencana aksimu bisa menginspirasi orang banyak akan pentingnya melestarikan serangga . Semoga sukses dengan aksimu!

  13. agustinuscandra says:

    Semua ciptaan Tuhan yang ada pasti mempunyai suatu kelebihan yang dapat digunakan baik bagi kepentingan diri sendiri maupun orang lain. Sama halnya dengan serangga, serangga pasti mempunyai suatu kelebihan seperti pengobatan maupun pembuatan makanan yang dapat mensejahterahkan kehidupan manusia. Oleh karena itu, walupun hanya serangga, tetapi kita tetap harus menjaga populasi nya agar tetap seimbang dan berguna.

  14. Elsa Rian Stevani S says:

    Meskipun serangga banyak ditemukan di alam namun saya rasa tulisan anda sangat menarik karena melakukan upaya konservasi untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem yang ada. Langkah yang sangat bagus karena untuk mengkonservasi tidak perlu menunggu sampai spesies atau populasi tersebut berstatus punah atau hampir punah. Hal ini menyadarkan saya dan mungkin orang yang membaca ini yang kebanyakan berfokus pada konservasi hewan besar yang berstatus punah atau hampir punah sedangkan hewan kecil atau hewan dengan keanekaragaman tinggi kurang diperhatikan. Alangkah baiknya untuk konservasi serangga sedari dini untuk mencegah kepunahan serangga di masa depan.

  15. septiapuspit says:

    bagus nih,terus aja pelihara kumbangnya. selain bisa melestarikan bisa dijadiin bisnis juga. mungkin kalau orang banyak tahu soal kelebihan memelihara kumbang ini pasti banyak juga deh yang tertarik. terus ajakin orang-orang aja biar main banyak yang mau bantu menjaga kelestarian kumbang ini

  16. destri says:

    Tulisan yang menarik Ganang. Serangga memang banyak digunakan untuk makanan diluar negri, cantik juga insektarium diatas. serangga yang banyak akan mengganggu alam juga tetapi bila serangga tersebut menurun atau tidak ada maka akan menggangu ekosistem dialam juga, seperti bunga-bunga dengan penyerbukan bantuuan serangga menjadi tidak dapat melakukan penyerbukan.. Semangat Ganang untuk menyebarkluaskan pengetahuan ini. Semoga action plan mu ini berjalan sesuai dengan rencana 🙂

  17. Arch. Lysander J. Que says:

    Serangga ikut memainkan perang penting dalam siklus kehidupan. banyak diantara nya membantu penyerbukan tanaman dan persebaran biji. serangga pun seringkali menjadi indikator rusaknya lingkungan. memang tak dapat dipungkiri, populasi serangga yang berlebihan pun dapat menjadi hama terutama bagi orang yang berkecimpung di pertanian dan perkebunan. tetapi tentunya akan lebih bijak kita menuntaskan dari akar permasalahan yg timbul dripada membasmi hama itu secara membabi buta dan memperparah keseimbangan ekosistem.

Leave a Reply to Cindy Natalia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php