biochaos

Menjelaskan Fenomena Biologi dengan RAPD

Posted: September 2nd 2015

Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD re:rapid) adalah teknik analisis DNA yang menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Pendekatan metode ini berkenan dengan analisis buta DNA. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa metoda ini tepat digunakan pada tingkat DNA. Disamping itu pekerjaan ini dapat dilakukan  dengan pengetahuan yang sedikit tentang urutan DNA tertentu atau gen dari organisme yang diteliti. Khusus untuk genetik serangga, hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena metoda ini dapat memulai dilakukannya analisis genetik pada spesies baru tanpa menunggu dana yang besar, waktu yang lama dan usaha yang lama. Metode RAPD sendiri melibatkan penggunaan teknik polimerisasi DNA (Polymerase Chain Reaction, PCR).

Metode RAPD merupakan metoda baru untuk mengidentifikasi sejumlah besar polimorfisme DNA pada genom dengan cepat dan efisien. Tipe polimorfisme ini membuat RAPD cocok untuk studi keanekaragaman genetik, hubungan kekerabatan, peta genetik, sidik jari DNA. Sidik jari DNA banyak digunakan untuk kasus paternity dan forensik. Dengan menggunakan oligonukleotida pendek (biasanya 10 bp) sebagai primer yang akan berikatan dengan bagian (sites) komplemennya. Metode RAPD digunakan untuk mendeteksi polimorfisme DNA yang digunakan sebagai genetik marker dan menentukan hubungan kekerabatan pada bermacam-macam tanaman dan serangga hama.

 

 


3 responses to “Menjelaskan Fenomena Biologi dengan RAPD”

  1. agnes9 says:

    Wah informasi yang menarik, Unan. Yang ingin saya tanyakan, apakah RAPD hanya bisa digunakan pada tanaman dan hama? Bagaimana dengan ikan, burung dan mamalia? atau bahkan moluska? Apakah bisa menggunakan metode ini? Dengan dana yang tidak besar dan waktu cepat, pasti banyak yang ingin melakukan penelitian dengan metode RAPD. Keep blogging! 😀

  2. alanpeter says:

    Apakah ada kaitannya RAPD sama E-DNA ? COba anda jelaskan. Apakah ada kelemahan lain RAPD untuk serangga ini ?

  3. miabone says:

    Apa sebenarnya yang menjadi alasan teknik ini membutuhkan biaya yang murah, waktu yang singkat, dan usaha minimal? Terimakasih sebelumnya untuk informasi yang luar biasa ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php