Isidorus Ganang Madyasta Wisnujati

Heterometrus longimanus, Predator Eksotik dari Asia Tenggara

Posted: September 9th 2015

Halo teman, kembali lagi dengan pecinta arthropoda… hehe…. Kali ini, aku akan menyingkap salah satu makhluk malam yang cukup eksotik. Yaitu tentang kalajengking H. longimanus, kalajengking Asia Tenggara yang berasal dari daerah Sumatra dan Borneo (Kalimantan).

Heterometrus longimanus atau sering disebut Asian Forest Scorpion merupakan salah satu kalajengking dengan ukuran cukup besar, yaitu dengan panjang rata-rata 10–12 cm dari chelicerae (mulut) hingga ujung telson (ekor). Kalajengking ini hidup di hutan hujan tropis yang lembab. Heterometrus longimanus memiliki klasifikasi :

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Chelicerata
Order: Scorpiones
Family: Scorpionidae
Genus: Heterometrus
Species: Heterometrus longimanus

H. longimanus di hutan hujan tropis

Tubuh H. longimanus cenderung berwarna hitam, dengan segmen-segmen eksoskeleton membentuk armor pada bagian punggungnya.Pedipalp (capit) yang besar menunjukkan bahwa kalajengking ini lebih sering berburu menggunakan capitnya daripada racun di ekornya. Kalajengking ini aktif di malam hari dan lebih sering bersembunyi di siang hari. Makanannya berupa serangga, burung kecil, reptil, mamalia kecil, atau sisa makanan hewan lain. Kalajengking ini memiliki venom yang efeknya seperti sengatan lebah / tawon (mild venom). Penelitian menunjukkan bahwa venom dari kalajengking ini memiliki LD50 >300 (acuan : semakin besar angka semakin sedikit kematian yang diakibatkan venom ini)

H. longimanus memakan jangkrik

H. longimanus merupakan hewan terestrial, namun ada juga yang memanjat pohon untuk bersembunyi. Sebagian besar kalajengking ini menggali tanah untuk bersembunyi (burrow) sekaligus menjaga kelembaban tubuhnya. Kalajengking ini dapat hidup komunal maupun soliter, akan tetapi ada kemungkinan terjadi kanibalisme jika kekurangan makanan.

Dalam melakukan perkawinan, H. longimanus melakukan ritual dansa untuk menarik pasangan. Sang jantan akan “memegang” capit sang betina, kemudian “dansa” hingga sang jantan mengeluarkan spermatofor (kantung sperma).

Longimanusgender

H. longimanus melakukan ritual kawin

 

Status konservasi dari kalajengking ini belum diketahui karena belum dievaluasi (Not evaluated). Akan tetapi, tetap ada ancaman pada kalajengking ini, diantaranya perburuan besar-besaran untuk dijadikan koleksi, berkurangnya habitat yang berupa hutan hujan tropis, pengaruh cuaca berupa perubahan suhu dan kelembaban, juga semakin sedikitnya ketersediaan pangan.

Tinjauan :

http://www.scorpion-forum.com/t8256-asf-heterometrus-longimanus
http://kalajengking.forumid.net/t8-heterometrus-sp-afs
http://www.nahap.com/2013/01/kalajengking-sebagai-hewan-peliharaan.html
http://carnivoraforum.com/topic/9694422/1/
http://www.arachnoboards.com/ab/showthread.php?213090-Heterometrus-longimanus-Breeding
http://www.terra-animals.de/LetaleDosis/Scorpiones
Gomes, A. dan Gomes, A. 2014. Scorpion Venom Research Around the World: Heterometrus Species. J. of Toxicologi 4 : 351-367


9 responses to “Heterometrus longimanus, Predator Eksotik dari Asia Tenggara”

  1. Untuk siklus reproduksi dari kalajengking? Seberapa lama? Apa juga menjadi 1 ancaman untuk kelangsungan hidupnya?

  2. Ganang Madyasta says:

    Untuk masa “kehamilan” cukup lama ya…. Bisa 9 bulan sampai 1 tahun. Biasanya anakannya lumayan banyak, skitar 10-20 anakan. Namun, ada seleksi dimana anakan yang lemah akan dimakan induknya, dan yang sehat pada saat ganti kulit (molting), saudaranya sendiri bisa memakan kalajengking yang sedang molting tersebut… Dapat ditarik kesimpulan bahwa siklus reproduksi nya dapat menjadi salah satu ancaman bagi kelangsungan hidupnya.

  3. desykadang says:

    wahh.. informasi yg menarik :D, sy jadi tau perbedaan jantan dan betina melalui ruas2 tubuh yg mereka miliki dan juga capit mereka serta adanya ritual sblm kawin.
    oh iya mengenai venom yg di miliki oleh hewan ini berarti cukup memgakibatkan banyak kematian yah? (perlu kepastian :D)

  4. Unik sekali melihat kalajengking ini. Meskipun status konservasinya belum dievaluasi, kita harus tetap menjaga populasi dan habitatnya. Disebutkan juga ketersediaan pangannya sedikit, tetapi makannnya berupa serangga, burung kecil, reptil dan mamalia lainnya yang bisa dibilang banyak tersedia, mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut

  5. dwiky130801380 says:

    Semoga saja, kalanjengking jenis ini dapat diselamatkan

  6. garvin says:

    Bagimana upaya pelestarian spesies ini tanpa menghilangkan genetik alaminya?

  7. desykadang says:

    informasih yang menarik :D, sy jadi tau perbedaan jantan dan betina melalui ukuran tubuh dan ruas2 tubuh yang mereka miliki serta capit dan juga adanya ritual sblm kawin.
    oh iya mengenai venom yg di miliki oleh hewan ini, berarti hewan ini dapat mengakibatkan banyak kematian yah? (perlu kepastian :D)

  8. Walaupun status konfirmasi belum di evaluasi, tapi sebaiknya kita tetap menjaga kelestarian flora kita ini, sehingga kita dapat menemukannya kembali pada generasi selanjutnya.

  9. Ganang Madyasta says:

    @desy : Venomnya hanya menyebabkan bengkak untuk manusia, cuma memang ada kasus kematian yang diakibatkan sengatan, yang ternyata akibat adanya alergi pada orang yang disengat tersebut.
    @Krisna : Sebagian besar serangga dan burung mampu terbang, hal ini menyulitkan kalajengking dalam berburu. Untuk mamalia, biasanya yang diburu adalah anakan, yang berarti kemungkinan besar dijaga oleh induknya. Kalajengking ini lebih sering berburu menggunakan capitnya dibanding menggunakan sengat. Untuk reptil, bisa dibilang hampir sama seperti mamalia. Reptil dewasa malah dapat menjadi predator bagi kalajengking ini.
    @Dwiki : Siaaappp 😀
    @Garvin : Mungkin bisa dengan pemeliharaan dengan tempat yang mirip (bahkan persis) dengan habitat aslinya. Akan tetapi, perlu adanya pengaturan koloni kalajengking ini supaya kanibalisme dapat dihindari seminimal mungkin
    @Agus : Aku harap begitu, karena salah satu cara menjaganya adalah dengan menjaga habitatnya, jiga habitatnya terjaga, maka terjadi keseimbangan ekosistem yang membuat flora fauna lain dapat ikut survive :3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php