biochaos

~ A Walking Shark ~

Posted: December 6th 2014

Indonesian Speckled Carpet Shark / Hiu Karpet Berbintik 

Ikan hiu karpet berbintik dikenal tidak menggunakan siripnya untuk berenang seperti jenis ikan hiu lainnya melainkan untuk berjalan di dasar laut. Hiu ini memiliki habitat di laut dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut yang lebat tapi kisaran kedalaman yang tepat tidak di ketahui dan kondisi ini biasanya digunakan oleh hiu karpet berbintik sebagai tempat yang sangat tepat untuk berkamuflase atau melindungi diri, atau mungkin pada saat berburu juga.

Mengenal hidup ikan hiu endemik Indonesia, Hemiscyllium freycineti atau juga di sebut ikan hiu karpet berbintik Indonesia. Ikan hiu karpet berbintik indonesia atau Wobbegong dalam bahasa setempat adalah spesies yang kurang di kenal dari Papua (Indonesia) dan Papua New Guinea yang memiliki habitat sangat terbatas di sekitar semenanjung barat pulau New Guinea di western central pacific, dan sangat terbatas di bagian barat New Guinea. Di Indonesia ikan hiu karpet berbintik ini habitatnya terbatas pada provinsi Papua Barat saja dan hanya sedikit yang di ketahui tentang ukuran populasi Hemiscyllium freycineti serta tidak ada data ilmiah yang tersedia saat ini.

Hiu karpet berbintik berpola kulit yang indah dan memiliki kemiripan yang luar biasa dengan kulit macan tutul. Heksagonal cokelat bintik, dengan pusat-pusat pucat, penuh di seluruh tubuh bagian atas. Kecil bintik-bintik gelap menutupi moncong, dan besar, gelap yang terletak tepat di belakang sirip dada. Kedua sirip punggung dan sirip anus berada di belakang tubuh.

Penelitian lebih lanjut tentang reproduksi spesies ini hampir seluruhnya tidak di ketahui, meskipun seperti spesies Hemiscyllium lain, tentunya bertelur ikan hiu karpet berbintik indonesia kecil di ketahui 21,4 cm panjang total (TL), sehingga ukuran saat lahir di bawah angka ini. Spesimen terbesar di periksa oleh ilmuan pada tahun (2010) adalah 66,3 cm TL, tapi ukuran maksimum tidak diketahui (IUCN Red List).

Hewan yang cantik ini masuk dalam daftar WWF yang terancam punah, juga daftar spesies yang termasuk dalam golongan  NT atau Near Threatened dalam IUCN Red List. Kondisi ini diperparah dengan dikenalkannya kepulauan Raja Ampat ke dunia sehingga menyebabkan banyak kapal tangkap besar dari luar negeri yang memasuki perairan ini dan merusak ekosistem juga menghancurkan mata pencaharian nelayan lokal, apalagi wilayah timur kita rentan dimasuki dari luar oleh negara lain karena lemahnya penjagaan dan pertahanan maritim dan udara oleh militer, tak diragukan lagi status dari hiu karpet Indonesia sekarang adalah sangat terancam punah, jika kondisi ini terjadi terus mungkin dalam rentang 10 tahun lagi Hemicyllium freycineti bisa menjadi sebuah legenda.

Ancaman ikan hiu karpet berbintik indonesia sudah sangat jelas, seperti ikan Hiu Karpet Berbintik Indonesia adalah spesies yang sangat menarik dan kuat mungkin akan di cari untuk perdagangan akuarium. Jenis ini sangat rentan terhadap kerusakan habitat melalui praktek penangkapan ikan menggunakan peledak, dan kurangnya informasi tentang tingkat degradasi habitat dalam jangkauannya (tidak hanya dari metode penangkapan ikan yang merusak, tetapi juga dari polusi, beban polutan berat dari kegiatan pertambangan adalah masalah di kawasan ini). Selain itu, kita tahu bahwa pasir, terumbu karang dan rumput laut  yang lebat merupakan tempat kamuflase hiu unik ini untuk melindungi diri dan berburu. Oleh karena itu salah satu tindakan agar hiu ini tetap dapat hidup dan mencari makan adalah menjaga habitatnya.

Menurut IUCN, tidak ada tindakan konservasi saat ini, pengembangan kegiatan ekowisata berpusat pada keragaman yang luar biasa dari kehidupan laut di Papua Barat dapat memberikan dorongan untuk perlindungan habitat spesies ini. Tentu saja kita sebagai masyarakat awam bisa membantu menjaga keeksistensian Hiu Karpet Berbintik ini, seperti apa?

Memperkenalkan #SAVESHARKS Indonesia, kampanye inisiator yang digerakan oleh Divemag Indonesia . Kampanye ini mengajak semua orang dari semua kalangan untuk bersama-sama menjaga agar hiu-hiu tetap berada di lautan sebagaimana fungsinya sebagai predator teratas yang punya peran penting untuk mengontrol populasi hewan laut dalam rantai makanan. Ketika populasi hiu di perairan terjaga kelestariannya, ia barulah mampu menyeimbangkan ekosistem laut, dalam hal ini menjaga ikan-ikan yang biasa kita konsumsi tetap berlimpah dan bukan menjadikan hiu sendiri sebagai menu makanan manusia.

hiu

Melalui kampanye #SaveSharks Indonesia, baik lewat social media, diharapkan masyarakat yang seluas-luasnya kian memahami pentingnya menyelamatkan hiu untuk masa depan kita. Salah satu cara untuk menyelamatkan hiu-hiu ini dari kepunahan diantaranya adalah bergabung bersama gerakan-gerakan masyarakat atau LSM salah satunya adalah Join The Campaign dari kampanye #SaveSharks Indonesia seperti menyebarkan lewat social media, kompetisi blog, puisi, short movie, karikatur, membuat lagu dan event lainnya tentang kondisi hiu-hiu di Indonesia dan kondisi habitat para hiu-hiu ini.

hiuu

Cara ini tentu saja dapat diaplikasikan untuk Hiu Karpet Berbintik Indonesia, lewat blog ini penulis ingin mengajak pembaca tidak terkecuali untuk turut bekerja sama dalam menyebarluaskan, mempublikasikan informasi tentang rendahnya kesadaran manusia akan kepunahan hewan-hewan endemik Indonesia, ikut menjaga, memelihara dan mengurangi ancaman hidup spesies langka ini dan mengajak orang-orang agar juga ikut berpartisipasi.

Yuk tunggu apa lagi? Mulai sekarang kita bersama-sama bergerak untuk menyelamatkan kelangsungan hiu karpet berbintik. Mari bersama-sama menyelamatkan hiu dari bahaya kepunahan. Selamat bergabung bersama #SaveSharks Indonesia.

 

 

 

 

 

sources

savesharksindonesia.org

iucnredlist.org


10 responses to “~ A Walking Shark ~”

  1. agnes9 says:

    wah topik yang menarik. apakah untuk aksi rencanamu ini kamu bekerjasama dengan LSM yang peduli dengan keberadaan hiu karpet? selamat beraksi 🙂

  2. friskaunandy says:

    Hai~ untuk bekerja sama dengan LSM, Saya pribadi ingin sekali bekerja sama dan akan berusaha bekerja sama dengan LSM yang disebutkan diatas dan juga memasukan new entry yaitu Hiu Karpet Berbintik ini kedalam list LSM tsb bahwa hiu endemik ini hampir punah. Ayo ikut selamatkan Hiu #SaveSharks !!!

  3. miabone says:

    Wow, saya rasa ini adalah aksi yang paling realistis yang bisa dilakukan anak muda, selain itu cara-caranya juga menyenangkan 😀
    Apakah Anda sudah atau baru akan melakukan aksi kampanye ini? Jika sudah, apakah ada kesulitan? Terimakasih untuk informasinya 🙂

    • friskaunandy says:

      hallo! seperti yg kita semua ketahui anak muda mulai dari kalangan SD sampai orang dewasa yg sudah bekerja banyak menggunakan fasilitas dari media sosial. Namun, untuk aksi kampanye satu atau dua kali saja belum tentu mulus dan berjalan lancar. Oleh karena itu, aksi kampanye ini tidak henti-hentinya dilakukan. ‘high risk, high gain’ right?
      Ayo ikut selamatkan Hiu #SaveSharks !!!

  4. franstheowiranata says:

    menarik sekali, memang keberadaan Speckled Carpet Shark makin lama makin terhimpit maka dari itu mari kita dukukung gerakan ini untuk menyelamatkan hewan ini dari kepunahan. #saveshark

  5. seriusan baru tau kalo ada hiu jenis ini. parah ya aku? hhaahah
    sebagai seorang muda yg aktif di sosmed, kita bisa jadi’in spesies2 yg butuh konservasi jadi trending topic. orang terbiasa dengan sesuatu yg menghebohkan, mari kita buat heboh medsos dengan fakta2 keterancaman teman kita yg satu ini. 🙂
    mungkin bagi yg suka selam bisa bantu hitung populasi hiu ini agar rencana koservasi lebih terarah dan tepat sasaran. 🙂

  6. richardkion says:

    ibu susi harus baca blog ini… heheheheee… semoga aksimu ini bisa memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan. sukses ya…

  7. friskaunandy says:

    Trimakasih saran dan suportnya guys!!
    Ayo ikut selamatkan Hiu #SaveSharks !!!

  8. Syifaullinnas says:

    Melalui kompetisi sprtinya menarik. Selain ada timbal balik ke penyelamatan hiu sendiri, yg ikut jg bisa dpt keuntungan. Harus makin kreatif biar bisa menang haha Ditunggu ya kabar kalo ada kompetisinya :)))) Salam #SaveSharks.

  9. danielharjanto says:

    dilihat lihat unik sekali mirip dengan cicak.. sayang sekali jika hiu ini smp hilang dari muka bumi.. langkah bagus mbak unandy, sukses #saveshark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php