Isidorus Ganang Madyasta Wisnujati

Si kecil Scorpio maurus

Posted: August 29th 2015

Siapa yang nggak kenal sama kalajengking..? Jika dilihat sekilas. hewan ini nampak seperti hewan dengan rekayasa genetik. Bagaimana tidak, hewan ini seperti gabungan laba-laba di bagian tubuhnya, punya capit seperti kepiting di pedipalpus nya, dan ekor yang menyerupai sengat tawon (venomous), mengerikan bukan? Tapi, beberapa orang (termasuk saya), malah tertarik memelihara hewan eksotik ini. Selain tampangnya yang serem keren ini, ada beberapa poin yang menjadi nilai plus jika memelihara kalajengking. Salah satunya adalah mengamati kemampuan dalam menangkap mangsa, cara menyengat beserta efek racunnya, dan cara hidupnya.

Kalajengking dapat hidup soliter ataupun berkoloni. Tahukah kalian? Kalajengking bisa berpendar fluorescent jika disinari sinar UV. Kalajengking aktif di malam hari dan merupakan predator yang cukup gesit. Sekarang, saya akan menjelaskan tentang salah satu spesies dari kalajengking di Asia-Afrika.

Scorpio maurus merupakan salah satu kalajengking pertama yang secara scientific dideskripsikan oleh Linnaeus sendiri. Scorpio berarti kalajengking, sedangkan maurus berarti gelap. Nama umumnya adalah Largeclawed scorpion (Kalajengking bercapit besar) atau Israeli Gold Scorpion.

scorpio-maurus

Scorpio maurus

 

Hewan ini ditemukan di Afrika (Algeria, Mesir, Libya, Mauritania, Morocco, Senegal, Tunisia), dan Asia (Iraq, Iran, Israel, Jordania, Kuwait, Lebanon, Qatar, Arab Saudi, Syria, Turkey, Yemen). Spesies ini hidup di daerah berpasir (biasanya gurun), tetapi dapat juga ditemukan di hutan yang kering. Spesies ini bertipe burrowing (menggali substrat sebagai tempat tinggal / tempat berlindung). Mereka biasanya menggali dengan kedalaman antara 20-70 cm dengan luas melebar pada bagian terbawah. Meskipun hewan ini hidup di suhu panas (35-50 derajat celsius), mereka dapat bertahan hidup di “musim dingin” dengan suhu 10-20 derajat celsius dengan cara berhibernasi dalam tanah.

Spesies ini memiliki panjang 6-8 cm dari mulut sampai ekor. Memiliki bisa berupa racun syaraf (neurotoksin) pada bagian ujung ekornya. Bisanya termasuk kategori sedang, namun cukup menyakitkan bagi manusia, tetapi tidak mematikan. Hewan ini biasanya berkoloni, dengan lubang sembunyi yang berbeda-beda (1 kalajengking 1 tempat sembunyi).

Hewan ini penting dalam medis (penawar racun, pembuatan vaksin) tetapi belum diketahui keragaman genetik dari spesies ini. Salah satu cara untuk mengetahui keragaman genetik dari spesies ini adalah melalui molekuler, dengan menganalisis gen potongan DNA pada mitokondria, yaitu Cytochrom Oxidase 1 (CO1) dari spesimen yang diambil di Morroco. Penelitian ini dilakukan oleh Elsa Froufe, Pedro Sousa, Paulo C. Alves & David J. Harris.

Afrika

Tempat pengambilan sampel

 

Sampel diambil dengan tangan dan alat seadanya, kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi alkohol 96%.  Genom CO1 yang diekstrak kemudian dilakukan PCR lalu diinput ke dalam GenBank. Hasilnya dibandingkan berdasar jumlah pasangan basanya.Hasil 1

Biasanya, spesimen sub-adult sulit diidentifikasi genomnya. Pada tabel, terdapat Buthus sp. dari famili Buthidae, sedangkan S. maurus dari famili Scorpionidae. Dari hasil, dapat dibuat grafik kekerabatan gen (phylogenetic relationship) antar spesimen.

Hubungan Filogenetik

Hubungan Filogenetik

Sekian sedikit ulasan tentang Scorpio maurus. Semoga membantu…

From :

The Scorpion Files

Froufe, E., Sousa, P., Alves, P. C., and Harris, D. J. 2008. Genetic diversity within Scorpio maurus (Scorpiones: Scorpionidae) from Morocco: Preliminary evidence based on CO1 mitochondrial DNA sequences. Biologia 63 (6): 1157—1160


9 responses to “Si kecil Scorpio maurus”

  1. Joshua Nathaniel says:

    Artikelnya bagus, informatif dan mendidik juga. Ditunggu entri-entri lainnya 😀

  2. Natalia Cinthya Deby says:

    Kerenn,, ini jadi salah satu contoh nyata aplikasi DNA marker wkwkwk…

  3. Bernadus andy says:

    informasinya menarik dan dapat menambah wawasan juga

  4. Armae Dianrevy says:

    Terimakasih atas informasinya, ada yang menarik dari artikel ini yaitu kalajengking dapat berpendar fluorescent saat terpapar sinar UV dan menambah pengetahuan lagi bahwa kalajengking juga dapat bertahan dengan suhu yang rendah. Penggunaan PCR juga sangat membantu dalam identifikasi keanekaragaman genetik.

  5. Informasi yang saya terima bagus. Semangat!

  6. garvin says:

    artikelnya sangat menarik sekali, semoga dapat dikembangkan karena masih sedikit informasi yang membahas tentang ini

  7. saktyari says:

    mantap gan…ada beberapa point yg membuatku tertarik 😀
    salam venomous 😉

  8. Ganang Madyasta says:

    @joshua : Siaap 🙂
    @Deby,Andy, Armae, Via, Garvin : Thanks 😀
    @Ari : wkwkkwk, pelihara kalajengking dah :p Salam sengat 😀

  9. Berliani Christy says:

    Semoga dengan adanya pendekatan molekuler dalam studi varietas scorpio ini, peranannya dalam dunia medis pun semakin maju sehingga banyak temuan vaksin maupun penawar racun yang hebat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php